NIAS BARU

Nias Bangkit, Nias Berjuang, Nias Bertindak, Nias Sejahtera!

  • April 2011
    M T W T F S S
    « Mar   Nov »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    252627282930  
  • Ya’ahowu Banuada

    Salam dari saya, Marinus Waruwu. Weblog "Nias Baru: Ya`ahowu Tano Niha" ini kita jadikan wahana bertukar pikir serta mengerti lebih dalam "berita aktualita Nias". Partisipasi masyarakat Nias sangat diharapkan. Ya'ahowu. Nias berjuang, Nias Nias bertindak, Nias Sejahtera, Nias maju. Semoga!
  • Pages

  • Marinus W. : Abad-21, Kematian Modernitas dan Kebangkitan Agama-agama

    Abad-21 identik dengan bangkitnya agama-agama. Kebangkitan Agama-agama bukan dikarenakan modernitas tidak mampu lagi menjawab segala tuntutan hidup manusia. tapi karena modernitas tidak menyentuh inner/hati manusia yang bersifat rohani yang merupakan inti dari kemanusiaan itu sendiri. artinya modernitas hanya terbatas pada materi, kenikamatan hidup, sementara bagian dalam manusia tidak tersentuh sehingga manusia mengalami kekosongan rohani. akibatnya, hidup manusia selalu identik dengan kegelisahan, kekacauan, dan rasa ketidakbermaknaan hidup. mungkin saja karena modernitas hanya bergulat dengan sisi luarnya saja. artinya yang fisikal semata. sedangkan inti dalamnya terabaikan. akibatnya, Agama adalah pelabuhan terakhir hidup manusia. sebab sisi dalam hidup manusia, hanya agama yang bisa memasukinya. sayang, kebangkitan agama-agama bagai pisau bermata dua. di satu sisi, agama dapat mengkonstruksi kembali hidup manusia yang sudah hancur karena kegelisahan. di sisi lain, agama justru menjadi sebab terjadinya krisis sosial akhir-akhir ini. triumfalisme atau rasa benar sendiri agama-agama tertentu mengakibatkan munculnya fundamentalime yang berujung pada kekerasan, penganiayaan, kefanatikkan, rasa saling curiga dan saling tidak percaya antar komunitas sosial. dan ujungnya juga adalah kekerasan terhadap kemanusiaan. lalu setelah modernitas dan agama ternyata sama-sama penyebab krisis dalam hidup manusia, kemanakah nantinya manusia berlabuh. adakah paham selain itu, apakah ateis.
  • Nias bangkit, Nias berjuang, Nias sejahtera, Nias sejahtera!

    Bukanlah slogan kosong untuk masyarakat nias. Tapi slogan nias bangkit, berjuang, bertindak, sejahtera adalah slogan yang punya makna. makna apa? makna kebangkitan masyarakat nias dari ketertinggalan dan keterpurukannya terutama dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan segala bidang lainnya. Caranya adalah melalui modernisasi pendidikan. Pendidikan adalah salah satu cara terbaik untuk membawa nias ke arah kemajuan. Bila masyarakat punya pola pikir maju dan punya visi dan misi ke depan bukan tidak mungkin masyarakat kita nias dalam 10 tahun ke depan akan sejajar dengan daerah-daerah lain yang telah mencicipi kemajuan.
  • Asking Pardon and Forgiving Offenses:

    You should either avoid quarrels altogether or else put an end to them as quickly as possible; otherwise, anger may grow into hatred, making a plant out of a splinter, and turn the soul into a murderer. For so you read: “ Everyone who hates his brother is a murderer “ (I Yoh 3:15) Whoever has injured another by open insult, or by abusive or oven incriminating language, must remember to repair the injury as quickly as possible by an apology, and he who suffered the injury must also forgive, without further wrangling. But if they have offended one another, they must forgive one another`s trespasses for the sake of your prayers which should be recited with greater sincerity each time you repeat them. Although a brother is often tempted to anger, yet prompt to ask pardon from one he admits to having offended, such a one is better than another who, though less given to anger, finds it too hard to ask forgiveness. But a brother who is never willing to ask pardon, or does not do so from his heart, has no reason to be in the community, even if he is not expelled. You must then avoid being too harsh in your words, and should they escape your lips, let those same lips not be ashamed to heal the wounds they have caused. Thank You!
  • Tulisan Teratas

  • Meta

Mantan Bupati Nias Selatan Jadi Tersangka Kasus Penyuapan

Posted by niasbaru on April 27, 2011

Jakarta, Kompas – Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan mantan Bupati Nias Selatan Fahuwusa Laia sebagai tersangka dugaan suap terkait dengan pencalonan dirinya kembali dalam pemilihan umum kepala daerah. Ia diduga berusaha menyuap penyelenggara negara senilai sekitar Rp 100 juta.

”KPK menetapkan peningkatan kasus ini menjadi penyidikan dengan tersangka FL, mantan Bupati Nias Selatan,” kata Johan Budi SP, Juru Bicara KPK, di Jakarta, Selasa (26/4).

Menurut Johan, ”Tersangka diduga telah melakukan tindakan penyuapan terhadap seorang penyelenggara negara dengan maksud supaya penyelenggara negara tersebut melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kewajibannya.”

Berdasarkan hasil penyelidikan ditemukan bahwa pada sekitar Oktober 2010 tersangka Fahuwusa mendatangi seorang penyelenggara negara yang berwenang dalam hal pemilihan kepala daerah di wilayah Sumatera Utara. Tersangka meminta bantuan terkait dengan pencalonan kembali dirinya sebagai Bupati Kabupaten Nias Selatan untuk periode 2011-2016.

Atas perbuatannya, Fahuwusa disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat 1 atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Johan menyatakan, KPK mendalami kasus ini setelah penyelenggara negara yang disuap melapor ke KPK. ”Setelah mempunyai bukti yang cukup, kami dapat menaikkan status ini menjadi tersangka,” ujar Johan.

Menurut Johan, KPK tengah mengembangkan kasus mengenai penyelenggara negara yang diduga menerima uang dalam kasus ini. ”Yang jelas ada yang diberikan uang oleh Fahuwusa Laia dalam rangka untuk melakukan sesuatu, nilainya sekitar Rp 100 juta,” tutur Johan.

Menurut anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara, Turunan Gulo, sebelum mencalonkan diri menjadi Bupati Nias Selatan 2006-2011, Fahuwusa berkarier sebagai jaksa. Bahkan beberapa kali Fahuwusa menjabat sebagai kepala kejaksaan negeri. ”Termasuk pernah menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Nias. Setelah menjadi Bupati Nias Selatan, Fahuwusa kemudian menjadi Ketua DPC Partai Demokrat Nias Selatan,” kata Turunan. (RAY/BIL). Sumber: Kompas.Com

4 Responses to “Mantan Bupati Nias Selatan Jadi Tersangka Kasus Penyuapan”

  1. segaLa jeNis korupsi haRus di beraNtas kan sesUai huKum yanG berLaku,………..

  2. Ir.samahao siofona said

    Setuju Pak. Penegak hukum tidak perlu takut terhadap mafia hukum. Mafia hukum harus diberantas.

  3. eli said

    kebenaran tetap ditegakkan…!!!
    Tujuan utama hukum utk mendapat keadilan yg sesungguhnya….,,,
    siapapun Dia jika melanggar hukum harus ditindak lanjutin sesuai hukum yang berlaku…

  4. harta said

    “Pesan saya bahwa hukum berlaku untuk siapa saja. Dan semua orang sama di mata hukum,”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: