NIAS BARU

Nias Bangkit, Nias Berjuang, Nias Bertindak, Nias Sejahtera!

  • December 2016
    M T W T F S S
    « Nov    
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  
  • Ya’ahowu Banuada

    Salam dari saya, Marinus Waruwu. Weblog "Nias Baru: Ya`ahowu Tano Niha" ini kita jadikan wahana bertukar pikir serta mengerti lebih dalam "berita aktualita Nias". Partisipasi masyarakat Nias sangat diharapkan. Ya'ahowu. Nias berjuang, Nias Nias bertindak, Nias Sejahtera, Nias maju. Semoga!
  • Pages

  • Marinus W. : Abad-21, Kematian Modernitas dan Kebangkitan Agama-agama

    Abad-21 identik dengan bangkitnya agama-agama. Kebangkitan Agama-agama bukan dikarenakan modernitas tidak mampu lagi menjawab segala tuntutan hidup manusia. tapi karena modernitas tidak menyentuh inner/hati manusia yang bersifat rohani yang merupakan inti dari kemanusiaan itu sendiri. artinya modernitas hanya terbatas pada materi, kenikamatan hidup, sementara bagian dalam manusia tidak tersentuh sehingga manusia mengalami kekosongan rohani. akibatnya, hidup manusia selalu identik dengan kegelisahan, kekacauan, dan rasa ketidakbermaknaan hidup. mungkin saja karena modernitas hanya bergulat dengan sisi luarnya saja. artinya yang fisikal semata. sedangkan inti dalamnya terabaikan. akibatnya, Agama adalah pelabuhan terakhir hidup manusia. sebab sisi dalam hidup manusia, hanya agama yang bisa memasukinya. sayang, kebangkitan agama-agama bagai pisau bermata dua. di satu sisi, agama dapat mengkonstruksi kembali hidup manusia yang sudah hancur karena kegelisahan. di sisi lain, agama justru menjadi sebab terjadinya krisis sosial akhir-akhir ini. triumfalisme atau rasa benar sendiri agama-agama tertentu mengakibatkan munculnya fundamentalime yang berujung pada kekerasan, penganiayaan, kefanatikkan, rasa saling curiga dan saling tidak percaya antar komunitas sosial. dan ujungnya juga adalah kekerasan terhadap kemanusiaan. lalu setelah modernitas dan agama ternyata sama-sama penyebab krisis dalam hidup manusia, kemanakah nantinya manusia berlabuh. adakah paham selain itu, apakah ateis.
  • Nias bangkit, Nias berjuang, Nias sejahtera, Nias sejahtera!

    Bukanlah slogan kosong untuk masyarakat nias. Tapi slogan nias bangkit, berjuang, bertindak, sejahtera adalah slogan yang punya makna. makna apa? makna kebangkitan masyarakat nias dari ketertinggalan dan keterpurukannya terutama dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan segala bidang lainnya. Caranya adalah melalui modernisasi pendidikan. Pendidikan adalah salah satu cara terbaik untuk membawa nias ke arah kemajuan. Bila masyarakat punya pola pikir maju dan punya visi dan misi ke depan bukan tidak mungkin masyarakat kita nias dalam 10 tahun ke depan akan sejajar dengan daerah-daerah lain yang telah mencicipi kemajuan.
  • Asking Pardon and Forgiving Offenses:

    You should either avoid quarrels altogether or else put an end to them as quickly as possible; otherwise, anger may grow into hatred, making a plant out of a splinter, and turn the soul into a murderer. For so you read: “ Everyone who hates his brother is a murderer “ (I Yoh 3:15) Whoever has injured another by open insult, or by abusive or oven incriminating language, must remember to repair the injury as quickly as possible by an apology, and he who suffered the injury must also forgive, without further wrangling. But if they have offended one another, they must forgive one another`s trespasses for the sake of your prayers which should be recited with greater sincerity each time you repeat them. Although a brother is often tempted to anger, yet prompt to ask pardon from one he admits to having offended, such a one is better than another who, though less given to anger, finds it too hard to ask forgiveness. But a brother who is never willing to ask pardon, or does not do so from his heart, has no reason to be in the community, even if he is not expelled. You must then avoid being too harsh in your words, and should they escape your lips, let those same lips not be ashamed to heal the wounds they have caused. Thank You!
  • Tulisan Teratas

  • Meta

NIAS MAJU

Nias tidak pernah maju tanpa usaha, kerja keras, dan kemauan untuk berkembang dari masyarakat Nias sendiri. Karena itu, kita Kaum Muda Nias harus serius meraih kesuksesan. Tentu demi membangun masyarakat NIAS kelak yang maju dan sejahtera. Silahkan saudara-saudariku Ono Niha menulis kiat-kiat anda dalam rangka membangun masyarakat Nias ke depan!

34 Responses to “NIAS MAJU”

  1. Marthin L. said

    Semoga Nias maju terus. Pantang mundur ya!

  2. ersa liuZ zendrato said

    bangunlah setiap pribadi manusia di pulau nias
    bukan miski-bukan bodoh, tpi orang nias malas mementingkan diri sendiri.
    lo faomasi nawo, nano isonda maifu talifusonia ba iusahako enao lumana.
    notobaki wangra-ngera. 150 tahun kristen masuk di Nias dan 100 % kristen.
    Pertanyaan: mengapa sampai berubah sekarang ini apa yang terjadi?
    gempa merupakan tanda2 bagi warga nias, injil tidak diberitakan di daerah lain, injil hanya khusus untuk pulau nias.
    Tuhan marah dan pulau nias harus digancangkan………..
    hai orang nias bangkitlah dari keterpurukan paradigma lama………lihatlah orang sekitarmu kenapa maju!!!!!!!!!!!!
    bertobat hai kamu orang nias yang sombong dan angkuhhhhhh

  3. FOIMAN ZEGA said

    Kalau kita pikir2 pulau nias sangat kaya melalui dalam bidang perekonomian, tapi warga nias kita yang tidak berusaha untuk mmengelola warisan yang telah di sediakan.kalau kita lihat banyak warga nias
    merantau ntuk mencari nafkah.
    sebagai pertanya’an saya : apakah di nias ,kita takbisa mencari nafkah?

    Dari : foiman zega
    MEDAN

    • Mesra Waruwu said

      Kemajuan Nias yang kita dambakan bersama adalah menjadi tanggung jawab sebagai Pemuda-Pemudi Nias. Walaupun kita berbeda Study, profesi, politik, Agama, dll. Mari kita mengenal siapa diri kita dihadapan Allah dan sesama kita, bahwa kita diciptakan untuk berelasi, bersosialisasi dan saling mengasihi, seperti Kristus mengasihi kita. Untuk kemajuan Nias perlu kita bergandengan tangan tanpa rasa dengki, benci. Namun bekerja keras dan saling bahu membahu dengan menciptakan lapangan kerja bagi yang pengangguran, mengulurkan tangan bagi yang membutuhkan. Dan saatnyalah Kita anak Nias meninggalkan keangkuhan, kesombongan, keegoisan, serta rasa benci dan rasa iri hati. Kemajuan Nias harus dimulai dari diri kita sendiri dengan mengenal Allah dan Kasih-Nya melalui Yesus Kristus. Yahowu

  4. NIas tak maju karena sudah bagian untuk tidak maju.mungkin kalau seperti pulau lain atau daerah lain cepat maju tentu kita yang sudah merasa maju tidak berpikir tentang hal ityu.Dan justru karena daerah kita susah di jangkau dan susah untuk maju walau hanya kata dan pikiran kita,bagi kita yang muda dan yang memikirkan tentang kemajuan daerah kita mari kita berusaha dan memberi dorongan demi kebaikan daerah kita.jadi kalau kita hanya diam,Diam,dan diam saja, menunggu,menunggu,dan menungugu kapan Daerah kita Maju Bakalan Bisa.Dan kita yang masih muda ini mari kita mendukung serta memberi comment kita,jangan mengatakan kalau kita tidak bisa dan tidak mau,tetapi harus kenapa kerena ini semua demi kebaikan Nasib kita dan keturunan kita serta kemajuan daerah kita.Kita lahir ubntuk kita k,kita berpikir untuk kita dan kita berusaha untuk kita,serta kita bisa untuk kita dan kita maju untuk kita,semua untuk kita,dan Kita Maju Pantang mundur demi Menjunjung dan Melestarikan Pulau kita Nias.Yang kita Cinta.KIta Cinta Tanah Kita Cinta Pulau Kita dan KIta Cinta Usaha Kita dan Kita cinta Kemajuan Kita.Dan Buat pemerntah kami kemarin aku sudah menulis di comntq Walau Nias Susah di jangkau dan Pulau Nias seakan Asing dari Negara Indonesia di sebabkan karena kesusahanya untuk di jangkau.Dan Justru karena susah di Jangkau Kami memohon Putra-Putri Nias Perhatikanlah Pulau kami Sebab Pulau kami Nias adalah bagian dari Negara Indonesia.dan Bagi Orang Tua kami dukung kami marilah kita bersatu hati dan satu Pikiran serta satu Tujuan demi Memajukan pulau kita Nias Yang Kita Cintai.sekali lagi aq sangat berterimakasih kepada abng Marinus Yang telah Menduluankan kami atau telah jadi contoh pada kami untuk mengutarakan uraian kata demi kata untuk melstarikan Daerah Kita.dan Bagi para Bapak Pendeta dan para Bapak gembala,dimana pun kita berada KAmi memohon Di Doakan mohon campur tangan Tuhan atas rencana kami yang Muda2 ini. dan Tidak di Khusskan kita Wajib Melakukan ini dan kita banyak BerDoa supaya semua bisa tercapai itulah yang terutama.Bila rencana kita baik Maka Hasilnya baik.Cepat atau lama Tuhan Telah Menyediakan Semua itu bagi kita.Tuhan Memberkati kita semua.

    • Mesra Waruwu said

      Nias pasti Maju,,, dengan bangkitnya generasi baru yang memiliki hati nurani yang murni dan bersih serta tulus…. pengenalanmu kita Tuhan, maka kita adalah orang-orang yang memulai mengulurkan tangan lebih dulu, sebelum orang lain. Yahowu

  5. arisman ziliwu said

    Sampai sekarang kenapa nias ga maju-maju tentu semuanya bertanya kenapa bisa begitu? satu alasan yang penting adalah karena setiap kita anak-anak Nias banyak keegoisan dalam diri kita. Kita tahu bahwa setiap orang punya keegoisan benar ndak. Menurut saya Nias bisa maju dengan adanya kerjasama antara yang satu dengan lainnya. Jangan saling (Modonitou ahe nawonia). Kalau kita mempunyai prinsip kayak gitu Nias tidak akan maju. Sekarang apa yang kita lakukan sebagai anak-anak Nias. Mari kita saling melengkapi satu dengan yang lain atau saling kerja sama. Kalau kita lihat dari segi perekomian bukannya kurang malah kita tidak bisa mengolahnya. Malah kita meninggalkan kampung halaman sendiri pergi untuk merantau sementara di kampung kita masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan. Untuk itu kita harus bangkitkan Nias kembali baik yang ada di perantauan maupun yang masih sekolah. Kita juga yang masih sekolah ketika selesai mari kita mendukung satu dengan yang lain. Jangan karena kita sudah sekolah kita tidak menghiraukan yang belum sekolah.

  6. ZILIWU said

    BANGKITLAH NIAS KEMBALI MARI KITA SALING BERGANDENGAN TANGAN. SEBAGAI ANAK-ANAK NIAS KITA HARUS BEKERJA KERAS UNTUK MEMBANGUN NIAS. SAYA YAKIN DAN PERCAYA DENGAN ADANYA KERJA SAMA YANG BAIK PASTI NIAS AKAN MAJU. JANGAN ADA YANG INGIN MENANG SENDIRI JANGAN ADA YANG KORUPSI. KITA HARUS MEMPUNYAI MOTTO “BERSATU KITA TEGUH BERCERAI KITA RUNTUH” KITA HARUS SAMA-SAMA MERASAKAN APA YANG DIRASAKAN OLEH ORANG LAIN. DEMI UNTUK KEMAJUAN NIAS. TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEMUA.

  7. Firdaus Gulo said

    Bravo Nias dan khusus Nias Barat tolong di link disini berita aktual Nias Barat yang ada di http:/www.gemaniasbarat.wordpress.com

    Terima kasis
    GBU

  8. Firdaus Gulo said

    Shalom

    Masyarakat Nias Barat yang berada di pulau jawa dan sekitarnya akan mengadakan syukuran sekaligus Natal atas disahkannya UU OTDA KABUPATEN NIAS BARAT yang diadakan pada :

    Hari Tanggal : SABTU / 20 Desember 2008
    Mulai : pukul 17.00 Wib s/d selesai
    Tempat : Auditorium Gedung Balai Pustaka Jln. Gunung Sahari Raya no.4 Jakarta
    Pusat (Seberang Terminal Pasar SENEN Jakarta pusat)
    Acara : – Kebaktian
    – Hiburan lagu rohani oleh artis Nias dan artis Ibukota
    – Tarian Maena Rohani

    Mohon komunitas masyarakat Nias Barat yang mau membawakan koor/vokal group mendaftarkan kepada Panitia cq Sie Acara Bpk Ama Kristian (0813-86-388388) selambat-lambatnya satu hari sebelum acara.

    Yaahowu
    Beritanya lihat di http://gemaniasbarat.wordpress.com

  9. Yapeti Waruwu said

    Ya’ahowu,

    Nias Maju…..itu bukanlah merupakan sesuatu hal yang tidak mungkin, namun apa yang bisa memungkinkan itu terjadi?
    Menurut saya, adal beberapa yang harus kita perhatikan:-
    1. Pendidikan yang lebih baik
    2. kebersamaan dalam jiwa persaudaraan
    3. Hilangkan iri hati kepada sesama

    Apakah ke-3 hal diatas sulit untuk dilakukan????????

    Kalau memang tidak sulit, marilah kita mulai mempraktekkannya dalam kehidupan kita sehari-hari, kita mulai dari kita yang tergabung dalam Webblog ini.

    Semoga Tuhan Memeberkati kita Semua….Amin

  10. Drs Firman Harefa said

    Belajar dari Kreativitas Bupati ”Pengemis”

    Oleh: Drs. Firman Harefa, S.Pd

    Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan Kantor Administrator Pelabuhan Kelas I Dumai – Riau

    Termasuklah saya, walau sebagai orang Nias di perantauan, saya tetap selalu memantau perkembangan dan kemajuan apa yang sedang dan telah terjadi di Tano Niha yang kita cintai. Mimpi saya tak muluk, barangkali ini juga mimpi banuada fefu semua. Apalagi kini setelah ada lima daerah otonom yang akan membangun Nias ke depan. Ibaratnya, dengan lima mesin sekaligus, kapal yang bernama Nias ini akan lebih cepat sampai di tujuan. Bukankah demikian logikanya?
    Tapi tentu lima mesin saja bukan jaminan utama untuk segera tiba meraih harapan itu. Di depan, akan banyak ombak dan angin kencang bakal menerpa haluan dan seisi kapal. Dalam situasi demikian, penumpang pastinya ingin selamat. Dan, mau tak mau harapan keselamatan itu ditumpu pada sang nakhoda.
    Nakhoda punya kuasa penuh, apakah membiarkan kapal itu karam atau dengan berbagai upaya menyelamatkan kapal berikut penumpangnya? Untuk menjawab ini, terpulanglah pada sang nakhoda. Apakah dia akan jadi pahlawan? Kita semua berharap demikian.
    Ilustrasi diatas saya paparkan bukan untuk mengajak pembaca berimajinasi. Lebih dari itu, barangkali bisa membuat tulisan ini jadi lebih menarik dan mudah-mudahan bisa menjadi bahan perenungan kita bersama, Ono Niha dimanapun berada. Saya punya harapan, Anda punya harapan, anak cucu kita pun demikian. Kita semua punya harapan.
    Dalam tulisan ini, saya memfokuskan pembahasan tentang mengelola potensi yang ada di Nias. Tujuannnya, kelak, potensi yang saat ini terbiar bisa menjadi primadona Nias, bahkan primadona Indonesia. Bagaimana caranya?
    Saya mulai dengan kutipan kalimat; ”Jika Anda tidak tahu kemana Anda akan pergi, maka Anda bisa berhenti dimana saja (Yogi Berra)”. Kalimat yang sederhana, namun memberi inspirasi besar bagi saya. Inspirasi saya, tentu juga saya harap bisa menjadi inspirasi bagi Nias, tanah kelahiran saya.
    Kira-kira, makna yang saya tangkap dari kalimat itu begini; dalam hidup, apapun yang hendak kita gapai, tentunya kita harus punya patokan, ukuran ataupun sasaran. Sehingga walaupun jalan yang dihadapi berliku, kita bisa berhenti pada tempat yang pas untuk memulai jalan berikutnya.
    Dalam kaitan ini, saya coba tarik semangat sekaligus memotivasi Nias yang kini dibidani lima daerah otonom baru. Tentu, sebagai daerah yang baru, banyak hal yang harus dipelajari demi menjalankan amanat pemekaran, yakni mensejahterakan masyarakat Nias.
    Belajar dari daerah yang lebih maju tentu akan memberikan dorongan bagi kita untuk memajukan daerah kita sendiri.
    ****

    Setahun silam, ketika membaca Majalah HORAS Edisi No 90/05-31 Desember 2007, ada satu berita menarik perhatian. Judulnya seingat saya, ”Bupati Tobasa Kembali Menerima Penghargaan”.
    Bukan soal penghargaan itu sisi menariknya. Tapi, sebab ia menerima penghargaan itulah magnet dari berita tersebut bagi saya. Monang Sitorus, demikian nama bupati Tobasa yang menerima penghargaan tersebut. Selama memimpin Tobasa, dia dinilai berhasil menggali potensi daerah hingga menjadi unggulan dan kebanggaan masyarakat.
    Tahun 2008, masih di Majalah HORAS, tepatnya edisi 103, 11-31 Desember, kembali saya temui sosok beliau dalam salah satu rubrik. Kali ini judul beritanya ”PT Hutahean Group Tanam Jagung 100 Hektar di Tobasa”. Lalu, pada Majalah HORAS Edisi 104/10-25 Januari 2009, di cover majalah dwimingguan ini, poto Monang Sitorus terpampang sedang bersalaman dengan Presiden SBY. Judulnya, ”Tobasa Memang Hebat”. Kabupaten Tobasa berhasil mencapai target produktivitas beras nasional diatas 5 persen.
    Membaca berita ini mendorong saya untuk mencari makna dibalik pemberitaan tersebut sehingga saya tak sekedar membaca. Yang pasti, sebagai pemimpin, upaya Monang Sitorus mensejahterakan masyarakatnya pantas dicontoh.
    Dia mulai dari hal sederhana, yakni menggalakkan masyarakatnya menanam pada lahan-lahan yang terbiar. Memang awalnya sulit, namun karena komitmennya sangat kuat untuk melakukan swasembada pangan dan benar-benar berniat mensejahterakan rakyatnya, Monang bahkan menjadi ”pengemis”. Dia antusias mengajak dan melibatkan masyarakat serta para stakeholders pertanian agar memberikan bantuan.
    Dan kini, upaya itu berbuah manis. Produksi jagung Tobasa mencapai 14-15 ton per hektar dan melampaui produksi rata-rata jagung nasional, 8 ton per hektar. Demikian juga produksi beras, Tobasa malah melewati produktivitas beras nasional. ”Memang hebat dia,” ujar seorang teman diskusi saya.
    Sepertinya gampang, namun proses waktu yang dijalani tak semudah itu. Pertama-tama Pemkab Tobasa bekerjasama dengan ilmuwan melakukan kajian untuk mengetahui tanaman apa yang cocok dikembangkan dan sesuai dengan kondisi Tobasa.
    Misalnya ketika tanaman jagung yang direkomendasikan, Pemkab Tobasa lalu membuat kebijakan serta mempersiapkan program-program penunjang. Salah satunya, APBD Tobasa disisihkan untuk mengantisipasi fluktuasi pasar. Jadi, dengan demikian, masyarakat yang menanam jagung semakin termotivasi dan berlomba-lomba karena walaupun harga jagung anjlok, petani jagung Tobasa tak terkena imbas. Pemkab akan membeli jagung sesuai harga standar.
    Makanya dengan komitmen seperti itu, tak heran jika kini jagung merupakan salah satu komoditi unggulan Kabupaten Tobasa. Dan, melihat fakta yang ada, investor seolah berlomba menanamkan investasinya. Terakhir saya ketahui, Singapura dan China mulai menjajaki peluang bisnis lainnya di Tobasa.
    Karena keberhasilannya ini, Monang Sitorus dijuluki Bupati Jagung. Tak hanya itu, tahun 2008, kabupaten yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang No 12. Tahun 1998 ini menempati posisi teratas (PDRB/Kapita tertinggi di Sumatera Utara). Sebuah prestasi luar biasa untuk daerah yang berusia relatif muda.
    ****

    Pemberitaan diatas jika kita selami maknanya, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa bupati Tobasa, Monang Sitorus sangat berhasil membangun daerahnya melalui tanaman jagung, lalu beras. Dan, keputusannya menyediakan dana penyanggah dalam APBD, sungguh satu kebijakan yang benar-benar pro rakyat.
    Hal lain yang membuat saya salut dengan Monang, dia memiliki inovasi dan kreativitas serta sensitifitas memunculkan potensi unggulan daerahnya demi kesejahteraan masyarakat Tobasa. Saya tak sungkan memujinya, bahwa tipe pemimpin seperti inilah yang diharapkan oleh otonomi daerah.
    Maaf, bukan maksud saya membandingkan atau berpikir negatif. Saat ini fakta yang tersaji masih banyak pemimpin daerah yang hanya mampu mengelola apa yang sudah ada sambil mengharapkan bantuan dari pusat sehingga daerah yang dipimpinnya stagnan dalam berbagai hal.
    Ini bukan berarti mengharamkan untuk tidak mencari bantuan dari pusat. Tapi harusnya potensi daerah juga digali dan dikembangkan menjadi kekuatan daerah itu sendiri sehingga kelak bisa mandiri tanpa bergantung kepada siapapun.
    Bercermin dari keberhasilan Bupati Jagung ini, barangkali tak ada salahnya pimpinan-pimpinan daerah lain juga berpikir hal yang sama di daerah yang dipimpinnya sesuai dengan kondisi dan potensi yang ada. Bahwa yang perlu dicatat, keberhasilan bukan datang begitu saja tanpa kerja keras dari semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat. Artinya, berbagai program yang dicanangkan jangan hanya diatas kertas atau hanya untuk dibahas dalam rapat-rapat. Ajak semua elemen masyarakat melakukan pengawasan dan berpartisipasi dalam pembangunan.
    Sebagai putra Nias, saya, Anda, dan kita semua tentu punya harapan agar pimpinan daerah yang ada di Nias bisa melakukan hal serupa seperti yang dilakukan Bupati Jagung, Monang Sitorus. Saya yakin, apabila lima daerah otonom di Nias memiliki kreativitas dalam menggali potensi daerah, kembali saya katakan mustahil Nias tidak maju dan mampu bersaing dengan daerah-daerah lain di Republik ini.
    Nias harus bangkit, harus sadar dan harus maju. Selanjutnya, berlari dengan beragam potensi yang belum tergarap maksimal. Oleh karena itu, kebersamaan dalam segala hal mutlak menjadi syaratnya. Sebab, dengan kebersamaan, segala yang dikerjakan akan lebih memuaskan.
    Harus diingat, sebagai kapal yang baru berlayar, pemimpin-pemimpin di Nias sebagai nakhoda harus tau kemana arah yang dituju. Sebab, hanya dengan arah yang pasti, kita akan bisa berhenti ditempat yang pas, bukan dimana saja. Mudah-mudahan.
    ============

  11. Drs. Firman Harefa said

    Tuan Obama, Hentikan Perang Itu!

    Oleh: Drs. Firman Harefa, S.Pd

    Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan Kantor Administrator Pelabuhan Kelas I Dumai – Riau

    Resolusi nomor 1860 tanggal 9 Januari 2009 yang dikeluarkan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) seolah tak ada arti karena dentuman bom, rentetan senjata dan korban yang terus berjatuhan di Palestina terus saja terjadi. Damai belum juga wujud di Gaza, setidaknya hingga tulisan ini dipublikasikan. DK PBB itu mandul, tak menunjukkan keperkasaannya menciptakan perdamaian di dua wilayah Timur Tengah yang kini bertikai hebat itu.
    Dunia mengutuk, masyarakat internasional pun mengecam agar perang dihentikan. Memang pantas rasa solidaritas kita gelorakan meski kita berada di belahan bumi yang lain. Kemanusiaan dan kedamaian haruslah dikedepankan demi kehidupan yang berkelanjutan.
    Menjadi pertanyaan barangkali, apa yang bisa menghentikan perang itu? Atau siapa yang bisa menghentikan perang yang menyebabkan korban tak berdosa terus berguguran itu?
    Berharap pada pemimpin di Timur Tengah (Arab) yang secara geografis menjadi saudara paling dekat dengan Palestina maupun Israel? Rasanya pembelaan yang tampak setengah hati. Kita pun mafhum, sedangkan berbagai konflik internal saja, mereka belum mampu mengatasinya. Inikan pula untuk menghentikan perang yang entah merebutkan apa antara Israel dan Palestina.
    Selain konflik internal, kita juga tahu bahwa banyak negara Arab berada pada kendali Amerika Serikat (AS). Ini sudah jadi rahasia dunia. Tapi sudahlah, itu cerita lain. Yang diinginkan masyarakat internasional saat ini adalah perang segera berhenti dan masyarakat Palestina mendapatkan kembali hak-hak hidup layaknya manusia lain di muka bumi.
    Setidaknya, hingga memasuki hari ke 20 perang Israel-Palestina, sudah lebih 1000 jiwa terkorban, yang umumnya masyarakat sipil dan didominasi anak-anak. Tidakkah besarnya jumlah korban itu menjadi syarat bahwa damai dan gencatan senjata harus dihentikan? Belum puaskah kedua belah pihak mempertontonkan penderitaan anak yang kehilangan ibu, istri yang kehilangan suami, orang-orang tercinta, harta benda, bahkan tempat berteduh sekalipun? Coba bayangkan, jika itu semua menimpa kita.
    Perang telah merusak tatanan kemanusiaan dan peradaban. Air mata bercampur darah. Nyawa seolah tak ada arti. Hari-hari dan setiap tarikan nafas rakyat Palestina adalah momok yang menakutkan. Tubuh-tubuh yang tercabik bergelimpangan itu pun berharap, tolong perang dihentikan!
    Tapi, kepada siapa harapan itu digantungkan ? Lembaga dunia sudah berupaya, namun serangan tetap tak berhenti. Masyarakat Internasional pun lantang berseru, mengutuk dan mengecam bahwa perang hanya menimbulkan kesengsaraan.
    Sejuta pertanyaan, sejuta harapan. Tapi, secercah sinar itu memang masih ada. Dunia kini tertuju pada satu sosok baru pemimpin negara superpower, Amerika Serikat. Dialah Barrack Hussein Obama, presiden terpilih ke 44 negeri Abang Sam. Obama sesungguhnya memegang kunci yang menentukan apakah perang terus lanjut atau dihentikan.
    Mengapa Obama? Dari berbagai fakta, Israel adalah anak emas AS di Timur Tengah. Karena dukungan AS-lah, Israel berani dan semakin menjadi-jadi menggempur Palestina. Pasalnya ketergantungan Israel kepada AS sangat luas. Misalnya saja subsidi ekonomi, pasokan senjata dan bantuan yang mengalir tiap tahun ke Israel. Dengan kata lain Israel lain adalah ”peliharaan” AS.
    Kita pun melihat betapa kuatnya keberpihakan negara adidaya tersebut terhadap Israel. Misalnya, ketika DK PBB menyerukan gencatan senjata. Dari 15 negara anggota DK PBB, hanya AS yang abstain dalam voting yang menghasilkan resolusi nomor 1860. Dan, kita sadar, lembaga dunia yang terhormat itu ternyata tak berdaya tanpa AS. Makanya Israel mengabaikan resolusi PBB itu dan terus beringas menggempur Palestina.
    Semula, sikap Obama acuh, seolah tak ada perhatian sama sekali terhadap agresi Israel ke Palestina. Kita pun geram, lalu menilai Obama ternyata tak ada bedanya dengan pemimpin AS terdahulu. Padahal, dalam kampanyenya ketika pemilihan presiden, ia lantang menyerukan penghapusan diskriminasi. Menurut saya, perang juga salah satu bentuk diskriminasi.
    Rupanya presiden kulit hitam pertama di AS ini sadar dunia membutuhkan ketegasannya. Kemudian ia angkat bicara. Sebagaimana dilansir berbagai media, Obama berjanji akan menghentikan serangan itu di hari pertamanya menjabat Presiden AS. Sungguh luar biasa, janji Obama ini bagai peneduh ditengah terik matahari.
    Dia resmi dilantik tanggal 20 Januari 2009 sebagai Presiden AS yang akan membawa perubahan lebih baik di muka bumi. Dia adalah orang yang punya perasaan kemanusiaan yang tinggi. Walau memimpin di negara adikuasa yang paling disegani dunia, dia tak bisa menipu hati nuraninya melihat kenyataan yang ada. Sikapnya yang berani mengeluarkan pernyataan penting sebelum dilantik, inilah yang membedakan Obama dengan pendahulunya yang kerap mengabaikan rasa kemanusiaan. Mungkin, Obama satu-satunya Presiden AS yang tegas menyatakan sikap seperti ini selama berlangsungnya perang Israel dan Palestina lebih kurang 60 tahun.
    Jujur saja, kita berharap penuh atas janji Obama ini. Mudah-mudahan sebelum dan sesudah tanggal 20 Januari 2009 tak ada kuasa lain yang mampu mengubah keputusannya menghentikan perang Israel dan Palestina untuk selama-lamanya dari kehidupan di muka bumi.
    Oleh karena itu, sambil harap-harap cemas menunggu realisasi janji tersebut, tidak ada salahnya kita doakan agar perjalanan Obama memimpin AS dapat berlangsung sukses dan lancar karena dia kita butuhkan untuk perdamaian dunia. Bravo Obama, jadilah pemimpin dunia yang lebih arif dan bijaksana. Dan, tolonglah hentikan peperangan itu.

    Tulisan Ini sudah dimuat di Harian Riau Pos, Selasa 20 Januari 2009
    dan Harian Padang Ekspress, Kamis 22 Januari 2009.

  12. Moel said

    Memaknai Imlek dalam Kehidupan Bernegara

    Oleh: Drs. Firman Harefa, S.Pd

    Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan Kantor Administrator Pelabuhan

    Kelas I Dumai – Riau

    Pada 26 Januari 2009, masyarakat Tionghoa menyambut sekaligus merayakan Tahun Baru Imlek

    2560. Layaknya tahun baru, Imlek kini juga dirayakan seperti Natal dan Idul Fitri atau

    hari-hari besar lainnya. Secara terbuka dan meriah tentunya.
    Tahun Baru Imlek merupakan salah satu hari raya Tionghoa tradisional, yang dirayakan pada

    hari pertama dalam bulan pertama kalender Tionghoa. Namun, jika ada bulan kabisat kesebelas

    atau kedua belas menuju tahun baru, maka Imlek akan jatuh pada bulan ketiga setelah hari

    terpendek. Ini pernah terjadi tahun 2005 dan baru akan terjadi lagi pada tahun 2033.
    Sejarah mencatat, penanggalan Imlek dimulai sejak tahun 2637 SM, sewaktu Kaisar Huang Ti

    (2698-2598 SM) mengeluarkan siklus pertama pada tahun ke-61 masa pemerintahannya. Ketika

    ini, penetapan tahun baru berperan amat penting, karena menjadi pedoman mempersiapkan segala

    pekerjaan untuk tahun yang berjalan.
    Penanggalan Imlek dan penanggalan masehi berselisih 551 tahun. Dihitung berdasarkan

    kelahiran Nabi Khongcu pada tahun 551 sebelum masehi. Makanya, tahun Imlek lazim disebut

    sebagai Khongculek. Jadi, jika tahun masehi saat ini 2009, maka tahun Imleknya menjadi 2009

    + 551 = 2560.
    Sejatinya, orang Cina menyebut tahun baru ini adalah Sin Cia Imlek. Im berarti bulan,

    sedangkan lek bermakna penanggalan. Perayaan yang dimulai pada tanggal 30 bulan ke-12 dan

    berakhir pada tanggal 15 bulan pertama ini bermula dari sebuah perayaan yang dilakukan oleh

    para petani di Cina. Acaranya meliputi sembahyang Imlek, sembahyang kepada Sang Pencipta,

    dan perayaan Cap Go Meh. Tujuan dari semuanya itu tak lain sebagai wujud syukur dan doa

    harapan rezeki di tahun akan datang lebih banyak. Juga sebagai ajang silaturahmi.
    Setiap acara sembahyang Imlek, minimal disajikan 12 macam masakan dan 12 macam kue yang

    mewakili lambang-lambang shio yang berjumlah 12. Kue yang dihidangkan biasanya lebih manis.

    Ini harapan agar kehidupan di tahun mendatang menjadi lebih manis. Ada pula kue lapis

    sebagai lambang rezeki yang berlapis-lapis. Sedangkan kue mangkok berwarna merah dan kue

    keranjang biasanya disusun ke atas. Ini simbol kehidupan manis yang kian menanjak dan mekar

    seperti kue mangkok.
    Di Indonesia, selama 1965-1998, tahun baru Imlek haram dirayakan di depan umum. Rezim Orde

    Baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun

    1967 tentang larangan segala hal yang berbau Tionghoa. Jadi, selama tiga generasi, etnis

    yang mengenal 12 shio ini merasakan pahit dan sakitnya diskriminasi serta terpinggirkan dari

    arena kehidupan berbangsa dan bernegara.
    Untunglah reformasi bergulir dan angin segar itu berimbas juga pada etnis Tionghoa. Orde

    Baru runtuh dan hampir seluruh peraturan yang mendiskriminasi, perlahan dieliminasi.

    Perayaan tahun baru Imlek secara Nasional pertama kali dilaksanakan oleh Majelis Agama

    Konghucu Indonesia (Matakin) tanggal 17 Februari 2000.
    Ketika Abdurrahman Wahid menjadi Presiden RI, terbit Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2000

    yang mencabut Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 tentang Agama, Kepercayaan, dan Adat

    Istiadat Cina. Kemudian Presiden Megawati Soekarno Putri mengeluarkan Keputusan Presiden

    Nomor 19 Tahun 2002 yang meresmikan Imlek sebagai hari libur nasional. Sejak itu, Imlek

    bebas dirayakan secara terbuka dan hingga kini masa pemerintahan Presiden SBY, Imlek diakui

    sebagai salah satu keragaman yang ada di Indonesia.
    Kita hendaknya tidak atau jangan melihat lagi bahwa orang Tionghoa adalah ”orang lain”

    dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Juga jangan ada lagi dikotomi kami,

    yang ada adalah kita.

    Tahun Kerbau

    Apa yang membedakan Tahun Baru Imlek dengan tahun baru lainnya? Yang paling mudah ditandai

    adalah perlambangan shio yang menyertainya. Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, shio

    mengandung makna sekaligus peringatan bagaimana berbuat dan bersikap menjalankan kegiatan

    selama berlangsungnya tahun tersebut. Sesuai tradisi, Tahun Baru 2560 termasuk Tahun Kerbau.

    Sang kerbau digambarkan sedang dalam perjalanan.
    Kerbau dikenal jenis hewan pekerja keras, rendah hati, sabar dan cinta damai. Ditarik sisi

    positifnya, maka pada tahun 2009 ini kita dituntut tidak leha-leha atau diam berpangku

    tangan. Kerja, kerja, kerja, tak kenal lelah seperti kerbau, itulah yang harus dilakukan

    jika ingin mencapai keberhasilan. Logika memang, pesan ini cukup relevan dengan kehidupan

    saat krisis global melanda dunia.
    Kita tentu berharap bahwa tahun baru akan menjadi babak baru kesuksesan serta berbagai

    harapan lain untuk kita semua lebih maju, lebih baik. Oleh karena itu, perlu

    tindakan-tindakan nyata yang baru pula. Sebab, jika hanya mengharap dan mengharap, maka

    semua harapan akan sia-sia belaka.
    Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, hendaknya pesan Imlek ini dapat dijadikan

    momentum perubahan agar setiap kebijakan pemerintah lebih berpihak pada rakyat. Apalagi

    bangsa ini akan menghadapi hajatan besar yakni Pemilu 2009. Keterlibatan aktif masyarakat

    Tionghoa untuk menggunakan hak pilihnya jangan di sia-siakan karena masa-masa diskriminasi

    telah berakhir.
    Kini saatnya kita berbenah, introspeksi diri, dan lebih peduli dengan sesama. Keyakinan

    bahwa setiap tantangan sesungguhnya di balik itu ada peluang, harus diyakini. Hanya

    orang-orang positif yang akan melihat peluang meskipun itu di antara himpitan, cobaan atau

    hambatan sekalipun. Sedangkan orang yang berpikiran negatif selalu hanya melihat ancaman

    meskipun peluang itu ada di depan mata. Tergantung bagaimana kita menyikapinya.
    Sebagai warga negara yang sah dan mendapatkan kedudukan sama di Republik ini, masyarakat

    Tionghoa juga wajib memiliki nilai-nilai yang bisa disumbangkan untuk kemajuan dan

    kesejahteraan bangsa. Barangkali perlu juga diingat, ditengah kondisi krisis global saat

    ini, perayaan Tahun Baru Imlek janganlah hanya mengedepankan pesta pora dan hura-hura.

    Sebab, selain kurang etis, berpesta pora saat krisis juga bisa menambah berat beban

    perekonomian karena secara tak langsung bisa memancing kenaikan harga. Semoga Tahun Baru

    Imlek 2560 membawa harapan baru untuk perbaikan yang nyata dan lebih merekatkan kebersamaan

    dalam masyarakat.
    Gong Xi Fa Cai.

    Mudah-mudahan tulisan ini memberi manfaat bagi saudara kita yang merayakan Imlek.

  13. yusman dawolo said

    membangun Nias itu sebenarnya sangatlah mudah, asal masyarakat mau berubah aja dan pemimpin yang berkuasa benar-benar berjuang untuk kepentingan rakyat.

    perubahan masyarakat yang saya maksud adalah perubahan pola pikir, karena jika pola pikir telah berubah, maka tindakan (pola hidup) masyarakat kitapun akan ikut berubah.

    cara merubah pola pikir inilah yang menjadi tugas kita bersama. Mungkin salah satunya adalah kita gerakkan bagaimana masyarakat Nias SENANG MEMBACA, TIADA HARI TANPA MEMBACA.ini kita jadikan sebagai nutrisi otak.

    atau cara lain untuk merubah pola pikir ini adalah sesering mungkin kita mengadakan penyuluhan-penyuluhan dimasyarakat, seminar-seminar dan lebih-lebih jika yang kita adakan berupa training bagai mana cara merubah pola pikir dan pola hidup yang selama ini di jalani masyarakat kita.

    selain itu, kita berikan motifasi dan mengajak mereka untuk membuat proposal hidupnya dengan jelas,baik dari segi tujuan yang jelas, target yang akan dicapai dan menentukan waktu kapan akan tercapai.

    dengan moti fasi yang kita berikan dengan sistimatis, maka masyrakat kita akan beranni “BERMIMPI DAN MEUJUDKAN IMPIAN-IMPIANYA” tidak harus yang sudah tamat sekolah, yang belum tamat SDpun bisa SUKSES dalam hidup ini jika dia tau CARA UNTUK SUKSES KARENA SUKSES ITU ADA ILMUNYA dan perlu diingat bahwa kesuksesan adalah milik semua orang.

    “kita tidak bisa merubah arah angin, tapi kita bisa merubah haluan kita untuk mencapai tujuan”
    optimislah,,, keyakinan samadengan hasil. anda yakin SUKSES, maka anda akan SUKSES.
    nah, jika keyakinan ini telah muncul pada diri kita masyarakat kita, maka akan terwujudlah apa yang kita harapkan. yaitu MASYARAKAT NIAS YANG MAKMUR DAN SEJAHTERA. dengan izin Allah… yaahowu

  14. KAMI SISWA-SISWI SMAN 1 PLUS MATAULI PANDAN BERTEKAD UNTUK MEMBAWA NIAS KEDALAM PERUBAHAN..
    KAMI BERUSAHA MASUK DAN BELAJAR DI MATAULI, DENGAN 1 TUJUAN,YAITU SUPAYA ANAK2 DARI NIAS DITEMPA UNTUK BISA MEMAJUKAN NIAS..
    OLEH KARENA ITU,KAMI BERHARAP KEPADA SELURUH MASYARAKAT NIAS,UNTUK MAU MEMPERHATIKAN KAMI PUTRA-PUTRI DAERAH NIAS YANG BELAJAR DAN MENCARI ILMU DI LUAR PULAU NIAS..
    KAMI BERJANJI UNTUK BERUSAHA MEMAJUKAN PULAU NIAS..
    TERIMAKASIH..
    YAAHOWU!
    HIDUP NIAS!

  15. pak saya sudah baca surat yang bapak kirimkan, trimakasih. pak kapan ke STTIAA. yamo.???????????????????????????????

  16. Mesra Waruwu said

    Kemajuan nias yang selalu kita dambakan sebagai generasi baru,,, itu menjadi impian kita bersama. Namun, seyogianya kita harus lebih dulu mengenal siapa diri kita dihadapan Tuhan dan sesama kita. Karena itu sebagai pemuda-pemudi Nias, mari kita bergandeng tangan tanpa ada rasa dengki, iri hati, mari kita saling bahu membahu, untuk menjadikan nias lebih baik dan hidup rukun, saling peduli serta menjunjung tinggi nilai kebudayaan demi nias tercinta.Kemajuan Nias menjadi Kemajuan kita bersama. Yahowu

    • nihasitosasa said

      salam kenal buatmu mesra..gimana kbarnya, skarang kamu ada dimana? saya sangat senang dengan apa yang kamu katakan tapi bagaimana cara untuk menghilangkan rasa kee-goisan yang ada yang sudah melekat didalam diri masyarakat kita? saya bisa memberikan masukan sepertinya yang perlu kita koreksi terlebiuh dahulu adalah diri kita secara pribadi sehingga disaat kita mengenal apa yang menjadi kelemahan kita maka kita dapat memberikan masukan kepada orang lain.

  17. ryus lase said

    nias adalah harapan kita semua… jadi kita harus membangun bersama….mulailah dalam diri kita sendiri…?

  18. nihasitosasa said

    Nias adalah sebuah pulau yang ada dujung sumatera utara.. di pulau nias ini ada begitu banyak kekayaan alam yang dapat digunakan untuk membangun nias tapi tidak ada yang pandai untuk mengelolah sehingga hasilnya banyak diambil orang luar

  19. Yusman Zendrato said

    MENGHASILKAN PEMIMPIN RAKYAT
    Fidel Castro, Hugo Chaves, Evo Morales, Mahmoud Ahmadinejad,
    Empat Nama ini adalah nama-nama presiden yang masih hidup yang berani menentang Amerika Serikat. Padahal permasalahan negara mereka sama dengan negara kita yaitu kekayaan alam dieksploitasi oleh Amerika, tapi walau dengan seribu ancaman,mereka berani menasionalisasi tambang mereka, PLN mereka dan usaha lain yang menguasai hajat hidup rakyatnya. Indonesia juga sebenarnya pernah melakukannya,yaitu ketika bangsa Indonesia dengan heroik menasionalisasi perusahaan2 Belanda.
    Lalu apa arti penting dari menasionalisasi perusahaan2 tersebut?
    salah satunya adalah meningkatkan pendapan per-kapita rakyat, karena hasil-hasil dari usaha tersebut digunakan sepenuh-penuhnya untuk memajukan ekonomi rakyat bukan untuk para pemodal.
    Lalu mengapa Indonesia sekarang tidak berani melakukannya lagi?
    Disinilah letak masalahnya, para pemimpin kita hanya punya misi untuk menjadi pemimpin yang “baik”, tentu saja kalau hanya sekedar menjalankan tugas secara baik dan proporsional saja, ya mending jadi bawahan. Pemimpin suatu daerah/negara syaratnya harus punya keberanian dalam membuat kebijakan yang bertujuan memajukan rakyat yang memilihnya, bukan malah menjual asset negara pada pihak swasta. kalau sudah dijalankan oleh swasta dapat dipastikan yang menjadi tujuan perusahaan adalah laba yang sebesar-besarnya, tidak peduli apakah efek dari mendapatkan laba besar itu menindas orang atau tidak. makanya jangan heran di Indonesia ini permasalahan buruh tidak pernah terselesaikan.
    Akibatnya buruh yang kian terjepit karena terhimpit masalah ekonomi, melakukan perlawanan, dan terjadilah bentrok disana sini dengan aparat keamanan yang akhirnya untuk kesekian kalinya buruh jadi korban.
    Petani walaupun tidak secara langsung di tindas akan tetapi jelas menjadi korban dari kebijakan yang sangat tidak adil. Ketika Indonesia terhimpit masalah beras, pemerintah secepat kilat mengambil kebijakan mengimpor beras, tanpa usaha menaikkan harga padi dari petani nasional. efek dari impor beras malah menurunkan harga padi petani kita karena beras yang diimpor harus segera didistribusikan ke pasar yang akibatnya pasar beras nasional terhimpit.
    kebijakan semacam ini bukan hanya terjadi secara nasional, para pemimpin daerah juga melakukan hal yang sama. disamping itu kondisi ini semakin diperburuk dengan korupsi berjamaah yang pada akhir2 ini bukan berita baru lagi dihampir setiap daerah termasuk di Nias.
    jika demikian, dimanakah letak kesalahan hingga masalah ini tak kunjung terselesaikan?
    Dari perspektif rakyat kecil, apakah ada sikap yang mendorong persoalan ini semakin parah?
    jika menilik keikutsertaan rakyat kecil (buruh,tani nelayan dan perkerja lain)dalam menentukan kebijakan, dapat kita katakan sangat minim (kalau tidak mau dibilang tidak ada sama sekali). Hal ini dapat kita buktikan dari berbagai kebijakan dalam bentuk Undang-undang, Kepres, Permen, Perda dsb, justru kebanyakan turun dari atas (top down.
    Pemilu/Pilkadal yang katanya sebagai sarana bagi rakyat untuk ikut serta menentukan arah bangsa/daerah jika ditinjau dari perspektif ini menjadi tak
    sejalan, kenapa? sederhana jawabannya, bagaimana mungkin dapat menentukan arah bangsa/daerah kalau yang dipilih itu justru ambil keputusan sendiri lewat lobi-lobi sesama penguasa ditambah ke pengusaha yang bermodal. Lihat saja setiap kebijakan dari pusat sampai ke daerah, berapa banyak kebijakan yang dihasilkan untuk mendukung para pemodal agar lebih leluasa dalam merenggut keuntungan, bahkan untuk bayar pajakpun mereka diberi keleluasaan, hal ini juga terbukti setelah pemerintahan SBY terjepit akibat kasus century, isu para pngemplang pajak baru mengemuka, padahal pada saat damai-damai dulu semuanya adem-adem ayam.
    Apa yang kita rasakan sekarang adalah akibat dari 45 tahun sistem seperti ini telah berjalan di negeri tercinta ini. Ketertindasan yang telah dirasakan generasi yang hidup dari kepemimpinan orde baru hingga saat ini telah melahirkan generasi yang apatis. Kondisi seperti ini akan menjadi mainan empuk para pembuat kebijakan karena sangat gampang dipengaruhi, karena tidak adanya sifat kritis. Sifat kritis massa rakyat hanya akan lahir dari proses pendidikan yang kritis pula. Sementara sistim pendidikan nasional kita justru diarahkan untuk membunuh kekritisan tersebut (komersialisasi pendidikan).
    Namun kekritisan ini masih dapat dilahirkan dari proses pendidikan politik rakyat dengan cara lain, dengan memberi pemahaman terus-menerus akan pentingnya membangun kekuatan dengan menyatukan suara rakyat, untuk menyeimbangkan dominasi kebijakan para pemegang kekuasaan disetiap tingkatan atau paling tidak mempengaruhi kebijakan tersebut sebelum disahkan menjadi undang-undang atau sejenisnya, dengan catatan rakyat yang dibicarakan disini adalah rakyat pekerja (petani, nelayan, buruh, tukang dll). Penekanan ini penting, mengingat selama ini hampir semua kepentingan politik selalu mengatasnamakan rakyat.
    Pemilihan diberbagai tingkatan termasuk Pilkadal (saya lebih senang menyebutnya pilkadal daripada Pemilukada) yang sebentar lagi akan dilaksanakan serentak diseluruh Indonesia termasuk di Pulau Nias dimana 3 daerah otonomi baru ditambah Nias Selatan akan memilih Bupati/Walilkotanya. Semua lapisan masyarakat tentu saja menggantungkan harapannya agar pemilihan ini akan menghasilkan pemimpin yang memperhatikan nasib mereka terutam dalam hal meningkatkan pendapatan mereka. Harapan seperti ini menjadi lumrah terjadi pada setiap pemihan bukan karena pemilihannya, akan tetapi harapan itu lahir karena pengambil kebijakan di daerah tersebut akan berganti, yang artinya ada harapan baru, akan terjadi penggantian orang yang menduduki jabatan strategis sebagai pengambil kebijakan di daerah, paling tidak akan berbeda dengan pemimpin sebelumnya.
    terkadang malah harapan tersebut sangat berlebihan, ketika kita melihat bagaimana antusiasnya rakyat dalam menyambut pilkadal. Lihat saja diberbagai daerah yang sebentar lagi akan melangsungkan Pilkadal pemilihan Bupati/Walikotanya. Hiruk pikuk rakyat yang mendukung salah satu balon akan sangat besar bahkan terkadang seperti berlebihan. Hal ini membuktikan bahwa rakyat sangat berharap balon yang mereka dukung tersebut akan membawa angin segar bagi mereka.
    Namun disinilah para pemburu kursi kekuasaan memanfaatkan situasi. Dengan dukungan yang langsung ditunjukkan oleh rakyat, mereka akan maju dan memberi mimpi-mimpi indah bagi para pendukungnya seandainya mereka duduk dikursi empuk kekuasaan.
    Kondisi inilah yang akhirnya menurunkan nilai dan posisi tawar rakyat, dukungan yang berlebihan tersebut akan membuat balon tersebut besar kepala dan akhirnya setelah menang akan meninggalkan para pendukung ini pada kondisi seperti semula. Pemimpin yang dihasilkan dengan cara tersebut akan mengumbar kebaikan hati dan janji-janji pada saat kampanye, dan menyampaikan visi misi yang menjadi umpan menuju tampuk kepemimpinan daerah/negara. Dengan demikian dapat kita pastikan motivasi memimpin dari balon tersebut tidak akan berorientasi pada rakyat yang memilihnya.

    Yusman Zendrato
    Komite Sentral Agrenis

  20. Salam kenal.

    Saya Aru, pemuda desa di Nias Utara.

    Numpang iklan ya… bagi masyarakat Nias Utara, kita memiliki forum komunikasi di http://forum-kanira.blogspot.com/
    Kami menantikan kehadiran Anda dan pemikiran-pemikiran Anda sehubungan dengan isu-isu di Nias Utara.

    Saohagolo Kawa.

    Aru
    ————

  21. Puput Ranies zega said

    Kemajuan Nias sebenarnya dari diri kita khususnya masyarakat nias,coba kita berpikir maju,meniru positif dgn orang lain,jangan lihat segi posiifnya.Pemuda nias kebanyakan hanya mabuk & judi,tolong dihilangkan sifat seperti itu,majulah ntuk diri sendiri,contoh yg baik…untuk apa merantau jauh2,sekolah jauh2,jika tdk ada kemajuan sm aja bohong,.Bawalah yang trbaik untk nias,majukanlah nias,!

  22. Yeffy Gulo said

    Kita sebagai masyarakat nias menginginkan NIas untuk lebih maju dan mengejar ketertinggalannya….
    tapi yang harus di kupas habis terlebih dahulu adalah manusia Tikus “Korupsi”….
    pertanyaannya:
    pakah bisa diberantas karna sudah mendarah daging bagi pemda NIas hal seperti itu?????
    maka kita anak2 nias yang lagi ada diperantauan… jika suatu hari pulang kelak… berikanlah yang terbaik buat pulau nias tercinta…. NIAS ISLAND I LOVE U.

  23. buala sokhi lombu said

    yes gue setuju dgn saudara yeffy !

  24. saronia larosa said

    Kalau Nias mau maju ,ono niha harus :
    1.Iraono ono niha harus terus sekolah sampai ke perguruan tinggi
    2.Buang rasa dengki,sombong dan kedepankan persatuan
    3.Birokrat bebas korupsi
    4.Kerja keras

  25. Angorota lase said

    Saya bangga menjadi orang Nias,sekalipun saya sekarang berdomisili di daerah Dumai-Riau namun saya tetap menjunjung etika dan martabat Nias.
    Karena Nias adalah pelengkap hiasan dari pulau Sumatera khususnya sekaligus salah satu kebanggaan bangsa dan Negara Indonesia terhadap Bangsa lain terutama dalam bidang pariwisata dan cagar budaya yang sanggup menyatukan segala perbedaan RAS.
    Saya berharap pada Tuhan,bahwa di Nias terjadi Transformasi yang melebihi dari apa yang kita pikirkan.
    Karena orang-orang Nias sekarang sudah banyak para Generasi Muda yang berlomba-lomba memikirkan bagaimana Nias boleh maju dan sanggup bersaing dengan kota-kota besar lainnya.
    Akan tetapi, hal itu semua tertumpu pada sistem kinerja para pemimpin-pemimpin yang tidak bermonopoli dalam segala hal.Bila demikian Nias pasti bangkit ,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,!!!!!!!!!!!!!!!!

    Niasku adalah jiwaku,,,,,,,,,,,,,,
    Niasku adalah mata hatiku,,,,,,,,,,,,,,
    Niasku adalah awal inpirasiku,,,,,,,,,,,,
    Niasku adalah senyumku,,,,,,,,,,,,

    • DARMAN ZEGA said

      Siapa yang akan membangun Nias, klau bukan kita maka dari itu saudara mari kita bersatu padu membangun pulau nias” pepatah Nias mengatakan taolikhe gaweni taolae guli nasi” artx klau kta bersatu, satu tujuan, satu haluan maka Nias akan maju.

      NIAS…….MAJUUU
      NIAS…….BANGKIT
      NIAS…….JAYA

  26. edison halawa said

    “jangan ada dalam diri kita setiap pemuda nias yang hanya memetingkan diri sendiri dan tapi mari kita bergandengan tangan dalam membangun nias tercinta”

  27. edy said

    nias akan bangkit apabila semua bersatu dan melepaskan kepentingan pribadi, coba lihat nias selatan yang mau pisah dari kesatuan pulau nias dan bergabung dengan provinsi tapanuli. kalau rencana itu tidak di hentikan maka kesatuan kepulauan nias akan terpecah.
    mari kita bersatu bersama kepulauan nias untuk percepatan pembangunan nias menjadi provinsi kepulauan nias, termasuk nias selatan..

  28. Afrius Halawa Nias setengah said

    Niasku engkau jaya Dan bangkitlah pemuda pemudi mari kita satukan hati membagun perkenomian pulai nias.
    jangan ada di hati kita Koruptor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: