NIAS BARU

Nias Bangkit, Nias Berjuang, Nias Bertindak, Nias Sejahtera!

  • February 2008
    M T W T F S S
    « Jan   Mar »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    2526272829  
  • Ya’ahowu Banuada

    Salam dari saya, Marinus Waruwu. Weblog "Nias Baru: Ya`ahowu Tano Niha" ini kita jadikan wahana bertukar pikir serta mengerti lebih dalam "berita aktualita Nias". Partisipasi masyarakat Nias sangat diharapkan. Ya'ahowu. Nias berjuang, Nias Nias bertindak, Nias Sejahtera, Nias maju. Semoga!
  • Pages

  • Marinus W. : Abad-21, Kematian Modernitas dan Kebangkitan Agama-agama

    Abad-21 identik dengan bangkitnya agama-agama. Kebangkitan Agama-agama bukan dikarenakan modernitas tidak mampu lagi menjawab segala tuntutan hidup manusia. tapi karena modernitas tidak menyentuh inner/hati manusia yang bersifat rohani yang merupakan inti dari kemanusiaan itu sendiri. artinya modernitas hanya terbatas pada materi, kenikamatan hidup, sementara bagian dalam manusia tidak tersentuh sehingga manusia mengalami kekosongan rohani. akibatnya, hidup manusia selalu identik dengan kegelisahan, kekacauan, dan rasa ketidakbermaknaan hidup. mungkin saja karena modernitas hanya bergulat dengan sisi luarnya saja. artinya yang fisikal semata. sedangkan inti dalamnya terabaikan. akibatnya, Agama adalah pelabuhan terakhir hidup manusia. sebab sisi dalam hidup manusia, hanya agama yang bisa memasukinya. sayang, kebangkitan agama-agama bagai pisau bermata dua. di satu sisi, agama dapat mengkonstruksi kembali hidup manusia yang sudah hancur karena kegelisahan. di sisi lain, agama justru menjadi sebab terjadinya krisis sosial akhir-akhir ini. triumfalisme atau rasa benar sendiri agama-agama tertentu mengakibatkan munculnya fundamentalime yang berujung pada kekerasan, penganiayaan, kefanatikkan, rasa saling curiga dan saling tidak percaya antar komunitas sosial. dan ujungnya juga adalah kekerasan terhadap kemanusiaan. lalu setelah modernitas dan agama ternyata sama-sama penyebab krisis dalam hidup manusia, kemanakah nantinya manusia berlabuh. adakah paham selain itu, apakah ateis.
  • Nias bangkit, Nias berjuang, Nias sejahtera, Nias sejahtera!

    Bukanlah slogan kosong untuk masyarakat nias. Tapi slogan nias bangkit, berjuang, bertindak, sejahtera adalah slogan yang punya makna. makna apa? makna kebangkitan masyarakat nias dari ketertinggalan dan keterpurukannya terutama dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan segala bidang lainnya. Caranya adalah melalui modernisasi pendidikan. Pendidikan adalah salah satu cara terbaik untuk membawa nias ke arah kemajuan. Bila masyarakat punya pola pikir maju dan punya visi dan misi ke depan bukan tidak mungkin masyarakat kita nias dalam 10 tahun ke depan akan sejajar dengan daerah-daerah lain yang telah mencicipi kemajuan.
  • Asking Pardon and Forgiving Offenses:

    You should either avoid quarrels altogether or else put an end to them as quickly as possible; otherwise, anger may grow into hatred, making a plant out of a splinter, and turn the soul into a murderer. For so you read: “ Everyone who hates his brother is a murderer “ (I Yoh 3:15) Whoever has injured another by open insult, or by abusive or oven incriminating language, must remember to repair the injury as quickly as possible by an apology, and he who suffered the injury must also forgive, without further wrangling. But if they have offended one another, they must forgive one another`s trespasses for the sake of your prayers which should be recited with greater sincerity each time you repeat them. Although a brother is often tempted to anger, yet prompt to ask pardon from one he admits to having offended, such a one is better than another who, though less given to anger, finds it too hard to ask forgiveness. But a brother who is never willing to ask pardon, or does not do so from his heart, has no reason to be in the community, even if he is not expelled. You must then avoid being too harsh in your words, and should they escape your lips, let those same lips not be ashamed to heal the wounds they have caused. Thank You!
  • Tulisan Teratas

  • Meta

Gereja, dan Pemilu Amerika

Posted by niasbaru on February 26, 2008

 Marinus W.            

Sebagai suatu institusi agama (ilahi), Gereja hanya berperan dalam wilayah moral, iman umat beriman. Dan seharusnya tidak terlibat dalam kehidupan politik baik langsung maupun tidak langsung. Namun, di Negara-negara modern yang berpenduduk mayoritas katolik, Gereja tetap saja ikut terjun dan ambil bagian dalam kehidupan politik. Alasannya adalah menjadi sarana untuk membela kebenaran, keadilan bagi orang-orang yang menjadi korban politik. Misalnya, Negara Filipina yang berpenduduk mayoritas katolik. Suara gereja sangat di dengarkan, bahkan ikut menentukan sikap dan penilaian rakyat terhadap pemerintahan. Di Konggo, beberapa waktu lalu, ketua KPU Nasionalnya adalah seorang Imam diosesan. Ini menunjukan pula bahwa gereja masih belum siap melepaskan diri dari kehidupan politik sebagaimana yang kita amati pada abad-abad pertengahan.            Di tengah hiruk pikuknya pemilu Presiden Amerika, gereja nyatanya masih belum mengambil sikap siapa yang akan didukung menjadi Presiden Amerika. Karena itu, ada dua hal penting yang dihadapi oleh gereja Amerika. Pertama, supaya tidak membingungkan umat katolik Amerika, gereja harus mengambil sikap jelas siapa bakal yang akan didukung menjadi Pengganti Presiden Bush di Gedung Putih. Apakah calon dari republikan atau demokrat. Kedua, sebagai institusi ilahi, gereja tidak boleh ikut campur dalam bidang politik. Artinya politik adalah urusan negara, kaum awam dan bukan urusan gereja. Kendati demikian, berbagai pihak di Amerika, termasuk para bakal calon Presiden baik dari republikan maupun demokrat masih menunggu sikap Gereja Katolik Roma. Bagaimana tidak? Gereja Katolik adalah gereja denominasi terbesar di Amerika dengan jumlah pengikut hampir 30 persen dari keseluruhan penduduk amerika. Karena itu, bila gereja telah mengambil sikap, maka dengan sendirinya, umat gembalaanya ikut mendukung calon yang direstui gereja.            Masih teringat pemilu Amerika tahun 2004. Jhon F. Kerry adalah kandindat no.1 calon presiden dari demokrat. Dalam sebuah wawancara, ia mengaku bahwa dirinya adalah seorang katolik taat. Dan sangat berharap menjadi presiden kedua yang beragama katolik setelah mendiang Jhon F. Kennedy. Karena itu, ia butuh support, dan restu dari gereja. Nyatanya, gereja justru menjauhinya, dan rivalnya Presiden W. Bush dalam pemilu malah didukung oleh gereja. Penyebabnya adalah kebijakan-kebijakan partainya tempat ia bernaung sangat longgar dan liberal berkaitan dengan masalah-masalah moral, misalnya masalah aborsi, euthanasia, perkawinan sejenis, dan lain-lain. Sebagai seorang demokrat sejati, bila terpilih menjadi presiden amerika, ia punya tanggung jawab memperjuangkan dan melegalkan tindakan-tindakan tersebut. Bila tidak, maka ia disebut sebagai pembangkan karena tidak mengikuti kebijakan-kebijakan partai. Faktor  inilah yang menyebabkan Senator Jhon F. Kerry dijauhkan oleh gereja, karena pandangan-pandangan kontroversialnya dan berseberangan dengan gereja katolik. Sebaliknya Presiden Warkel Bush, yang adalah republikan, walaupun dia bukan seorang katolik, namun karena punya pandangan yang sama dengan gereja berkaitan dengan masalah-masalah moral mendapat angin segar dari gereja, dan walaupun secara tidak langsung mengatakannya, namun gereja diam-diam mendukungnya.           Pemilu Presiden Amerika sudah dimulai, masing-masing partai baik republik maupun demokrat masih sibuk menyeleksi siapa bakal calon presiden yang akan mampu memenangi pemilu presiden secara nasional bulan november nanti. Prosesnya  pun ditempuh melalui kaukus yang diselenggarakan di setiap negara bagian di Amerika. Dan gereja masih belum mengambil sikap. Apakah mendukung salah satu calon tertentu, atau bersikap independen dan tidak mau dipengaruhi oleh pihak mana pun. Akan tetapi, dalam tindakannya dan kebijakannya, sikap gereja sudah mulai terlihat. Walaupun tidak mewakili sikap gereja secara keseluruhan, namun protes dari Cardinal Newman Society, salah satu lembaga pendidikan katolik yang dikelola oleh Serikat Jesuit atas kedatangan calon Presiden Barack Obama di Kolese Santo Petrus, Jersey City, 9/2 menunjukan bahwa gereja kembali tidak sejalan dengan berbagai program yang diusung calon dari partai demokrat tersebut. Senator Barack Obama dikenal sebagai yang Pro-choice, membela aborsi, euthanasia, perkawinan sesama jenis. Padahal pandangan-pandangan ini sangat bertentangan dengan nilai-nilai tradisional katolik dan kaum konservatif lainnya di Amerika yang sangat menjunjung tinggi kehidupan, dan hanya mengakui perkawinan yang wajar. Itu sebabnya, Senator yang pernah tinggal di Indonesia ini diprotes keras oleh sebagian umat Katolik Amerika ketika berkunjung di Sekolah Katolik, karena secara tidak langsung akan mempengaruhi pemikiran anak-anak muda katolik yang selama ini dikenal masih taat pada nilai-nilai tradisional gereja.            Lalu siapa yang akan didukung oleh Gereja Amerika apakah Republik? Belum tentu. Sebab selama 2 (dua) periode Presiden Bush dan Republikan menguasai Gedung Putih, selama itu pula selalu terjadi perbedaan pendapat antara Gereja Katolik dengan Pemerintahan Amerika. Berbagai kebijakannya yang agresif, dan tidak manusiawi misalnya, perang Irak membuat gereja sangat hati-hati dalam memberi dukungan baik kepada Republik (konservatif) maupun Demokrat (liberal).            Sebagai lembaga agama, penjaga moral, punya pengikut yang banyak, seharusnya gereja tidak terlibat secara praktis dengan mengatakan dukungan kepada salah satu calon tertentu. Karena akibatnya bisa fatal. Gereja bisa saja tidak dipercayai oleh umat lagi bila terlalu ikut campur dalam bidang politik. Pendapat gereja belum tentu mewakili keinginan umat secara keseluruhan. Maka, jika gereja salah dalam bertindak, hal itu akan menjadi bumerang, seperti yang sudah terjadi di negara-negara Amerika Latin pada awal tahun 1960-an. Tugas gereja cukuplah di bidang moral saja, dengan menyadarkan umatnya akan pentingnya nilai-nilai kehidupan, dan nilai-tradisional katolik harus tetap dipegang teguh….Hidup gereja Amerika!Marinus Waruwu, OSCPemerhati Pemilu Amerika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: