Posted by niasbaru on September 22, 2009
Thursday, September 3, 2009
By nias (niasonline.net)
JAKARTA: Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal tetap memberikan pendampingan bagi pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan hingga 2011 pascaberakhirnya tugas Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh-Nias.
Lukman Edy, Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal, mengungkapkan Kementerian melalui program pendampingan masyarakat bersama dengan Bank Dunia melalui program education development project (EDP) melanjutkan program BRR Nias-Aceh dengan anggaran Rp500 miliar per tahun selama 3 tahun ke depan. Read the rest of this entry »
Posted in Berita Aktual Nias | Leave a Comment »
Posted by niasbaru on August 10, 2009
Marinus W.
(Tulisan ini dibuat pada saat pelatihan jurnalistik oleh Koran KOMPAS di Karang Tumaritis)
Satpam yang satu ini biasa dipanggil Mang Ahur. Ia menjadi petugas satpam di Karang Tumaritis sejak delapan tahun silam. Perawakannya biasa-biasa saja, tidak ada tanda-tanda jika Ahur adalah seorang petugas keamanan di salah satu padepokan, di kota Lembang. Jika petugas satpam biasanya terlihat garang-garang, namun Ahur justru kelihatan santai, murah senyum, dan bisa diajak bicara. Karena itulah, banyak warga kampung sangat dekat dengan sosok satpam kelahiran 48 tahun silam ini. Menurut cerita tetangganya, sosok Ahur dipandang sangat perhatian akan kebutuhan warga. Apa pun keluhan warga pasti diusahakan oleh Ahur semampunya.
Sosok satpam yang mempunyai tiga orang anak ini memang unik. Ketika masih kecil tidak pernah terlintas dipikirannya menjadi seorang satpam. Sebaliknya, Ahur kecil mempunyai mimpi untuk sekolah setinggi-tingginya. Namun mimpi indah tersebut bukannya tanpa hambatan. Factor keuangan keluarga yang morat-marit membuatnya berhenti bersekolah. Dia pun mencari pekerjaan. Mula-mula diterima salah satu pabrik kebaya di kota bandung. Di sini, Ahur bekerja di bidang listrik. Belum genap enam tahun bekerja di tempat tersebut, Ahur berhenti dan melamar bekerja di PT yang lain. Ia pun diterima. Tetapi belum genap seumur jagung bekerja di tempat ini, Ahur keluar. Ia pun menjadi pengangguran. Namun karena kasih Gusti Allah kepadanya dan keluarganya, sekitar delapan tahun silam, ia diterima sebagai security di Karang Tumaritis. Pekerjaan ini pada awalnya dirasa tidak sesuai dengan cita-citanya, juga karena gaji yang tidak mencukupi untuk kebutuhan keluarga. Keadaan ekonomi yang tidak mengutungkanlah yang membuatnya tetap bertahan, bertahan, dan bertahan menjadi petugas security di Karang Tumaritis. Read the rest of this entry »
Posted in Motivasi | 1 Comment »
Posted by niasbaru on August 9, 2009
Marinus W.
“Tanö Niha menyimpan sejuta potensi, namun terbengkalai”, begitulah sekilas tentang tanah kelahiran-ku.
Pada tanggal 9 Juli 2009 lalu, oleh pimpinan diberi kesempatan untuk cuti ke Pulau Nias, kampung halaman-ku. Lama cuti ke Nias hanya sekitar 2 (minggu) hingga tanggal 24 Juli 2009. Setelah itu, saya sudah harus pulang lagi di study home, Bandung. Teman-teman mahasiswa asal Nias pun menganjurkan saya untuk membuat agenda kecil selama cuti di tanah pusaka itu.
Yang menarik bahwa dalam benak saya sempat terlintas sejuta pertanyaan-pertanyaan kecil tentang Nias. Bahwasanya benarkah Nias memiliki segudang potensi untuk berkembang dan maju? Mengapa potensi-potensi itu menjadi terbengkalai dan justru tidak dimanfaatkan demi pembangunan masyarakat Nias terutama secara ekonomi, dan juga kebudayaan? Maklum pertanyaan-pertanyaan ini muncul karena sudah lebih 7 (tujuh) tahun di negeri orang, sehingga kondisi real tentang Nias terutama perkembangan ekonomi, keterbukaan kebudayaan, dan juga situasi pendidikan serta kesehatan yang masih kabur dalam bayangan saya. sebab itu untuk membuktikan “kebenaran” tersebut, saya akhirnya berjanji bahwa masa cuti ini saya akan manfaatkan untuk melihat berbagai potensi-potensi yang dimiliki oleh Pulau Nias, yang sebenarnya mampu membawa manusia-manusia tano niha berkembang ke arah yang lebih baik. Read the rest of this entry »
Posted in Motivasi | Leave a Comment »
Posted by niasbaru on August 9, 2009
Marinus W.
(Tulisan ini dibuat pada saat pelatihan jurnalistik oleh Koran KOMPAS)
Rokok, Sebuah Isu Kontroversial
Rokok! Sebenarnya “nama benda” ini sangat kontroversial. Di satu sisi ia menawarkan keenakan, atau kenikmatan bagi setiap pemakainya. Di sisi lain juga, secara tidak langsung memberi efek yang sangat buruk bagi kesehatan pemakainya. Efek buruknya pun bukan hanya bagi pemakainya saja, tetapi juga memberikan efek buruk bagi kesehatan setiap orang, yang pada saat itu berada di dalam lingkungan orang-orang yang menghirup rokok (smokers). Bahkan pabrik-pabrik rokok sangat menyadari efek buruk rokok ini bagi kesehatan manusia, hal ini sangat jelas dari tulisan yang tertera disampul luar rokok yang berbunyi : “Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin”. Himbauan ini, paling tidak menyadarkan para smokers bahwa merokok dapat mempunyai efek yang sangat buruk bagi kesehatan manusia. Pertanyaannya adalah kenapa para smokers masih menghirup rokok? Lalu pabrik-pabrik rokok ini sudah menyadari dengan sangat bahwa rokok memiliki efek buruk bagi kesehatan manusia, namun mengapa masih saja membuat dan menyebarkan rokok-rokok tersebut ke pasaran? Dengan itu pun orang akan beranggapan bahwa himbauan tersebut tak lebih dari sebuah coretan kecil yang tak memiliki makna sama sekali, karena memang dibalik peredaran rokok tersebut mempunyai kepentingan ekonomi yang sangat menyenangkan bagi kaum kapitalis untuk meraup keuntungan yang sebesar-besarnya. Sementara di sana sini semakin banyak para smokers yang terserang penyakit, lalu meninggal akibat merokok, bahkan ada di antara smokers yang melakukan kriminalitas demi rokok. Itulah sebab mengapa rokok dikatakan sebagai sebuah isu kontroversial. Namun sebelum masuk terlalu jauh, saya akan menjelaskan secara singkat tentang sejarah rokok ini.
Rokok, dan Sejarahnya Read the rest of this entry »
Posted in Kesehatan | Leave a Comment »
Posted by niasbaru on May 28, 2009
Oleh: Drs. Firman Harefa, S.Pd
Pada hakikatnya, pendidikan merupakan usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan manusia mencapai kedewasaan. Sebagai suatu upaya menuju ke arah perbaikan hidup dan kehidupan manusia yang lebih baik, pendidikan harus berlangsung tanpa awal dan akhir, tanpa batas, ruang dan waktu.
Indonesia ditengah persaingan global, mutlak memerlukan sumberdaya manusia yang cerdas, sehat, jujur, berakhklak mulia, berkarakter dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Manusia Indonesia harus punya daya tahan dan daya saing paripurna. Read the rest of this entry »
Posted in Opini | 4 Comments »
Posted by niasbaru on May 27, 2009
Saudara dan Saudari Terkasih,
Pertama, Mendahului Hari Komunikasi Sedunia yang akan datang, Saya ingin menyampaikan kepada anda beberapa permenungan mengenai tema yang dipilih untuk tahun ini yakni Teknologi Baru, Relasi Baru: Memajukan Budaya Menghormati, Dialog dan Persahabatan. Sesungguhnya teknologi digital baru sedang membawa pergeseran yang hakiki terhadap perilaku-perilaku komunikasi juga terhadap ragam hubungan manusia. Pergeseran itu secara istimewa dialami oleh kaum muda yang bertumbuh bersama teknologi baru dan telah merasakan dunia digital sebagai rumah sendiri. Mereka berusaha memahami dan memanfaatkan peluang yang diberikan olehnya, sesuatu yang bagi kita orang dewasa seringkali dirasakan cukup asing. Dalam pesan tahun ini, Saya ingat akan mereka yang dikenal sebagai generasi digital, dan Saya ingin berbagi dengan mereka, khususnya tentang gagasan-gagasan menyangkut potensi ulung teknologi baru demi mamajukan pemahaman dan rasa kesetiakawanan manusia. Teknologi baru sesungguhnya merupakan anugerah bagi umat manusia dan kita mesti memberikan jaminan bahwa manfaat yang dimilikinya tentu dipergunakan untuk melayani semua manusia secara pribadi dan komunitas, teristimewa mereka yang kurang beruntung dan menderita. Read the rest of this entry »
Posted in Tidak terkategori | Leave a Comment »
Posted by niasbaru on May 27, 2009
Marinus W. (Artikel April, 2009)
Pemilu legislatif 9 April lalu memberi banyak kesan. Untuk sebagian warga negara, pemilu ini dianggap berhasil, sesuai rencana, dan berlangsung damai, tertib. Kendati pun negara ini berada dalam situasi sulit, dimana rakyat masih banyak yang tidak bisa makan karena miskin, ternyata kita mampu menyelenggarakan pemilu legislatif yang memakan biaya triliunan rupiah. Biaya sebesar itu pun tidaklah sia-sia. Biaya perlu, dan harus demi berlangsungnya pesta demokrasi yang lahir, berkembang, dan berdiri kokoh kuat sejak reformasi.
Di sisi lain, pemilu legislatif yang telah berlalu bukannya tanpa masalah. Masalah DPT (Daftar Pemilih Tetap), dugaan kecurangan oleh sejumlah partai politik peserta pemilu, ketidakpuasan rakyat terhadap kinerja KPU (Komisi Pemilihan Umum) dalam menyelenggarakan pemilu, paling tidak memberi gambaran kepada kita bahwa pemilu memang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Rakyat pun seolah-olah terbelah dalam menanggapi berbagai persoalan pasca pemilu legislatif 9 April lalu. Read the rest of this entry »
Posted in Opini | Leave a Comment »
Posted by niasbaru on March 31, 2009
Marinus Waruwu
Tak disangkal lagi bahwa tema perubahan (change) di abad-21 ini telah menjadi tema yang sangat laku, magis, dan mampu menyihir publik agar beralih ke tokoh-tokoh muda, progresif, terbuka, berpandangan visioner akan kesejahateraan rakyat. Tak heran dengan label perubahan ini juga, beberapa tokoh muda dunia berhasil menjadi orang no.1 di negerinya masing-masing, misalnya di Amerika Serikat, Barack Obama dengan slogan: Yes, We Can Change, hanya dalam sekejab saja karier politiknya menanjak drastis. Ia pun berhasil menjadi orang no.1 di negeri adi daya itu. Selain di Amerika, tema-tema perubahan juga diusung oleh tokoh-tokoh muda seperti PM Abishit di Thailand, Presiden Ahmadinejad di Iran, dan terakhir di Madagaskar oleh pemimpin oposisi, yang kemudian menjadi Perdana Menteri Yaitu Andry Rajoelina dan lain-lain. Tentu sikap rakyat yang cenderung lebih memilih tokoh-tokoh muda bukan tanpa alasan. Krisis ekonomi, ketidakstabilan politik dalam negeri akibat tekanan internasional maupun tekanan dari dalam negeri sendiri, kemiskinan yang semakin bertambah, perilaku para elite politik yang cenderung pragmatis-hedonis ketimbang menjadi tulang punggung masyarakat dalam mewujudkan negara sejahtera (welfare state) semakin menyadarkan publik pada umumnya untuk lebih memilih tokoh-tokoh yang baru muncul kemarin sore, namun menjanjikan untuk membawa sebuah perubahan (change) di masa depan. Maka muncullah istilah utopia masyarakat akan perubahan itu.
Utopia perubahan seringkali diartikan dengan impian akan terjadinya perubahan di masa depan. Ia menunjuk ke masa yang akan datang dimana hidup yang kita alami kini, yang penuh dengan penderitaan (suffering), penolakan (refusal), dosa (sin) suatu ketika akan berakhir dan digantikan oleh situasi di mana tema-tema perubahan terealisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Maka tidak heran bila tema perubahan itu selalu menjadi harapan (expectation), tumpuan masyarakat untuk mendapatkan hidup yang lebih baik. Namun, slogan tokoh-tokoh muda akan perubahan itu seringkali menjadi bahan tertawaan kaum elit politik, kaum mapan, kaum tua. Akan tetapi slogan perubahan itu sendiri justru mendapat tempat di hati masyarakat bawah. Tokoh-tokoh muda seperti di Amerika, Thailand, dan Madagaskar, dll telah membuktikannya. Read the rest of this entry »
Posted in Opini | 4 Comments »
Posted by niasbaru on March 31, 2009
Marinus Waruwu
Rumah! Kalau diartikan secara harafiah berarti tempat untuk beristirahat, tidur, tempat berlindung. Rumah juga dapat diartikan sebagai tempat untuk melakukan hal-hal positif misalnya tempat untuk mengembangkan diri, membangun diri yang berkualitas, kompoten. Namun hal itu hanya dapat tercapai jika pemilik rumah sungguh-sungguh menciptakan suatu suasana yang kondusif, nyaman untuk didiami sehingga orang-orang yang mendiaminya pun terasa nyaman, damai. Maka istilah rumah sebagai istana akan terwujud bila pemilik rumah dapat menciptakan suasana kondusif dan nyaman untuk didiamin dalam rumah tersebut.
Sayang! Alangkah menyedihkan jika sebuah rumah sarang dengan aktivitas negatif misalnya tempat untuk merencanakan kejahatan, tempat untuk bersekongkol atau tempat untuk mencari rejeki dari hal-hal yang tidak halal, misalnya rumah dimanfaatkan sebagai tempat WTS, aborsi, judi, klab malam, atau sebagai tempat warung remang-remang, dll. Maka dengan fungsinya yang seperti ini rumah akan menjadi tidak nyaman untuk didiamin oleh orang lain. Setiap orang yang berkunjung ke sana akan selalu merasa tidak nyaman karena takut jika secara tiba-tiba polisi datang dan merajia setiap pengunjung dalam rumah.. Dengan itu, rumah ini bukan lagi menjadi berkah bagi orang lain, sesama. Tetapi rumah ini beralih fungsi sebagai pembawa bencana. Bukan hanya bagi pemilik rumah tetapi semua orang yang terkait dengan rumah tersebut. Rumah ini pun bukan lagi sebagai istana yang nyaman, damai tetapi sebagai sarang penyamun seperti yang dikatakan oleh Yesus dalam Injil minggu ini. Read the rest of this entry »
Posted in Renungan | Leave a Comment »
Posted by niasbaru on March 31, 2009
Marinus Waruwu
Dalam Injil Mrk 9:2-13, berkisah tentang peristiwa pemuliaan Yesus di atas gunung. Peristiwa tersebut berawal ketika Yesus membawa tiga murid-Nya yaitu Petrus, Yakobus, dan Yohanes ke sebuah gunung. Setelah sampai diatas gunung, tiba-tiba rupa Yesus berubah. Pakaian-Nya putih mengkilat.
Dalam peristiwa yang mengagumkan ini, nampak juga kepada para murid nabi Elia dan Musa. Kedua nabi besar tersebut ada yang disebelah kanan Yesus dan ada yang disebelah kiri. Petrus pun berkata dengan antusias kepada Yesus: Guru betapa bahagianya kami di tempat ini. Biarlah kami mendirikan tiga kemah. Satu untuk Engkau, satu untuk Musa, dan satu untuk Elia. Petrus mengatakan hal ini dengan penuh ketakutan karena seolah-olah mereka sedang melihat penampakkan yang luar biasa. Dan memang itu yang sedang terjadi. Read the rest of this entry »
Posted in Gema Gereja | Leave a Comment »