NIAS BARU

Nias Bangkit, Nias Berjuang, Nias Bertindak, Nias Sejahtera!

  • March 2009
    M T W T F S S
    « Jan   May »
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  
  • Ya’ahowu Banuada

    Salam dari saya, Marinus Waruwu. Weblog "Nias Baru: Ya`ahowu Tano Niha" ini kita jadikan wahana bertukar pikir serta mengerti lebih dalam "berita aktualita Nias". Partisipasi masyarakat Nias sangat diharapkan. Ya'ahowu. Nias berjuang, Nias Nias bertindak, Nias Sejahtera, Nias maju. Semoga!
  • Pages

  • Marinus W. : Abad-21, Kematian Modernitas dan Kebangkitan Agama-agama

    Abad-21 identik dengan bangkitnya agama-agama. Kebangkitan Agama-agama bukan dikarenakan modernitas tidak mampu lagi menjawab segala tuntutan hidup manusia. tapi karena modernitas tidak menyentuh inner/hati manusia yang bersifat rohani yang merupakan inti dari kemanusiaan itu sendiri. artinya modernitas hanya terbatas pada materi, kenikamatan hidup, sementara bagian dalam manusia tidak tersentuh sehingga manusia mengalami kekosongan rohani. akibatnya, hidup manusia selalu identik dengan kegelisahan, kekacauan, dan rasa ketidakbermaknaan hidup. mungkin saja karena modernitas hanya bergulat dengan sisi luarnya saja. artinya yang fisikal semata. sedangkan inti dalamnya terabaikan. akibatnya, Agama adalah pelabuhan terakhir hidup manusia. sebab sisi dalam hidup manusia, hanya agama yang bisa memasukinya. sayang, kebangkitan agama-agama bagai pisau bermata dua. di satu sisi, agama dapat mengkonstruksi kembali hidup manusia yang sudah hancur karena kegelisahan. di sisi lain, agama justru menjadi sebab terjadinya krisis sosial akhir-akhir ini. triumfalisme atau rasa benar sendiri agama-agama tertentu mengakibatkan munculnya fundamentalime yang berujung pada kekerasan, penganiayaan, kefanatikkan, rasa saling curiga dan saling tidak percaya antar komunitas sosial. dan ujungnya juga adalah kekerasan terhadap kemanusiaan. lalu setelah modernitas dan agama ternyata sama-sama penyebab krisis dalam hidup manusia, kemanakah nantinya manusia berlabuh. adakah paham selain itu, apakah ateis.
  • Nias bangkit, Nias berjuang, Nias sejahtera, Nias sejahtera!

    Bukanlah slogan kosong untuk masyarakat nias. Tapi slogan nias bangkit, berjuang, bertindak, sejahtera adalah slogan yang punya makna. makna apa? makna kebangkitan masyarakat nias dari ketertinggalan dan keterpurukannya terutama dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan segala bidang lainnya. Caranya adalah melalui modernisasi pendidikan. Pendidikan adalah salah satu cara terbaik untuk membawa nias ke arah kemajuan. Bila masyarakat punya pola pikir maju dan punya visi dan misi ke depan bukan tidak mungkin masyarakat kita nias dalam 10 tahun ke depan akan sejajar dengan daerah-daerah lain yang telah mencicipi kemajuan.
  • Asking Pardon and Forgiving Offenses:

    You should either avoid quarrels altogether or else put an end to them as quickly as possible; otherwise, anger may grow into hatred, making a plant out of a splinter, and turn the soul into a murderer. For so you read: “ Everyone who hates his brother is a murderer “ (I Yoh 3:15) Whoever has injured another by open insult, or by abusive or oven incriminating language, must remember to repair the injury as quickly as possible by an apology, and he who suffered the injury must also forgive, without further wrangling. But if they have offended one another, they must forgive one another`s trespasses for the sake of your prayers which should be recited with greater sincerity each time you repeat them. Although a brother is often tempted to anger, yet prompt to ask pardon from one he admits to having offended, such a one is better than another who, though less given to anger, finds it too hard to ask forgiveness. But a brother who is never willing to ask pardon, or does not do so from his heart, has no reason to be in the community, even if he is not expelled. You must then avoid being too harsh in your words, and should they escape your lips, let those same lips not be ashamed to heal the wounds they have caused. Thank You!
  • Tulisan Teratas

  • Meta

Hal Mengundang Tuhan & Pertobatan

Posted by niasbaru on March 31, 2009

Marinus Waruwu

 

       Dalam Injil Mrk 9:2-13, berkisah tentang peristiwa pemuliaan Yesus di atas gunung. Peristiwa tersebut berawal ketika Yesus membawa tiga murid-Nya yaitu Petrus, Yakobus, dan Yohanes ke sebuah gunung. Setelah sampai diatas gunung, tiba-tiba rupa Yesus berubah. Pakaian-Nya putih mengkilat.

            Dalam peristiwa yang mengagumkan ini, nampak juga kepada para murid nabi Elia dan Musa. Kedua nabi besar tersebut ada yang disebelah kanan Yesus dan ada yang disebelah kiri. Petrus pun berkata dengan antusias kepada Yesus: Guru betapa bahagianya kami di tempat ini. Biarlah kami mendirikan tiga kemah. Satu untuk Engkau, satu untuk Musa, dan satu untuk Elia. Petrus mengatakan hal ini dengan penuh ketakutan karena seolah-olah mereka sedang melihat penampakkan yang luar biasa. Dan memang itu yang sedang terjadi.     

            Dalam kisah Injil di atas ada banyak hal yang dapat menjadi bahan permenungan kita bersama. Ia pun memaksa kita untuk bertolak ke tempat yang lebih dalam bahwa ada apa gerangan dibalik peristiwa aneh tersebut.

             Peristiwa ini mengingatkan saya akan dua hal. Pertama, tentang hal mendirikan kemah. Kedua, berkaitan dengan kebangkitan dari antara orang mati. Hal mendirikan kemah tidak lain berasal dari mulut seorang murid, yang bernama Petrus. Dia hanyalah manusia biasa seperti para murid lainnya.

            Saat saya merefleksikan dan bertolak lebih dalam lagi, saya diingatkan akan satu hal bahwa hal mendirikan kemah sebenarnya tidak hanya melulu berkaitan dengan sesuatu hal yang terlihat secara fisik. Tidaklah sungguh kemah atau pondok para nabi diatas gunung. Bukan kemah benaran. Tetapi kemah di sini lebih menunjuk ke hati manusia.

            Allah tinggal dan bersemayam dalam hati manusia bila manusia mempunyai kemauan, niat yang baik untuk mengundang Tuhan dan memberi tempat bagi Tuhan di dalam hatinya. Jadi, di sini hal mendirikan kemah berarti hal mengundang Tuhan yang disertai dengan niat yang tulus untuk tinggal dalam hati manusia. Hal mengundang Tuhan timbul sebagai tanggapan manusia atas iman dan wahyu dari Allah.

            Hal kedua tentang kebangkitan dari antara orang mati. Memang saat itu, Yesus sungguh bangkit dari antara orang mati. Ia pun memperoleh kemuliaan di surga bersama dengan Bapa-Nya.

            Kebangkitan dalam permenungan saya berarti pertobatan. Kembalinya si anak hilang kepada ayahnya menunjukkan bahwa anak yang hilang mempunyai niat yang tulus untuk bertobat. Ia pun kembali kepada ayahnya. Ini sepenggal perumpaan dari Yesus kepada para murid dan orang banyak.

            Hal kebangkitan tidak melulu bangkit dari kematian seperti yang dialami Yesus. Tetapi makna kebangkitan ini mempunyai relevansi signifikan dalam hidup beriman kristiani. Maka dalam renungan saya ini, istilah kebangkitan, saya lebih melihatnya dari sisi pertobatan hati manusia. Pertobatan dalam arti apa? Manusia sering kali terjebak dalam kubangan dosa. Sering kali ia menjauh dari Tuhan dan berbalik kepada mamon yaitu hal-hal yang berbau duniawi semata.

            Namun Allah adalah Allah yang maha pengampun. Walaupun manusia sering kali mengkhianati kasih-Nya, Ia selalu setia. Dalam perumpamaan Yesus tentang anak yang hilang, ayah anak yang tersebut tidak balas dendam, atau menyingkirkan anaknya yang telah lama hilang. Tetapi ia datang kepada anaknya dan memeluknya dengan penuh kasih. Ia pun berbahagia dan mengajaknya ke perjamuan makan.

            Allah pun seperti itu. Allah tetap sabar, menunggu manusia untuk bertobat. Ia bukan pendendam. Ia adalah Allah yang pengampun dan yang penuh belas kasih.

Karena itu, kita manusia yang seringkali berbuat salah baik dalam kata maupun tindakan diajak untuk datang kepada Bapa yang disertai dengan pertobatan. Bertobat berarti merubah kebiasaan lama. Dan menggantikannya dengan kebiasaan baru. Bagaimana dengan anda? Semoga!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: