NIAS BARU

Nias Bangkit, Nias Berjuang, Nias Bertindak, Nias Sejahtera!

  • September 2008
    M T W T F S S
    « Aug   Oct »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    2930  
  • Ya’ahowu Banuada

    Salam dari saya, Marinus Waruwu. Weblog "Nias Baru: Ya`ahowu Tano Niha" ini kita jadikan wahana bertukar pikir serta mengerti lebih dalam "berita aktualita Nias". Partisipasi masyarakat Nias sangat diharapkan. Ya'ahowu. Nias berjuang, Nias Nias bertindak, Nias Sejahtera, Nias maju. Semoga!
  • Pages

  • Marinus W. : Abad-21, Kematian Modernitas dan Kebangkitan Agama-agama

    Abad-21 identik dengan bangkitnya agama-agama. Kebangkitan Agama-agama bukan dikarenakan modernitas tidak mampu lagi menjawab segala tuntutan hidup manusia. tapi karena modernitas tidak menyentuh inner/hati manusia yang bersifat rohani yang merupakan inti dari kemanusiaan itu sendiri. artinya modernitas hanya terbatas pada materi, kenikamatan hidup, sementara bagian dalam manusia tidak tersentuh sehingga manusia mengalami kekosongan rohani. akibatnya, hidup manusia selalu identik dengan kegelisahan, kekacauan, dan rasa ketidakbermaknaan hidup. mungkin saja karena modernitas hanya bergulat dengan sisi luarnya saja. artinya yang fisikal semata. sedangkan inti dalamnya terabaikan. akibatnya, Agama adalah pelabuhan terakhir hidup manusia. sebab sisi dalam hidup manusia, hanya agama yang bisa memasukinya. sayang, kebangkitan agama-agama bagai pisau bermata dua. di satu sisi, agama dapat mengkonstruksi kembali hidup manusia yang sudah hancur karena kegelisahan. di sisi lain, agama justru menjadi sebab terjadinya krisis sosial akhir-akhir ini. triumfalisme atau rasa benar sendiri agama-agama tertentu mengakibatkan munculnya fundamentalime yang berujung pada kekerasan, penganiayaan, kefanatikkan, rasa saling curiga dan saling tidak percaya antar komunitas sosial. dan ujungnya juga adalah kekerasan terhadap kemanusiaan. lalu setelah modernitas dan agama ternyata sama-sama penyebab krisis dalam hidup manusia, kemanakah nantinya manusia berlabuh. adakah paham selain itu, apakah ateis.
  • Nias bangkit, Nias berjuang, Nias sejahtera, Nias sejahtera!

    Bukanlah slogan kosong untuk masyarakat nias. Tapi slogan nias bangkit, berjuang, bertindak, sejahtera adalah slogan yang punya makna. makna apa? makna kebangkitan masyarakat nias dari ketertinggalan dan keterpurukannya terutama dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan segala bidang lainnya. Caranya adalah melalui modernisasi pendidikan. Pendidikan adalah salah satu cara terbaik untuk membawa nias ke arah kemajuan. Bila masyarakat punya pola pikir maju dan punya visi dan misi ke depan bukan tidak mungkin masyarakat kita nias dalam 10 tahun ke depan akan sejajar dengan daerah-daerah lain yang telah mencicipi kemajuan.
  • Asking Pardon and Forgiving Offenses:

    You should either avoid quarrels altogether or else put an end to them as quickly as possible; otherwise, anger may grow into hatred, making a plant out of a splinter, and turn the soul into a murderer. For so you read: “ Everyone who hates his brother is a murderer “ (I Yoh 3:15) Whoever has injured another by open insult, or by abusive or oven incriminating language, must remember to repair the injury as quickly as possible by an apology, and he who suffered the injury must also forgive, without further wrangling. But if they have offended one another, they must forgive one another`s trespasses for the sake of your prayers which should be recited with greater sincerity each time you repeat them. Although a brother is often tempted to anger, yet prompt to ask pardon from one he admits to having offended, such a one is better than another who, though less given to anger, finds it too hard to ask forgiveness. But a brother who is never willing to ask pardon, or does not do so from his heart, has no reason to be in the community, even if he is not expelled. You must then avoid being too harsh in your words, and should they escape your lips, let those same lips not be ashamed to heal the wounds they have caused. Thank You!
  • Tulisan Teratas

  • Meta

Archive for September, 2008

Pesawat Merpati Tergelincir di Bandara Binaka Nias

Posted by niasbaru on September 25, 2008

Gunungsitoli, (Analisa)

Pesawat Merpati Nusantara Airlines CN-235 dengan nomor penerbangan MZ 5428/MZ 5429 rute Medan-Gunungsitoli, Rabu (24/9) pukul 13.45 WIB atau pukul 06.46 UTC (waktu penerbangan setempat) saat leanding berputar (turning) tiba-tiba tergelincir. Read the rest of this entry »

Posted in Tidak terkategori | 2 Comments »

I ALWAYS REMEMBER YOU, BADUI!

Posted by niasbaru on September 22, 2008

Marinus W.

 

Pengantar

 

            Badui! Sebuah daerah yang khas, istimewa untuk sebagian besar para Antropolog dan Sosiolog. Kekhasan dan keistimewaan Badui tampak pada budaya (culture), adat istiadat, dan manusianya. Kekhasan dan keistimewaanya itulah yang membuat para ilmuwan dari berbagai Universitas ternama di dunia jatuh hati padanya.

 

Beberapa waktu lalu, saya dan teman-teman dari Universitas Parahyangan (Fakultas Filsafat) berkunjung ke Badui. Sungguh berkesan! Begitulah opinion beberapa teman ketika ditanya bagaimana perasaan mereka selama pejiarahan kami ke Badui. Perjalanan yang menyenangkan. Seolah kami berada di dunia lain. Dunia yang sebelumnya tidak pernah kami alami, kunjungin. Maka pendapat Om Don yang mengatakan bahwa kami sedang berada di zaman batu, jaman 2000 tahun Sebelum Masehi benar. Tak terbantahkan!

 

Karena itu, artikel yang sangat sederhana ini tidak lebih dari sebuah sharing pejiarahan kami selama berkunjung ke Badui. Tentu sharing tersebut bukan hanya sharing kosong. But juga disertai refleksi mendalam dari sang penulis. Bentuk sharingnya berupa cerita & refleksi yang dilihat, dialami, dirasakan penulis dari diri orang-orang tertentu. Hal itulah yang ingin dibagikan ole penulis.

 

 

Totalitas Om Don Hasman

Setelah menempuh perjalanan ratusan kilometer dari kota kembang, Bandung, akhirnya kami turun di desa Citorek – Bogor. Di situ kami beristirahat sejenak sambil beres-beres dan sarapan. Tanpa menunggu lama setelah sarapan, kami memulai perjalanan panjang lagi. Perjalanan kali ini tidak menggunakan bus, tetapi cukup dengan berjalan kaki dari desa ke desa. Dari desa Citorek kami menuju kampung Lebah Cibeduk yang jaraknya sekitar 9 kilometer. Suatu perjalanan yang menarik sekaligus menantang karena kami harus melalui jurang, kaki gunung, sawah, dan lembah-lembah berbahaya. Jika tidak hati-hati, kecelakaan bisa saja terjadi setiap saat. Perjalanan ini saya ibaratkan  sebagai santapan yang harus kami makan selama perjalanan meskipun tidak enak.

Meskipun capek, pada akhirnya sampailah kami di kampung Lebah Cibeduk ketika jam sudah menunjuk angka 13.00 siang. Di kampung itu kami beristirahat di rumah bapak Murda, teman lama Om Done. Di rumah inilah kami menghabiskan malam sambil bercerita dan melepaskan lelah setelah perjalanan panjang yang kami lalui hari itu.

Ada banyak pengalaman yang bagi saya sendiri sangat menarik dan membuat hati tergugah olehnya selama dalam perjalanan dari desa Citorek ke kampung Cibeduk. Namun, dari sekian banyak pengalaman yang menarik itu ada satu hal yang bagi saya perlu diangkat, yaitu kepribadian Om Done. Hal ini saya anggap penting karena bisa menjadi bahan refleksi anak manusia. Menurut saya, Om Done merupakan orang yang luar biasa karena perhatian dan kasihnya kepada siapa saja.

Sejak kami berangkat dari desa Citorek ke kampung Lebah Cibeduk, Om Done selalu berbicara, mengobrol, dan memotivasi kami semua. Apapun pertanyaan yang dilimpahkan oleh para frater, selalu beliau jawab dengan mantap dan dengan hati. Dari jawaban dan penjelasan beliau, tampaklah pada kami sisi kelembutan seorang bapak kepada anak-anaknya. Oleh sebab itu, perjalanan kami tidak sepi karena selalu saja ada bahan pembicaraan dari beliau.

Umur tuanya yang sangat jauh dari kami yang muda-muda ini, bahkan lebih pantas disebut cucu-cucunya, tidak menjadi jarak penghalang bagi kami untuk bersahabat dan berbagi rasa. Beliau sangat hangat dan ramah serta selalu melemparkan senyum kepada para frater. Ilmu ini sangat mujarab ketika ada frater yang sudah mulai capek, lelah, dan loyo karena bisa memompa motivasi dan membangkitkan semangat baru. Oleh karena sikapnya yang hangat dan kebapaan, kami pun tak pernah sungkan untuk mengobrol dan bertanya kepadanya tentang apa saja, terutama tentang Badui dan suku-suku terasing lainnya di Indonesia. Beliau tidak pernah membeda-bedakan siapa kami dan memilih siapa yang paling pantas untuk berbicara dengannya. Kami semua sama di hadapannya. Beliau selalu menjawab pertanyaan yang kami lontarkan dan berbicara apa adanya. Tentu saja sesuai dengan pengetahuan yang beliau miliki. Di sinilah letak kebapaan Om Done yang dapat kami alami sendiri. Bukan hanya satu orang yang mengalami kehangatan Om Done, melainkan  kami semua. Kami semua merasa senang, dan lebih dari pada itu kami merasa termotivasi oleh kehadiran dan kepribadiannya.

Perhatian beliau menjadi lebih kentara lagi ketika salah seorang dari kami kena pisau. Beliau langsung turun tangan untuk memberi obat. Dia mengikatnya dengan kain. Akibatnya, tangan beliau penuh dengan darah. Sebenarnya hal ini, kena darah, merupakan pamali bagi beliau, namun pada saat itu tidak menjadi masalah bagi beliau karena ada orang yang memerlukan bantuan.  Sekali lagi, tampaklah sikap pelayanan dan pengorbanan Om Done.

 Pengalaman-pengalaman yang kami temukan selama perjalanan bersama Om Done membuktikan bahwa beliau sungguh-sungguh merupakan bapak bagi kami. Ia sungguh-sungguh memberi diri bagi kami secara total. Totalitasnya dalam pekerjaan dan perhatian tidak perlu diragukan lagi. Walaupun umurnya sangat jauh di atas kami, tetapi beliau sungguh-sungguh dapat menyesuaikan diri dengan kami yang masih muda-muda ini. Di sinilah saya melihat inti kerendahan hati Om Done yang luar biasa. Beliau tidak menuntut supaya orang lain menghargai dan memujinya. Namun, sebaliknya beliau memberi contoh kepada kami semua bagaimana menghargai orang lain. Ini merupakan poin yang sangat penting yang selalu saya ingat dalam hidup ini. Kata-katanya menjadi aktual dalam sikap, tindakan, tingkah laku, dan seluruh kepribadiannya. Pribadinya utuh dan seimbang, antara kata dan tindakan.  Read the rest of this entry »

Posted in Tidak terkategori | 4 Comments »

Petani Nias mulai tanam cabai

Posted by niasbaru on September 20, 2008

WASPADA ONLINE

GUNUNGSITOLI – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPD HKTI) Nias Sokhiatulo Laoli bersama Distributor Pupuk Golden Harves di Nias B Desman Hulu melakukan penanaman perdana tanaman cabai di kebun percontohan kelompok tani HKTI Kecamatan Gunungsitoli Alo’oa di atas lahan seluas 0,5 Ha berlokasi di Desa Nikootano Dao, kemarin.  Read the rest of this entry »

Posted in Tidak terkategori | 1 Comment »

Kajari: 5 kasus korupsi di Nias segera dilimpahkan

Posted by niasbaru on September 20, 2008

WASPADA ONLINE

GUNUNGSITOLI – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Gunungsitoli, Dade Ruskandar, SH, MH menegaskan pihaknya akan segera melimpahkan ke pengadilan lima kasus dugaan korupsi yang dijadikan sebagai skala prioritas untuk penuntutan.

 Penegasan itu disampaikan Kajari Gunung sitoli, Dade Ruskandar, SH. MH, Rabu (17/9). ”Tentunya dengan segala keterbatasan personil, kami perlu menentukan kasus korupsi yang penanganannya dijadikan sebagai skala prioritas tanpa mengabaikan kasus dugaan korupsi lainnya yang telah dilaporkan kepada Kejaksaan Negeri Gunungsitoli,” ujar Dade. Read the rest of this entry »

Posted in Tidak terkategori | 6 Comments »

Elite Politik Kreatif!

Posted by niasbaru on September 4, 2008

Marinus W.

 

“Kekonyolan, ketidakberesan, dan kebodohan sedang menimpa negeri ini. Ironisnya, kesontoloyo-an itu jutru terjadi di pihak elite politik dan pemerintahan kita yang seharusnya menjadi ujung tombak kemajuan bangsa” Begitulah opini Aloysius Budi Purnomo menanggapi pernyataan kepala badan intelijen negara yang menengarai bahwa sejumlah mentri Indonesia bersatu bermental sontoloyo karena berada di belakang aksi unjuk rasa yang menolak kenaikan harga BMM (Opini Kompas 7/7 2008).

Sebetulnya sebutan mental sontoloyo tidaklah tepat bahkan merendahkan, dan menyudutkan posisi seseorang baik itu sebagai pejabat publik, maupun sebagai rakyat biasa. Seolah-olah para elite negeri ini sungguh berada pada taraf yang sangat memprihatinkan sehingga pantas disebut bermental sontoloyo yang berarti konyol, tidak beres, dan bodoh. Tidak semua elite politik dapat digolongkan bermental sontoloyo, yang konyol, tidak beres, dan bodoh. Karena ada juga elite politik yang sungguh-sungguh mengabdikan dirinya hanya untuk membangun kesejahteraan, dan kedamaian rakyatnya. Biasanya mereka bukan hanya mengumbar wacana. Tapi juga tindakan (action) nyata untuk mewujudkan suatu masyarakat yang sejahtera, damai. Read the rest of this entry »

Posted in Opini | Tagged: | 2 Comments »