NIAS BARU

Nias Bangkit, Nias Berjuang, Nias Bertindak, Nias Sejahtera!

  • July 2017
    M T W T F S S
    « Nov    
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  
  • Ya’ahowu Banuada

    Salam dari saya, Marinus Waruwu. Weblog "Nias Baru: Ya`ahowu Tano Niha" ini kita jadikan wahana bertukar pikir serta mengerti lebih dalam "berita aktualita Nias". Partisipasi masyarakat Nias sangat diharapkan. Ya'ahowu. Nias berjuang, Nias Nias bertindak, Nias Sejahtera, Nias maju. Semoga!
  • Pages

  • Marinus W. : Abad-21, Kematian Modernitas dan Kebangkitan Agama-agama

    Abad-21 identik dengan bangkitnya agama-agama. Kebangkitan Agama-agama bukan dikarenakan modernitas tidak mampu lagi menjawab segala tuntutan hidup manusia. tapi karena modernitas tidak menyentuh inner/hati manusia yang bersifat rohani yang merupakan inti dari kemanusiaan itu sendiri. artinya modernitas hanya terbatas pada materi, kenikamatan hidup, sementara bagian dalam manusia tidak tersentuh sehingga manusia mengalami kekosongan rohani. akibatnya, hidup manusia selalu identik dengan kegelisahan, kekacauan, dan rasa ketidakbermaknaan hidup. mungkin saja karena modernitas hanya bergulat dengan sisi luarnya saja. artinya yang fisikal semata. sedangkan inti dalamnya terabaikan. akibatnya, Agama adalah pelabuhan terakhir hidup manusia. sebab sisi dalam hidup manusia, hanya agama yang bisa memasukinya. sayang, kebangkitan agama-agama bagai pisau bermata dua. di satu sisi, agama dapat mengkonstruksi kembali hidup manusia yang sudah hancur karena kegelisahan. di sisi lain, agama justru menjadi sebab terjadinya krisis sosial akhir-akhir ini. triumfalisme atau rasa benar sendiri agama-agama tertentu mengakibatkan munculnya fundamentalime yang berujung pada kekerasan, penganiayaan, kefanatikkan, rasa saling curiga dan saling tidak percaya antar komunitas sosial. dan ujungnya juga adalah kekerasan terhadap kemanusiaan. lalu setelah modernitas dan agama ternyata sama-sama penyebab krisis dalam hidup manusia, kemanakah nantinya manusia berlabuh. adakah paham selain itu, apakah ateis.
  • Nias bangkit, Nias berjuang, Nias sejahtera, Nias sejahtera!

    Bukanlah slogan kosong untuk masyarakat nias. Tapi slogan nias bangkit, berjuang, bertindak, sejahtera adalah slogan yang punya makna. makna apa? makna kebangkitan masyarakat nias dari ketertinggalan dan keterpurukannya terutama dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan segala bidang lainnya. Caranya adalah melalui modernisasi pendidikan. Pendidikan adalah salah satu cara terbaik untuk membawa nias ke arah kemajuan. Bila masyarakat punya pola pikir maju dan punya visi dan misi ke depan bukan tidak mungkin masyarakat kita nias dalam 10 tahun ke depan akan sejajar dengan daerah-daerah lain yang telah mencicipi kemajuan.
  • Asking Pardon and Forgiving Offenses:

    You should either avoid quarrels altogether or else put an end to them as quickly as possible; otherwise, anger may grow into hatred, making a plant out of a splinter, and turn the soul into a murderer. For so you read: “ Everyone who hates his brother is a murderer “ (I Yoh 3:15) Whoever has injured another by open insult, or by abusive or oven incriminating language, must remember to repair the injury as quickly as possible by an apology, and he who suffered the injury must also forgive, without further wrangling. But if they have offended one another, they must forgive one another`s trespasses for the sake of your prayers which should be recited with greater sincerity each time you repeat them. Although a brother is often tempted to anger, yet prompt to ask pardon from one he admits to having offended, such a one is better than another who, though less given to anger, finds it too hard to ask forgiveness. But a brother who is never willing to ask pardon, or does not do so from his heart, has no reason to be in the community, even if he is not expelled. You must then avoid being too harsh in your words, and should they escape your lips, let those same lips not be ashamed to heal the wounds they have caused. Thank You!
  • Tulisan Teratas

  • Meta

Archive for the ‘Opini’ Category

Fegero: Ungkapan Kemurahan Hati Masyarakat Nias

Posted by niasbaru on November 4, 2011

“He ama-inagu si’a haya’e duria ni’odöra ndra’amagu nomangawuli ira moroi khö ndra sibayagu” (‘Bapak-Ibu sulung ini makanan yang dibawa orangtuaku, mereka baru saja pulang bertamu dari pamanku’). Itulah salah satu kalimat jika seorang anak mengantarkan fegero kepada tetangga, seperti kepada keluarga Bapak Sulung, atau kepada tetangga lainnya.

Fegero berarti tindakan membagikan makanan kepada tetangga. Masyarakat Nias yang masih setia pada kearifan lokalnya, biasanya tidak akan menikmati sendiri makanannya. Misalnya, jika Keluarga Ama Melvin Gulö berhasil menangkap banyak ikan ketika memancing di sungai, maka setelah dimasak, Ama Melvin dengan sendirinya akan memberi fegero kepada tetangganya. Demikian pula ketika Ama Melvin memanen padinya. Dalam tradisi Nias, mencicipi hasil panen padi yang pertama tidak dilakukan sembarangan. Ada ritual tertentu, yakni mengumpulkan semua anggota keluarga, lalu kaum perempuan bersama-sama menumbuk padi menjadi beras dan dimasak secara bersama-sama. Anak babi atau ayam akan disembelih sebagai lauk pauk. Sebelum santap bersama mereka berdoa syukur kepada Lowalangi ((Dewa Langit, yang dijadikan sebagai sebutan Tuhan/Allah dalam Kristianitas). Ama Melvin pun dengan kesadaran sendiri akan memberi fegero kepada tetangganya, sekaligus memberitahukan kepada tetangganya bahwa mereka sudah memanen padinya. Read the rest of this entry »

Posted in Opini | 6 Comments »

“FILM ONO SITEFUYU: Sebuah Tragedi Kehidupan”

Posted by niasbaru on October 8, 2010

Marinus Waruwu

Pengantar

Pertama, kita perlu memberikan apresiasi kepada Bapak Ponti Gea (sutradara & produser), dan Bapak Yunus Gea (cerita & scenario) serta para pemain film Ono Sitefuyu=Anak Sesat. Atas kerja sama mereka semua, film ini akhirnya berhasil diluncurkan, dan mudah-mudahan film ini mampu menembus industri perfilman nasional, dan juga internasional. Film ini adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi orang Nias. Bahwa ternyata kita juga mampu melakukan hal-hal yang lebih besar jika punya kemauan, dan niat. Itu saja!

Kedua, film ini berusaha memberikan kesadaran kepada anak muda Nias agar tidak bermain-main dalam menjalani hidup. Kita punya kendali atas hidup. Maju mundurnya kehidupan tergantung kita. Sebaliknya, hidup berfoya-foya berarti sebuah tragedi! Tragedi karena ditandai dengan rasa hopeless, meaningless atas hidup. Untuk apa hidup jika demikian? Film Ono Sitefuyu adalah gambaran akan hidup seorang anak sesat, yang terjebak dalam perasaan hopeless, dan meaningless. Baginya, hidup hanyalah untuk saat ini, kenikmatan sesaat. Maka, apapun cara dilakukan untuk memperoleh kenikmatan itu termasuk memiskinkan orang tuanya dan saudarinya. Read the rest of this entry »

Posted in Opini | 12 Comments »

An Education In Posmodernism Era

Posted by niasbaru on October 8, 2010

Marinus Waruwu

Revolusi pemikiran

Revolusi pemikiran yang terjadi dari jaman ke jaman tak terhindarkan. Perubahan paling signifikan adalah menyangkut perubahan pola pikir dalam ranah filsafat, seni, kebudayaan, dan sebagainya. Tentu saja perubahan ini memiliki efek penting terutama dalam pola pikir manusia di setiap jamannya. Misalnya dalam ranah filsafat. Pemikiran filsafat terutama dimotori oleh filsuf-filsuf kondang Yunani seperti Sokrates, Plato, Aristoteles, dan sebagainya. Merekalah peletak dasar peradaban dunia modern. Kemudian berkembang di jaman patrististik (St. Agustinus, dan lain-lain), jaman skolastikat (St. Thomas Aquinas, dan lain-lain), jaman renaissance, jaman pencerahan, jaman modern terutama dalam diri Rene Descartes, dan terakhir adalah jaman posmodernisme.

Kini kita hidup di jaman posmodernisme. Kita tidak merasakan perubahan pola pikir ini. Seolah-olah bahwa kita masih hidup dalam era pemikiran modern. Padahal tidak! Kita sudah beralih ke era posmodernisme. Sebuah aliran besar pasca modernitas. Sayang bahwa kaum awam memang kurang menyadari tentang hal ini. Memang untuk dunia akademik terutama yang berafiliasi dengan pemikiran-pemikiran filsafat bukan hal asing perubahan pola pikir ini bagi mereka. Read the rest of this entry »

Posted in Opini | Leave a Comment »

PENDIDIKAN TANPA AWAL TANPA AKHIR

Posted by niasbaru on May 28, 2009

Oleh: Drs. Firman Harefa, S.Pd

Pada hakikatnya, pendidikan merupakan usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan manusia mencapai kedewasaan.  Sebagai suatu upaya menuju ke arah perbaikan hidup dan kehidupan manusia yang lebih baik, pendidikan harus berlangsung tanpa awal dan akhir, tanpa batas, ruang dan waktu.

Indonesia ditengah persaingan global, mutlak memerlukan sumberdaya manusia yang cerdas, sehat, jujur, berakhklak mulia, berkarakter dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Manusia Indonesia harus punya daya tahan dan daya saing paripurna. Read the rest of this entry »

Posted in Opini | 10 Comments »

Koalisi Pragmatisme Vs Koalisi Deontologisme

Posted by niasbaru on May 27, 2009

Marinus W. (Artikel April, 2009)

 Pemilu legislatif 9 April lalu memberi banyak kesan. Untuk sebagian warga negara, pemilu ini dianggap berhasil, sesuai rencana, dan berlangsung damai, tertib. Kendati pun negara ini berada dalam situasi sulit, dimana rakyat masih banyak yang tidak bisa makan karena miskin, ternyata kita mampu menyelenggarakan pemilu legislatif yang memakan biaya triliunan rupiah. Biaya sebesar itu pun tidaklah sia-sia. Biaya perlu, dan harus demi berlangsungnya pesta demokrasi yang lahir, berkembang, dan berdiri kokoh kuat sejak reformasi.

Di sisi lain, pemilu legislatif yang telah berlalu bukannya tanpa masalah. Masalah DPT (Daftar Pemilih Tetap), dugaan kecurangan oleh sejumlah partai politik peserta pemilu, ketidakpuasan rakyat terhadap kinerja KPU (Komisi Pemilihan Umum) dalam menyelenggarakan pemilu, paling tidak memberi gambaran kepada kita bahwa pemilu memang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Rakyat pun seolah-olah terbelah dalam menanggapi berbagai persoalan pasca pemilu legislatif 9 April lalu. Read the rest of this entry »

Posted in Opini | Leave a Comment »

Perubahan Vs Aktor Perubahan

Posted by niasbaru on March 31, 2009

bakuMarinus Waruwu

 

            Tak disangkal lagi bahwa tema perubahan (change) di abad-21 ini telah menjadi tema yang sangat laku, magis, dan mampu menyihir publik agar beralih ke tokoh-tokoh muda, progresif, terbuka, berpandangan visioner akan kesejahateraan rakyat. Tak heran dengan label perubahan ini juga, beberapa tokoh muda dunia berhasil menjadi orang no.1 di negerinya masing-masing, misalnya di Amerika Serikat, Barack Obama dengan slogan: Yes, We Can Change, hanya dalam sekejab saja karier politiknya menanjak drastis. Ia pun berhasil menjadi orang no.1 di negeri adi daya itu. Selain di Amerika, tema-tema perubahan juga diusung oleh tokoh-tokoh muda seperti PM Abishit di Thailand, Presiden Ahmadinejad di Iran, dan terakhir di Madagaskar oleh pemimpin oposisi, yang kemudian menjadi Perdana Menteri Yaitu Andry Rajoelina dan lain-lain. Tentu sikap rakyat yang cenderung lebih memilih tokoh-tokoh muda bukan tanpa alasan. Krisis ekonomi, ketidakstabilan politik dalam negeri akibat tekanan internasional maupun tekanan dari dalam negeri sendiri, kemiskinan yang semakin bertambah, perilaku para elite politik yang cenderung pragmatis-hedonis ketimbang menjadi tulang punggung masyarakat dalam mewujudkan negara sejahtera (welfare state) semakin menyadarkan publik pada umumnya untuk lebih memilih tokoh-tokoh yang baru muncul kemarin sore, namun menjanjikan untuk membawa sebuah perubahan (change) di masa depan. Maka muncullah istilah utopia masyarakat akan perubahan itu.

            Utopia perubahan seringkali diartikan dengan impian akan terjadinya perubahan di masa depan. Ia menunjuk ke masa yang akan datang dimana hidup yang kita alami kini, yang penuh dengan penderitaan (suffering), penolakan (refusal), dosa (sin) suatu ketika akan berakhir dan digantikan oleh situasi di mana tema-tema perubahan terealisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Maka tidak heran bila tema perubahan itu selalu menjadi harapan (expectation), tumpuan masyarakat untuk mendapatkan hidup yang lebih baik. Namun, slogan tokoh-tokoh muda akan perubahan itu seringkali menjadi bahan tertawaan kaum elit politik, kaum mapan, kaum tua. Akan tetapi slogan perubahan itu sendiri justru mendapat tempat di hati masyarakat bawah. Tokoh-tokoh muda seperti di Amerika, Thailand, dan Madagaskar, dll telah membuktikannya. Read the rest of this entry »

Posted in Opini | 4 Comments »

Lobi Israel dan “Suara Lain”

Posted by niasbaru on January 11, 2009

IVAN A HADAR

Lobi Israel di Amerika Serikat secara individual maupun kelembagaan amat kuat. Salah satu organisasi lobi paling berpengaruh adalah American Israel Public Affairs Committee.

Hampir semua kebijakan Timur Tengah (Timteng) Pemerintah AS dipengaruhi mesin lobi yang memiliki sekitar 60.000 staf ini. Mereka berhasil mendapat dukungan Senat untuk memberi bantuan 3 miliar dollar AS per tahun kepada Israel; jumlah terbesar yang diberikan AS kepada negara-negara sahabatnya.

Dengan efisiensi tinggi, American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) juga terlibat dalam berbagai forum PBB. Andalannya, melalui veto AS di Dewan Keamanan PBB, misalnya, tiap rencana sanksi atas teror Israel terhadap Palestina selalu digagalkan. Selama 60 tahun keberadaan AIPAC, nyaris semua pemerintahan AS terdorong menjadi ”sahabat dekat” Israel. Dipuncaki pemerintahan George W Bush yang terang-terangan mendukung Israel dalam perangnya melawan keinginan rakyat Palestina untuk merdeka. Read the rest of this entry »

Posted in Opini | Leave a Comment »

Kiamatkah Nias Pasca BRR?

Posted by niasbaru on December 29, 2008

Oleh: Drs. Firman Harefa, S.Pd

Seminar Nasional Kesinambungan Percepatan Rekonstruksi Nias Pasca BRR tanggal 6 Desember 2008 itu seolah memunculkan cemas dan bimbang bagi sebagian pihak. Ditaja oleh DPP Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI), ruangan Grand Menza Jakarta dipenuhi tokoh masyarakat dari berbagai kalangan. Antaranya, Kepala Bappenas, Paskah Suzetta, Letjen TNI (purn) DR. TB Silalahi, Hekenus Manao M.Acc.PhD (Irjen Depkeu), Binahati Baeha, SH (Bupati Nias), Herman Laia, SH (mewakili Bupati Nias Selatan), Ir.Icitiar Nduru (Ketua Umum DPP HIMNI) serta perwakilan dari Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal (Meneg PDT).

Intinya, seminar itu membahas nasib Nias setelah ditinggal BRR yang masa tugasnya berakhir April 2009. Saya rasa, wajar timbul kecemasan dan beragam sikap lainnya. Sebab, setelah diluluhlantakkan bencana gempa dan tsunami 26 Desember 2004, disusul pula gempa bumi pada 28 Maret 2005 (saya berada di Nias ketika itu dan mengalami langsung kejadian ini), pembangunan fisik yang kini ada tak bisa lepas dari peran keberadaan BRR (Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi). Read the rest of this entry »

Posted in Opini | 3 Comments »

BARACK OBAMA, dan KITA

Posted by niasbaru on November 18, 2008

 

Marinus W.

 

Terpilihnya Barack Obama dalam pemilu presiden Amerika menunjukkan bahwa orang Amerika sudah siap menerima perubahan seperti yang didengung-dengungkan Obama pada setiap kampanyenya (Cange, we can believe in). Orang Amerika yang mayoritas kulit putih telah siap menerima Obama sebagai penguasa Gedung Putih walaupun Obama sendiri seorang kulit hitam (African-American). Kedewasaan orang Amerika dalam berdemokrasi telah menembus batas. Masalah ras, agama, atau golongan di kesampingkan demi tujuan bersama yaitu mewujudkan mimpi amerika yang memberi kesempatan kepada setiap golongan baik mayoritas maupun minoritas untuk memimpin.

Kemenangan Obama menjadi pelajaran berharga bahwa demokrasi yang diterapkan secara total dapat memberi peluang kepada golongan minoritas untuk memimpin. Maka, dominasi-dominasi kaum mayoritas (kulit putih amerika) yang identik dengan Gedung Putih pupus sudah. Itu dimungkinkan terjadi karena demokrasi sungguh-sungguh dipraktekan secara total. Karena itu, sekat-sekat, tembok pemisah antara kaum mayoritas dan kaum minoritas (African-American) telah dirobohkan. Yang tertinggal tinggal puing-puingnya, dan kenangan. Itulah namanya demokrasi total.

 

Bagaimana dengan kita?

           

Kemenangan Obama dalam pesta demokrasi Amerika menjadi inspirasi untuk rakyat Indonesia dan dunia. Dalam konteks Indonesia, seperti juga di Amerika, ada tiga tembok pemisah yang seringkali menjadi pemecah belah bangsa ini. Read the rest of this entry »

Posted in Opini | Leave a Comment »

BARACK OBAMA, KAUM MUDA NIAS, POLITIK NASIONAL

Posted by niasbaru on November 15, 2008

Marinus W.

Barack Obama akhirnya mencetak sejarah. Ia bukan saja menjadi Presiden kulit hitam pertama di Gedung Putih, (The United State), tetapi juga menempatkan dirinya sebagai salah satu Presiden termuda Amerika serikat. Menjadi orang nomor satu di Amerika Serikat memang bukan hal muda. Bagi orang yang berasal dari kelompok minoritas seperti Obama (Afro-Amerika) atau (Alm) mantan Presiden Jhon F. Kennedy (Katolik) akan sulit menembus tembok pemisah nan kokoh dari kelompok mayoritas. Karena itu, dalam konstitusi lama Amerika, seorang calon Presiden harus memenuhi syarat-syarat yang mutlak ada dalam diri setiap calon Presiden. Yaitu demografi White, Anglo-Saxon, and Protestant (WASP). Jika syarat-syarat tersebut tidak terpenuhi, misalnya seorang Afrikan, Katolik, atau Indian, lebih baik mundur dari pertarungan. Sebab hanya menghambur-hamburkan uang untuk biaya kampanye kandindat, yang hasilnya sudah langsung ditebak. Singkatnya, secara tradisional, golongan WASP tidak akan begitu saja menyerahkan kekuasaan kepada golongan minoritas.

Jhon F.Kennedy dan Barack Obama merupakan dua generasi Amerika yang datang pada waktu yang berbeda. Mereka mampu menembus tembok pemisah yang telah berdiri kokoh kuat selama berabad-abad. Pada tahun 1960-an, Kennedy membuat sejarah sebagai Presiden Katolik pertama (minoritas), dan juga termuda. Lalu pada tahun 2008, Barack Obama keturunan Afro-Amerikan, dan pernah tinggal di Indonesia yang mayoritas beragama muslim mampu menarik simpati warga Amerika untuk memilihnya dalam pertarungan melelahkan dengan lawannya dari Partai Republik. Pidatonya, pembawaanya, visi dan misinya yang menggemakan tema perubahan (Change) yang berlawanan dengan status quo mampu menyihir Amerika. Ia pun berhasil mengalahkan lawannya secara meyakinkan, menang mutlak. Read the rest of this entry »

Posted in Opini | 1 Comment »