NIAS BARU

Nias Bangkit, Nias Berjuang, Nias Bertindak, Nias Sejahtera!

  • November 2017
    M T W T F S S
    « Nov    
     12345
    6789101112
    13141516171819
    20212223242526
    27282930  
  • Ya’ahowu Banuada

    Salam dari saya, Marinus Waruwu. Weblog "Nias Baru: Ya`ahowu Tano Niha" ini kita jadikan wahana bertukar pikir serta mengerti lebih dalam "berita aktualita Nias". Partisipasi masyarakat Nias sangat diharapkan. Ya'ahowu. Nias berjuang, Nias Nias bertindak, Nias Sejahtera, Nias maju. Semoga!
  • Pages

  • Marinus W. : Abad-21, Kematian Modernitas dan Kebangkitan Agama-agama

    Abad-21 identik dengan bangkitnya agama-agama. Kebangkitan Agama-agama bukan dikarenakan modernitas tidak mampu lagi menjawab segala tuntutan hidup manusia. tapi karena modernitas tidak menyentuh inner/hati manusia yang bersifat rohani yang merupakan inti dari kemanusiaan itu sendiri. artinya modernitas hanya terbatas pada materi, kenikamatan hidup, sementara bagian dalam manusia tidak tersentuh sehingga manusia mengalami kekosongan rohani. akibatnya, hidup manusia selalu identik dengan kegelisahan, kekacauan, dan rasa ketidakbermaknaan hidup. mungkin saja karena modernitas hanya bergulat dengan sisi luarnya saja. artinya yang fisikal semata. sedangkan inti dalamnya terabaikan. akibatnya, Agama adalah pelabuhan terakhir hidup manusia. sebab sisi dalam hidup manusia, hanya agama yang bisa memasukinya. sayang, kebangkitan agama-agama bagai pisau bermata dua. di satu sisi, agama dapat mengkonstruksi kembali hidup manusia yang sudah hancur karena kegelisahan. di sisi lain, agama justru menjadi sebab terjadinya krisis sosial akhir-akhir ini. triumfalisme atau rasa benar sendiri agama-agama tertentu mengakibatkan munculnya fundamentalime yang berujung pada kekerasan, penganiayaan, kefanatikkan, rasa saling curiga dan saling tidak percaya antar komunitas sosial. dan ujungnya juga adalah kekerasan terhadap kemanusiaan. lalu setelah modernitas dan agama ternyata sama-sama penyebab krisis dalam hidup manusia, kemanakah nantinya manusia berlabuh. adakah paham selain itu, apakah ateis.
  • Nias bangkit, Nias berjuang, Nias sejahtera, Nias sejahtera!

    Bukanlah slogan kosong untuk masyarakat nias. Tapi slogan nias bangkit, berjuang, bertindak, sejahtera adalah slogan yang punya makna. makna apa? makna kebangkitan masyarakat nias dari ketertinggalan dan keterpurukannya terutama dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan segala bidang lainnya. Caranya adalah melalui modernisasi pendidikan. Pendidikan adalah salah satu cara terbaik untuk membawa nias ke arah kemajuan. Bila masyarakat punya pola pikir maju dan punya visi dan misi ke depan bukan tidak mungkin masyarakat kita nias dalam 10 tahun ke depan akan sejajar dengan daerah-daerah lain yang telah mencicipi kemajuan.
  • Asking Pardon and Forgiving Offenses:

    You should either avoid quarrels altogether or else put an end to them as quickly as possible; otherwise, anger may grow into hatred, making a plant out of a splinter, and turn the soul into a murderer. For so you read: “ Everyone who hates his brother is a murderer “ (I Yoh 3:15) Whoever has injured another by open insult, or by abusive or oven incriminating language, must remember to repair the injury as quickly as possible by an apology, and he who suffered the injury must also forgive, without further wrangling. But if they have offended one another, they must forgive one another`s trespasses for the sake of your prayers which should be recited with greater sincerity each time you repeat them. Although a brother is often tempted to anger, yet prompt to ask pardon from one he admits to having offended, such a one is better than another who, though less given to anger, finds it too hard to ask forgiveness. But a brother who is never willing to ask pardon, or does not do so from his heart, has no reason to be in the community, even if he is not expelled. You must then avoid being too harsh in your words, and should they escape your lips, let those same lips not be ashamed to heal the wounds they have caused. Thank You!
  • Tulisan Teratas

  • Meta

An Education In Posmodernism Era

Posted by niasbaru on October 8, 2010

Marinus Waruwu

Revolusi pemikiran

Revolusi pemikiran yang terjadi dari jaman ke jaman tak terhindarkan. Perubahan paling signifikan adalah menyangkut perubahan pola pikir dalam ranah filsafat, seni, kebudayaan, dan sebagainya. Tentu saja perubahan ini memiliki efek penting terutama dalam pola pikir manusia di setiap jamannya. Misalnya dalam ranah filsafat. Pemikiran filsafat terutama dimotori oleh filsuf-filsuf kondang Yunani seperti Sokrates, Plato, Aristoteles, dan sebagainya. Merekalah peletak dasar peradaban dunia modern. Kemudian berkembang di jaman patrististik (St. Agustinus, dan lain-lain), jaman skolastikat (St. Thomas Aquinas, dan lain-lain), jaman renaissance, jaman pencerahan, jaman modern terutama dalam diri Rene Descartes, dan terakhir adalah jaman posmodernisme.

Kini kita hidup di jaman posmodernisme. Kita tidak merasakan perubahan pola pikir ini. Seolah-olah bahwa kita masih hidup dalam era pemikiran modern. Padahal tidak! Kita sudah beralih ke era posmodernisme. Sebuah aliran besar pasca modernitas. Sayang bahwa kaum awam memang kurang menyadari tentang hal ini. Memang untuk dunia akademik terutama yang berafiliasi dengan pemikiran-pemikiran filsafat bukan hal asing perubahan pola pikir ini bagi mereka. Read the rest of this entry »

Advertisements

Posted in Opini | Leave a Comment »

Aset Negara Berbiaya 30 Miliar di Nias “Ditelantarkan”

Posted by niasbaru on January 22, 2010

Thursday, January 21, 2010

Sumber: By borokoa, niasonline.net

Medan – Masyarakat Nias mempertanyakan kesungguhan Pemerintah Kabupaten Nias untuk memanfaatkan Aset Negara yang dibangun dengan menelan biaya lebih kurang Rp 30 Miliar berupa Terminal Bus dan Pasar Ya’ahowu di Kota Gunungsitoli Nias.

“Hal ini benar-benar menjadi pertanyaan di kalangan masyarakat mengingat kedua asset berbiaya puluhan miliar rupiah itu sudah terbangun sejak tahun 2008 yang lalu. Namun, hingga kini belum difungsikan sebagaimana peruntukkannya,” demikian ujar Drs Kosmas Harefa MSi, Sekretaris DPD HIMNI Sumatera Utara kepada wartawan, Senin (18/1).

Kosmas Harefa dengan nada kesal mengungkapkan di akhir tahun 2009 telah menyempatkan diri meninjau berbagai fasilitas umum kebanggaan masyarakat Nias. Namun, kenyataannya bangunan-bangunan itu belum difungsikan sebagaimana mestinya. Read the rest of this entry »

Posted in Berita Aktual Nias | 3 Comments »

Nias peroleh pendampingan pembangunan hingga 2011

Posted by niasbaru on September 22, 2009

Thursday, September 3, 2009

By nias (niasonline.net)

JAKARTA: Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal tetap memberikan pendampingan bagi pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Selatan hingga 2011 pascaberakhirnya tugas Badan Rekonstruksi dan Rehabilitasi (BRR) Aceh-Nias.

Lukman Edy, Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal, mengungkapkan Kementerian melalui program pendampingan masyarakat bersama dengan Bank Dunia melalui program education development project (EDP) melanjutkan program BRR Nias-Aceh dengan anggaran Rp500 miliar per tahun selama 3 tahun ke depan. Read the rest of this entry »

Posted in Berita Aktual Nias | Leave a Comment »

Ahur Jampur, “ Satpam Pelayan Kampung”

Posted by niasbaru on August 10, 2009

Marinus W.

 (Tulisan ini dibuat pada saat pelatihan jurnalistik oleh Koran KOMPAS di Karang Tumaritis)

            Satpam yang satu ini biasa dipanggil Mang Ahur. Ia menjadi petugas satpam di Karang Tumaritis sejak delapan tahun silam. Perawakannya biasa-biasa saja, tidak ada tanda-tanda jika Ahur adalah seorang petugas keamanan di salah satu padepokan, di kota Lembang. Jika petugas satpam biasanya terlihat garang-garang, namun Ahur justru kelihatan santai, murah senyum, dan bisa diajak bicara. Karena itulah, banyak warga kampung sangat dekat dengan sosok satpam kelahiran 48 tahun silam ini. Menurut cerita tetangganya, sosok Ahur dipandang sangat perhatian akan kebutuhan warga. Apa pun keluhan warga pasti diusahakan oleh Ahur semampunya.

            Sosok satpam yang mempunyai tiga orang anak ini memang unik. Ketika masih kecil tidak pernah terlintas dipikirannya menjadi seorang satpam. Sebaliknya, Ahur kecil mempunyai mimpi untuk sekolah setinggi-tingginya. Namun mimpi indah tersebut bukannya tanpa hambatan. Factor keuangan keluarga yang morat-marit membuatnya berhenti bersekolah. Dia pun mencari pekerjaan. Mula-mula diterima salah satu pabrik kebaya di kota bandung. Di sini, Ahur bekerja di bidang listrik. Belum genap enam tahun bekerja di tempat tersebut, Ahur berhenti dan melamar bekerja di PT yang lain. Ia pun diterima. Tetapi belum genap seumur jagung bekerja di tempat ini, Ahur keluar. Ia  pun menjadi pengangguran. Namun karena kasih Gusti Allah kepadanya dan keluarganya, sekitar delapan tahun silam, ia diterima sebagai security di Karang Tumaritis. Pekerjaan ini pada awalnya dirasa tidak sesuai dengan cita-citanya, juga karena gaji yang tidak mencukupi untuk kebutuhan keluarga. Keadaan ekonomi yang tidak mengutungkanlah yang membuatnya tetap bertahan, bertahan, dan bertahan menjadi petugas security di Karang Tumaritis. Read the rest of this entry »

Posted in Motivasi | 1 Comment »

Menilik Potensi Tanah Kelahiran

Posted by niasbaru on August 9, 2009

Marinus W.

 “Tanö Niha menyimpan sejuta potensi, namun terbengkalai”, begitulah sekilas tentang tanah kelahiran-ku.

 Pada tanggal 9 Juli 2009 lalu, oleh pimpinan diberi kesempatan untuk cuti ke Pulau Nias, kampung halaman-ku. Lama cuti ke Nias hanya sekitar 2 (minggu) hingga tanggal 24 Juli 2009. Setelah itu, saya sudah harus pulang lagi di study home, Bandung. Teman-teman mahasiswa asal Nias pun menganjurkan saya untuk membuat agenda kecil selama cuti di tanah pusaka itu.

Yang menarik bahwa dalam benak saya sempat terlintas sejuta pertanyaan-pertanyaan kecil tentang Nias. Bahwasanya benarkah Nias memiliki segudang potensi untuk berkembang dan maju? Mengapa potensi-potensi itu menjadi terbengkalai dan justru tidak dimanfaatkan demi pembangunan masyarakat Nias terutama secara ekonomi, dan juga kebudayaan? Maklum pertanyaan-pertanyaan ini muncul karena sudah lebih 7 (tujuh) tahun di negeri orang, sehingga kondisi real tentang Nias terutama perkembangan ekonomi, keterbukaan kebudayaan, dan juga situasi pendidikan serta kesehatan yang masih kabur dalam bayangan saya. sebab itu untuk membuktikan “kebenaran” tersebut, saya akhirnya berjanji bahwa masa cuti ini saya akan manfaatkan untuk melihat berbagai potensi-potensi yang dimiliki oleh Pulau Nias, yang sebenarnya mampu membawa manusia-manusia tano niha berkembang ke arah yang lebih baik. Read the rest of this entry »

Posted in Motivasi | Leave a Comment »

Rokok, Antara Kenikmatan & Penderitaan

Posted by niasbaru on August 9, 2009

Marinus W.

(Tulisan ini dibuat pada saat pelatihan jurnalistik oleh Koran KOMPAS)

Rokok, Sebuah Isu Kontroversial

            Rokok! Sebenarnya “nama benda” ini sangat kontroversial. Di satu sisi ia menawarkan keenakan, atau kenikmatan bagi setiap pemakainya. Di sisi lain juga, secara tidak langsung memberi efek yang sangat buruk bagi kesehatan pemakainya. Efek buruknya pun bukan hanya bagi pemakainya saja, tetapi juga memberikan efek buruk bagi kesehatan setiap orang, yang pada saat itu berada di dalam lingkungan orang-orang yang menghirup rokok (smokers). Bahkan pabrik-pabrik rokok sangat menyadari efek buruk rokok ini bagi kesehatan manusia, hal ini sangat jelas dari tulisan yang tertera disampul luar rokok yang berbunyi : “Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin”. Himbauan ini, paling tidak menyadarkan para smokers bahwa merokok dapat mempunyai efek yang sangat buruk bagi kesehatan manusia. Pertanyaannya adalah kenapa para smokers masih menghirup rokok? Lalu pabrik-pabrik rokok ini sudah menyadari dengan sangat bahwa rokok memiliki efek buruk bagi kesehatan manusia, namun mengapa masih saja membuat dan menyebarkan rokok-rokok tersebut ke pasaran? Dengan itu pun orang akan beranggapan bahwa himbauan tersebut tak lebih dari sebuah coretan kecil yang tak memiliki makna sama sekali, karena memang dibalik peredaran rokok tersebut mempunyai kepentingan ekonomi yang sangat menyenangkan bagi kaum kapitalis untuk meraup keuntungan yang sebesar-besarnya. Sementara di sana sini semakin banyak para smokers yang terserang penyakit, lalu meninggal akibat merokok, bahkan ada di antara smokers yang melakukan kriminalitas demi rokok. Itulah sebab mengapa rokok dikatakan sebagai sebuah isu kontroversial. Namun sebelum masuk terlalu jauh, saya akan menjelaskan secara singkat tentang sejarah rokok ini.

 Rokok, dan Sejarahnya Read the rest of this entry »

Posted in Kesehatan | Leave a Comment »

PENDIDIKAN TANPA AWAL TANPA AKHIR

Posted by niasbaru on May 28, 2009

Oleh: Drs. Firman Harefa, S.Pd

Pada hakikatnya, pendidikan merupakan usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan manusia mencapai kedewasaan.  Sebagai suatu upaya menuju ke arah perbaikan hidup dan kehidupan manusia yang lebih baik, pendidikan harus berlangsung tanpa awal dan akhir, tanpa batas, ruang dan waktu.

Indonesia ditengah persaingan global, mutlak memerlukan sumberdaya manusia yang cerdas, sehat, jujur, berakhklak mulia, berkarakter dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Manusia Indonesia harus punya daya tahan dan daya saing paripurna. Read the rest of this entry »

Posted in Opini | 10 Comments »

Teknologi Baru, Relasi Baru: Memajukan Budaya Menghormati, Dialog dan Persahabatan

Posted by niasbaru on May 27, 2009

Saudara dan Saudari Terkasih,

Pertama, Mendahului Hari Komunikasi Sedunia yang akan datang,  Saya ingin menyampaikan kepada  anda beberapa   permenungan mengenai tema yang dipilih untuk tahun ini yakni Teknologi Baru, Relasi Baru:  Memajukan Budaya Menghormati, Dialog dan Persahabatan. Sesungguhnya teknologi digital baru sedang membawa pergeseran yang hakiki  terhadap perilaku-perilaku komunikasi juga terhadap ragam hubungan manusia. Pergeseran itu secara istimewa  dialami oleh kaum muda yang bertumbuh bersama teknologi baru dan telah merasakan dunia digital sebagai rumah sendiri.  Mereka berusaha memahami dan memanfaatkan  peluang yang diberikan olehnya, sesuatu yang bagi kita orang dewasa seringkali dirasakan cukup asing. Dalam pesan tahun ini, Saya ingat akan mereka yang dikenal sebagai generasi digital, dan Saya ingin berbagi dengan mereka, khususnya tentang gagasan-gagasan menyangkut potensi ulung teknologi baru demi  mamajukan pemahaman  dan rasa kesetiakawanan manusia.  Teknologi baru  sesungguhnya merupakan anugerah bagi umat manusia dan kita mesti  memberikan jaminan bahwa manfaat yang dimilikinya tentu dipergunakan untuk melayani semua manusia secara pribadi dan komunitas, teristimewa mereka yang kurang beruntung dan menderita. Read the rest of this entry »

Posted in Tidak terkategori | Leave a Comment »

Koalisi Pragmatisme Vs Koalisi Deontologisme

Posted by niasbaru on May 27, 2009

Marinus W. (Artikel April, 2009)

 Pemilu legislatif 9 April lalu memberi banyak kesan. Untuk sebagian warga negara, pemilu ini dianggap berhasil, sesuai rencana, dan berlangsung damai, tertib. Kendati pun negara ini berada dalam situasi sulit, dimana rakyat masih banyak yang tidak bisa makan karena miskin, ternyata kita mampu menyelenggarakan pemilu legislatif yang memakan biaya triliunan rupiah. Biaya sebesar itu pun tidaklah sia-sia. Biaya perlu, dan harus demi berlangsungnya pesta demokrasi yang lahir, berkembang, dan berdiri kokoh kuat sejak reformasi.

Di sisi lain, pemilu legislatif yang telah berlalu bukannya tanpa masalah. Masalah DPT (Daftar Pemilih Tetap), dugaan kecurangan oleh sejumlah partai politik peserta pemilu, ketidakpuasan rakyat terhadap kinerja KPU (Komisi Pemilihan Umum) dalam menyelenggarakan pemilu, paling tidak memberi gambaran kepada kita bahwa pemilu memang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Rakyat pun seolah-olah terbelah dalam menanggapi berbagai persoalan pasca pemilu legislatif 9 April lalu. Read the rest of this entry »

Posted in Opini | Leave a Comment »

Perubahan Vs Aktor Perubahan

Posted by niasbaru on March 31, 2009

bakuMarinus Waruwu

 

            Tak disangkal lagi bahwa tema perubahan (change) di abad-21 ini telah menjadi tema yang sangat laku, magis, dan mampu menyihir publik agar beralih ke tokoh-tokoh muda, progresif, terbuka, berpandangan visioner akan kesejahateraan rakyat. Tak heran dengan label perubahan ini juga, beberapa tokoh muda dunia berhasil menjadi orang no.1 di negerinya masing-masing, misalnya di Amerika Serikat, Barack Obama dengan slogan: Yes, We Can Change, hanya dalam sekejab saja karier politiknya menanjak drastis. Ia pun berhasil menjadi orang no.1 di negeri adi daya itu. Selain di Amerika, tema-tema perubahan juga diusung oleh tokoh-tokoh muda seperti PM Abishit di Thailand, Presiden Ahmadinejad di Iran, dan terakhir di Madagaskar oleh pemimpin oposisi, yang kemudian menjadi Perdana Menteri Yaitu Andry Rajoelina dan lain-lain. Tentu sikap rakyat yang cenderung lebih memilih tokoh-tokoh muda bukan tanpa alasan. Krisis ekonomi, ketidakstabilan politik dalam negeri akibat tekanan internasional maupun tekanan dari dalam negeri sendiri, kemiskinan yang semakin bertambah, perilaku para elite politik yang cenderung pragmatis-hedonis ketimbang menjadi tulang punggung masyarakat dalam mewujudkan negara sejahtera (welfare state) semakin menyadarkan publik pada umumnya untuk lebih memilih tokoh-tokoh yang baru muncul kemarin sore, namun menjanjikan untuk membawa sebuah perubahan (change) di masa depan. Maka muncullah istilah utopia masyarakat akan perubahan itu.

            Utopia perubahan seringkali diartikan dengan impian akan terjadinya perubahan di masa depan. Ia menunjuk ke masa yang akan datang dimana hidup yang kita alami kini, yang penuh dengan penderitaan (suffering), penolakan (refusal), dosa (sin) suatu ketika akan berakhir dan digantikan oleh situasi di mana tema-tema perubahan terealisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Maka tidak heran bila tema perubahan itu selalu menjadi harapan (expectation), tumpuan masyarakat untuk mendapatkan hidup yang lebih baik. Namun, slogan tokoh-tokoh muda akan perubahan itu seringkali menjadi bahan tertawaan kaum elit politik, kaum mapan, kaum tua. Akan tetapi slogan perubahan itu sendiri justru mendapat tempat di hati masyarakat bawah. Tokoh-tokoh muda seperti di Amerika, Thailand, dan Madagaskar, dll telah membuktikannya. Read the rest of this entry »

Posted in Opini | 4 Comments »