NIAS BARU

Nias Bangkit, Nias Berjuang, Nias Bertindak, Nias Sejahtera!

  • September 2016
    M T W T F S S
    « Nov    
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    2627282930  
  • Ya’ahowu Banuada

    Salam dari saya, Marinus Waruwu. Weblog "Nias Baru: Ya`ahowu Tano Niha" ini kita jadikan wahana bertukar pikir serta mengerti lebih dalam "berita aktualita Nias". Partisipasi masyarakat Nias sangat diharapkan. Ya'ahowu. Nias berjuang, Nias Nias bertindak, Nias Sejahtera, Nias maju. Semoga!
  • Pages

  • Marinus W. : Abad-21, Kematian Modernitas dan Kebangkitan Agama-agama

    Abad-21 identik dengan bangkitnya agama-agama. Kebangkitan Agama-agama bukan dikarenakan modernitas tidak mampu lagi menjawab segala tuntutan hidup manusia. tapi karena modernitas tidak menyentuh inner/hati manusia yang bersifat rohani yang merupakan inti dari kemanusiaan itu sendiri. artinya modernitas hanya terbatas pada materi, kenikamatan hidup, sementara bagian dalam manusia tidak tersentuh sehingga manusia mengalami kekosongan rohani. akibatnya, hidup manusia selalu identik dengan kegelisahan, kekacauan, dan rasa ketidakbermaknaan hidup. mungkin saja karena modernitas hanya bergulat dengan sisi luarnya saja. artinya yang fisikal semata. sedangkan inti dalamnya terabaikan. akibatnya, Agama adalah pelabuhan terakhir hidup manusia. sebab sisi dalam hidup manusia, hanya agama yang bisa memasukinya. sayang, kebangkitan agama-agama bagai pisau bermata dua. di satu sisi, agama dapat mengkonstruksi kembali hidup manusia yang sudah hancur karena kegelisahan. di sisi lain, agama justru menjadi sebab terjadinya krisis sosial akhir-akhir ini. triumfalisme atau rasa benar sendiri agama-agama tertentu mengakibatkan munculnya fundamentalime yang berujung pada kekerasan, penganiayaan, kefanatikkan, rasa saling curiga dan saling tidak percaya antar komunitas sosial. dan ujungnya juga adalah kekerasan terhadap kemanusiaan. lalu setelah modernitas dan agama ternyata sama-sama penyebab krisis dalam hidup manusia, kemanakah nantinya manusia berlabuh. adakah paham selain itu, apakah ateis.
  • Nias bangkit, Nias berjuang, Nias sejahtera, Nias sejahtera!

    Bukanlah slogan kosong untuk masyarakat nias. Tapi slogan nias bangkit, berjuang, bertindak, sejahtera adalah slogan yang punya makna. makna apa? makna kebangkitan masyarakat nias dari ketertinggalan dan keterpurukannya terutama dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan segala bidang lainnya. Caranya adalah melalui modernisasi pendidikan. Pendidikan adalah salah satu cara terbaik untuk membawa nias ke arah kemajuan. Bila masyarakat punya pola pikir maju dan punya visi dan misi ke depan bukan tidak mungkin masyarakat kita nias dalam 10 tahun ke depan akan sejajar dengan daerah-daerah lain yang telah mencicipi kemajuan.
  • Asking Pardon and Forgiving Offenses:

    You should either avoid quarrels altogether or else put an end to them as quickly as possible; otherwise, anger may grow into hatred, making a plant out of a splinter, and turn the soul into a murderer. For so you read: “ Everyone who hates his brother is a murderer “ (I Yoh 3:15) Whoever has injured another by open insult, or by abusive or oven incriminating language, must remember to repair the injury as quickly as possible by an apology, and he who suffered the injury must also forgive, without further wrangling. But if they have offended one another, they must forgive one another`s trespasses for the sake of your prayers which should be recited with greater sincerity each time you repeat them. Although a brother is often tempted to anger, yet prompt to ask pardon from one he admits to having offended, such a one is better than another who, though less given to anger, finds it too hard to ask forgiveness. But a brother who is never willing to ask pardon, or does not do so from his heart, has no reason to be in the community, even if he is not expelled. You must then avoid being too harsh in your words, and should they escape your lips, let those same lips not be ashamed to heal the wounds they have caused. Thank You!
  • Tulisan Teratas

  • Meta

Fegero: Ungkapan Kemurahan Hati Masyarakat Nias

Posted by niasbaru on November 4, 2011

“He ama-inagu si’a haya’e duria ni’odöra ndra’amagu nomangawuli ira moroi khö ndra sibayagu” (‘Bapak-Ibu sulung ini makanan yang dibawa orangtuaku, mereka baru saja pulang bertamu dari pamanku’). Itulah salah satu kalimat jika seorang anak mengantarkan fegero kepada tetangga, seperti kepada keluarga Bapak Sulung, atau kepada tetangga lainnya.

Fegero berarti tindakan membagikan makanan kepada tetangga. Masyarakat Nias yang masih setia pada kearifan lokalnya, biasanya tidak akan menikmati sendiri makanannya. Misalnya, jika Keluarga Ama Melvin Gulö berhasil menangkap banyak ikan ketika memancing di sungai, maka setelah dimasak, Ama Melvin dengan sendirinya akan memberi fegero kepada tetangganya. Demikian pula ketika Ama Melvin memanen padinya. Dalam tradisi Nias, mencicipi hasil panen padi yang pertama tidak dilakukan sembarangan. Ada ritual tertentu, yakni mengumpulkan semua anggota keluarga, lalu kaum perempuan bersama-sama menumbuk padi menjadi beras dan dimasak secara bersama-sama. Anak babi atau ayam akan disembelih sebagai lauk pauk. Sebelum santap bersama mereka berdoa syukur kepada Lowalangi ((Dewa Langit, yang dijadikan sebagai sebutan Tuhan/Allah dalam Kristianitas). Ama Melvin pun dengan kesadaran sendiri akan memberi fegero kepada tetangganya, sekaligus memberitahukan kepada tetangganya bahwa mereka sudah memanen padinya. Read the rest of this entry »

Posted in Opini | 6 Comments »

Mantan Bupati Nias Selatan Jadi Tersangka Kasus Penyuapan

Posted by niasbaru on April 27, 2011

Jakarta, Kompas – Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan mantan Bupati Nias Selatan Fahuwusa Laia sebagai tersangka dugaan suap terkait dengan pencalonan dirinya kembali dalam pemilihan umum kepala daerah. Ia diduga berusaha menyuap penyelenggara negara senilai sekitar Rp 100 juta.

”KPK menetapkan peningkatan kasus ini menjadi penyidikan dengan tersangka FL, mantan Bupati Nias Selatan,” kata Johan Budi SP, Juru Bicara KPK, di Jakarta, Selasa (26/4).

Menurut Johan, ”Tersangka diduga telah melakukan tindakan penyuapan terhadap seorang penyelenggara negara dengan maksud supaya penyelenggara negara tersebut melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kewajibannya.”

Berdasarkan hasil penyelidikan ditemukan bahwa pada sekitar Oktober 2010 tersangka Fahuwusa mendatangi seorang penyelenggara negara yang berwenang dalam hal pemilihan kepala daerah di wilayah Sumatera Utara. Tersangka meminta bantuan terkait dengan pencalonan kembali dirinya sebagai Bupati Kabupaten Nias Selatan untuk periode 2011-2016. Read the rest of this entry »

Posted in Berita Aktual Nias | 4 Comments »

HEZA I`OTARAI SOI NONO NIHA?

Posted by niasbaru on April 10, 2011

Bakha ba mbuku Famareso Ngawalö Huku Föna Awö Gowe Nifasindro ba Danö Nias, nifa’anö Dr M.G. Thomsen, tete 10, imane wanguma’ö: Heza i’o`tarai Soi Nono Niha. Balö tatu nasa irugi ma’öchö. Hasinahö dödö zi so. Si ndruhu ha sambua soi ira, si no faehu ba soi tanö bö`ö simane Batak, Aceh, Minangkabau ba tanö bö’ö nia na, he dali ngawalö huku ba hikaya, he dali dandratandra mboto ba he dali li….

Ba no tatu sa’atö wa fao Soi Nono Niha ha gangowuloa Soi Indonesia nifotöi Altvoiker Indonesia, eluaha nia Soi Sagatua, me oroma göi zi fachili- chili tandra ba mbotora, he huku ba he li, Ha sara dödö ndra ahli etnologi fefu wa soi andre sawu’a moroi ba danö Tionghoa Raya simumalö ba Asia Tenggara ba ginötö ± sarangahönö fache döna wa’atumbu Keriso.

Molo`ö DR. Marshall ba mbuku nia Metallur-gieund Frube Besiedlung Indonesiens (1968), itutunö na dali wa mare so nia niha sawu’a andrö, ba no to’ölö ira sa’ae monowi ba wananö fache, mangambuchi si’öli, ma mözi ana’a ba mananö ohi bamo gowi. No so göi ba gotaluara zamasindro gowe molo`ö hukura. Te no f’ao Nono Niha ba gotalua soi sagawu’a andrö. Me’ ofeta ira ba Hulo Niha (he lö ato ira), ba labörötaigö wombabaya halöwöra molo`ö si no to`ölö ira ba danö ni’otaraira.

Simanö göi molo’ö F’.M. Schnitger bacha ha mbuku nia Fogetten Kingdoms, ha niha zi fachili-chili ba huku Nono Niha (famasindro gowe sifachai ba gowasa) ya`ia da`ö huku Niha Naga ba Khassi si so ba danö Assam – Burma. Molo`ö si so ba dödö nia, zi hasambua naha ma tanö mege la`otarai soi sidombua andrö. Read the rest of this entry »

Posted in Sejarah | 8 Comments »

WAKIL BUPATI NIAS BARAT: “PANGGILAN HATI UNTUK BERBAKTI LAGI”

Posted by niasbaru on March 28, 2011

Marinus Waruwu

Pada hari Sabtu, 26 Maret 2011, Redaktur Nias Baru Marinus Waruwu melakukan wawancara dengan Wakil Bupati terpilih Nias Barat Bapak Hermit Hia. Diharapkan bahwa hasil wawancara tersebut membuat masyarakat Nias Barat, semakin mengenal sosok Wakil Bupati Nias Barat beserta dengan program kerjanya bersama dengan Bapak Bupati Nias Barat untuk lima tahun ke depan.

1. Bapak Sudah menjadi Wakil Bupati Terpilih sekarang?

Syukur kepada Allah sudah terpilih menjadi Wakil Bupati. No folau lowalangi da`a fefu.

2.    Saya sering membaca artikel tentang sosok Bapak di berbagai situs/website tentang Nias. Bapak ternyata bukan orang baru dalam dunia politik. Bapak pernah menjabat sebagai Camat di beberapa kecamatan di Nias. Lalu mengapa Bapak terpanggil untuk mengabdi Nias Barat?

Saya terpanggil karena panggilan Hati untuk berbakti lagi. Sepanjang hayat dikandung badan. Semasa kita masih bisa berbuat, kita melayani masyarakat. Kebetulan saya lulusan APDN akademik pemerintahan dalam negeri. Lalu pasanganku Bapak A. A GULO pernah bekerja bersama. Bapak A. A Gulo pimpinan saya, dan saya adalah bawahannya. Saya tahu dia orang yang baik hati, dan jujur. Makanya, kami maju bersama untuk sama-sama membangun Nias Barat ke depan.

Syukur bahwa kita diberi waktu dan ruang. Kita akan mendukung Pak Bupati untuk melaksanakan kebijakan PEMDA Nias Barat ke depan. Kita bantu Bapak Bupati memberikan saran-saran.

3. Apa program jangka pendek Bapak Wakil Bupati bersama dengan Bapak Bupati beberapa bulan ke depan?

Menurut petunjuk Pak Bupati terpilih kepada saya, bahwa setelah pelantikan, kita akan merampungkan program 100 hari. Artinya kita akan bahas program mana yang mampu dilakukan oleh teman-teman dan mana yang bisa diserap oleh masyarakat. Kita akan diskusikan mana yang kita mampu lakukan. Karena itu, kita tidak bisa karang-karang terlebih dahulu. Program 100 hari kita akan orientasikan pada visi dan misi yang sudah ada. Dan program tersebut kita kemukakan pada masyarakat.

4. Apa program jangka panjangnya?

Kita akan mewujudkan masyarakat yang sejahtera, beriman, berbudaya, dan pemerintahan yang baik dan bersih. Tentu jangka menengahnya fokus pada program 100 hari. Kita akan buat nanti rencana jangka menengahnya.

5. Tak disangkal lagi bahwa daerah Nias Barat salah satu daerah tertinggal dalam bidang pendidikan. Hal ini sangat mendesak untuk ditangani atau diatasi oleh pemerintahan daerah untuk periode lima tahun ke depan. Apa yang akan dilakukan oleh pemerintahan daerah Nias Barat untuk memecahkan masalah tersebut? Read the rest of this entry »

Posted in Tokoh | Tagged: | 6 Comments »

Sistem Adat Perkawinan Nias: Salah Satu Penyebab Kemiskinan Masyarakat Nias?

Posted by niasbaru on February 23, 2011

Pengantar
Böwö adalah sebutan mahar dalam sistem adat perkawinan di Nias. Tetapi Böwö ini telah melahirkan problem baru yang tidak selalu disadari oleh masyarakat Nias sendiri. Keganjilan penerapan Böwö ini juga dirasakan oleh mereka yang pernah tinggal (berkunjung) di Pulau Nias. Dan tidak heran jika kebanyakan orang dari luar Nias yang pernah ke Pulau Nias selalu memiliki kesan: mahar, jujuran (böwö, gogoila) perkawinan Nias mahal! Oleh karenanya ketika mereka mau (baca: akan) menikah dengan gadis Nias ada semacam ketakutan, keengganan, keragu-raguan. Dan, tentu hal ini adalah kesan buruk! Ada apa dengan sistem adat perkawinan Nias? Yang salah “sistemnya” atau “masyarakat Niasnya”?

Arti Böwö

Etimologi böwö adalah hadiah, pemberian yang cuma-cuma. Sama halnya kalau kita memiliki hajatan, entah karena ada tamu atau ada pesta keluarga, dsb., lalu kita beri fegero kepada tetangga kita (makanan, baik nasi maupun lauk-pauk yang kita makan saat hajatan itu kita beri juga kepada tetangga kita secara cuma-cuma). Ini adalah aktualisasi kepekaan untuk selalu memperhitungkan orang lain di sekitar kita, juga untuk mempererat persaudaraan. Oleh karenanya tak heran jika masyarakat Nias menyebut orang yang ringan tangan sebagai niha soböwö sibai. Jadi, arti sejati böwö mengandung dimensi aktualisasi kasih sayang orangtua kepada anaknya: bukti perhatian orangtua kepada anaknya!

Lantas kenapa böwö itu kayak dikomersialkan? Indikasi pengomersialan böwö sebenarnya gampang kita lihat. Misalnya, istilah böwö bergeser menjadi gogoila (goi-goila: ketentuan). Malah kata gogoila yang lebih familiar dikalangan tokoh adat Nias saat ini. Untuk mencapai “ketentuan” tentu ditempuh cara “musyawarah”(yang dimediasi oleh siso bahuhuo) dan sepengetahuan saya, dalam musyawah itu terjadi “tawar-menawar” berapa gogoila yang harus dibayar oleh pihak mempelai laki-laki. Jadi, böwö semakin direduksi maknanya: lebih dekat pada konotasi ekonomis (ibarat aktivitas jual-beli) dan bukan pada konotasi budaya. Dan saya percaya, jika pernyataan ini kita lemparkan ke orangtua kita atau ke “orang zaman dahulu”, pasti salah satu jawabannya adalah: da’ana hada Nono Niha (ini adalah adat Nias). Pernyataan semacam itu tentu mengokohkan dimensi statis budaya Nias juga mereduksi nilai-nilai sakral budaya Nias! Padahal seharusnya, budaya itu dinamis sesuai perkembangan zaman. Bahkan dalam pernyataan itu seolah adat yang terpenting dan bukan manusianya. Saudaraku, adat dibuat untuk manusia dan bukan manusia untuk adat. Ariflah menerapkan adat yang tidak membangun. Dulu böwö itu masih masuk akal. Mengapa? Karena sistem perekonomian Nias masih barter. Artinya böwö dihitung berdasarkan jumlah babi dan bukan uang. Sekarang kalau böwö itu di-uangkan, maka akan menjadi beban kehidupan berlapis generasi, karena babi tidak murah (misalnya, seekor babi yang diameternya 8 alisi harganya bisa mencapai Rp 900. 000 – Rp 1 Juta). Read the rest of this entry »

Posted in Berita Aktual Nias, Budaya | 46 Comments »

MK Mulai Proses Gugatan Hasil Pilkada Nias Utara & Nias Barat

Posted by niasbaru on February 23, 2011

JAKARTA, Nias Online – Mahkamah Konstitusi (MK) menindaklanjuti pengajuan gugatan atas hasil pilkada Nias Utara dan Nias Barat. Dikutip dari situs http://www.mahkamahkonstitusi.go.id, persidangan pertama dengan agenda pemeriksaan perkara gugatan pilkada Nias Utara dilaksanakan pada Rabu (23/2) pukul 11.00 Wib.

Gugatan atas pilkada Nias Utara dengan nomor perkara 23/PHPU.D-IX/2011 dimohonkan oleh pasangan nomor urut 3 Darius Baeha dan Desman Telaumbanua dan pasangan nomor urut 2 Edison Hulu dan Marselinus Ingati Nazara dengan kuasa hukum Hamari Laso, SH, MH, dkk. Sedangkan pihak termohon adalah KPUD Nias Utara.

Sedangkan pemeriksaan perkara gugatan atas pilkada Nias Barat akan dilaksanakan pada hari yang sama pada pukul 13.00 Wib. Dua pasangan yang menggugat (pemohon) adalah pasangan nomor urut 1 Faduhusi Daely dan Sinar Abdi Gulö dengan kuasa hukum Arteria Dahlan, ST., SH, dkk, dengan nomor gugatan 21/PHPU.D-IX/2011. Penggugat (pemohon) kedua adalah pasangan nomor urut 2 Yupiter Gulö dan Raradödö Daely dengan kuasa hukum Petrus Selestinus, dkk. Sedangkan pihak termohon pada kedua gugatan itu adalah KPUD Nias Barat. Read the rest of this entry »

Posted in Berita Aktual Nias, Politik | 1 Comment »

Nias nan Cantik

Posted by niasbaru on February 23, 2011

KOMPAS.com -— Pulau Nias dengan luas 5.318 kilometer persegi menyimpan kearifan lokal dalam konstruksi dan arsitektur rumah. Rumah Nias yang dibangun dengan bahan kayu dan konstruksi fondasi seperti panggung terbukti tahan gempa. Ini tentu berangkat dari pengalaman leluhur suku Nias yang hidup di tanah rawan gempa. Rumah-rumah itu tetap kokoh dan berfungsi hingga kini meski berumur ratusan tahun.

Dalam masyarakat Nias berkembang ungkapan bo’o mbanua bo’o mbowo, bo’o mbanua bo’o vato yang berarti setiap desa memiliki tradisi yang berbeda. Ini, antara lain, tecermin dari beragamnya konstruksi dan bentuk rumah di setiap wilayah di Nias.

Rumah tradisional di Nias Selatan berbentuk segi empat memanjang ke belakang. Posisinya berimpit dan berjajar rapi memanjang. Di setiap perkampungan, deretan rumah tradisional itu dipisahkan oleh jalan desa selebar 30 meter. Ini bisa dilihat di Desa Orahili Fau, Kecamatan Fanayama; Desa Bawomataluo, Kecamatan Teluk Dalam; Desa Hilinawalo Mazino, Kecamatan Mazino; dan Desa Botohilitano, Nias Selatan. Read the rest of this entry »

Posted in Berita Aktual Nias | 2 Comments »

Talent is Never Enough

Posted by niasbaru on February 20, 2011

Oleh Marinus Waruwu

Pada tahun-tahun terakhir ini, bakat mendapatkan perhatian khusus para motivator, guru-guru kepemimpinan dunia. Hal ini tidak terlepas dari berbagai spekulasi yang muncul bahwa bakat sudah cukup mengantar seseorang ke puncak, dan mewujudkan mimpi-mimpinya. Masalahnya, tidak sedikit motivator ulung, dan guru kepemimpinan bereaksi keras, dan menyangkal pandangan ini. Mereka beranggapan bahwa bakat jika tidak pernah diasah, dikembangkan akan mati, tidak berguna. Bahkan bisa menipu karena seseorang terlalu berharap bahwa dengan bakat, keberhasilan akan datang sendiri, sementara bakat-bakat yang dimiliki tidak pernah diasah, teruji.

Talent is never enough, menurut saya salah satu buku legendaris yang berbicara banyak tentang motivasi, dan talenta-talenta. Buku ini ditulis oleh John C. Maxwell. Maxwell seorang guru kepemimpinan multinasional berkebangsaan Amerika. Dari judul bukunya saja sudah terlihat jika bakat tidak pernah cukup. Sebaliknya, ia harus diefektifkan terus menerus. Tentang isi buku yang terbit pada tahun 2008 ini, saya membuat semacam resensi buku, yang pada intinya menyangkut hal-hal penting yang mampu mengefektifkan bakat-bakat seseorang. Saya berharap kaidah emas dari John Maxwell ini mampu mencerahkan hati saudara/I. Maka, mulai dari sekarang pun saudara bisa melakukan gebrakan kecil-kecil dengan mempraktekkan hal-hal praktis dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hidup saya juga tentunya. Read the rest of this entry »

Posted in Motivasi | 5 Comments »

Hope & Success

Posted by niasbaru on February 20, 2011

Marinus Waruwu

Berbicara success berarti berbicara hope. Artinya bahwa ketika seseorang ingin hidup sukses (success), maka ia harus memiliki sebuah harapan (hope), bahwa suatu saat hidupnya, keluarga, komunitasnya akan hidup sukses, dan hidup bahagia. Harapan dan sukses merupakan dua hal yang tak terpisahkan. Keduanya bagai pinang dibelah dua. Mereka sama-sama memiliki peran penting (win-win solution).

Harapan tanpa sebuah ideal hidup sukses adalah sia-sia belaka. Tidak punya arah, nilai, atau tujuan yang ingin dituju. Harapan hanya tinggal harapan jika tidak memiliki ideal hidup. Jalan di tempat. Sebaliknya, ideal hidup sukses selalu mendorong setiap orang untuk selalu berharap, berharap, dan berharap. Harapan memaksa orang untuk action. Orang-orang sukses tidak pernah meremehkan “HOPE”. Hope adalah kekuatan. Ia memberi motivasi demi ideal hidup sukses. Read the rest of this entry »

Posted in Motivasi | Leave a Comment »

“FILM ONO SITEFUYU: Sebuah Tragedi Kehidupan”

Posted by niasbaru on October 8, 2010

Marinus Waruwu

Pengantar

Pertama, kita perlu memberikan apresiasi kepada Bapak Ponti Gea (sutradara & produser), dan Bapak Yunus Gea (cerita & scenario) serta para pemain film Ono Sitefuyu=Anak Sesat. Atas kerja sama mereka semua, film ini akhirnya berhasil diluncurkan, dan mudah-mudahan film ini mampu menembus industri perfilman nasional, dan juga internasional. Film ini adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi orang Nias. Bahwa ternyata kita juga mampu melakukan hal-hal yang lebih besar jika punya kemauan, dan niat. Itu saja!

Kedua, film ini berusaha memberikan kesadaran kepada anak muda Nias agar tidak bermain-main dalam menjalani hidup. Kita punya kendali atas hidup. Maju mundurnya kehidupan tergantung kita. Sebaliknya, hidup berfoya-foya berarti sebuah tragedi! Tragedi karena ditandai dengan rasa hopeless, meaningless atas hidup. Untuk apa hidup jika demikian? Film Ono Sitefuyu adalah gambaran akan hidup seorang anak sesat, yang terjebak dalam perasaan hopeless, dan meaningless. Baginya, hidup hanyalah untuk saat ini, kenikmatan sesaat. Maka, apapun cara dilakukan untuk memperoleh kenikmatan itu termasuk memiskinkan orang tuanya dan saudarinya. Read the rest of this entry »

Posted in Opini | 12 Comments »