NIAS BARU

Nias Bangkit, Nias Berjuang, Nias Bertindak, Nias Sejahtera!

  • October 2007
    M T W T F S S
    « Sep   Nov »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  
  • Ya’ahowu Banuada

    Salam dari saya, Marinus Waruwu. Weblog "Nias Baru: Ya`ahowu Tano Niha" ini kita jadikan wahana bertukar pikir serta mengerti lebih dalam "berita aktualita Nias". Partisipasi masyarakat Nias sangat diharapkan. Ya'ahowu. Nias berjuang, Nias Nias bertindak, Nias Sejahtera, Nias maju. Semoga!
  • Pages

  • Marinus W. : Abad-21, Kematian Modernitas dan Kebangkitan Agama-agama

    Abad-21 identik dengan bangkitnya agama-agama. Kebangkitan Agama-agama bukan dikarenakan modernitas tidak mampu lagi menjawab segala tuntutan hidup manusia. tapi karena modernitas tidak menyentuh inner/hati manusia yang bersifat rohani yang merupakan inti dari kemanusiaan itu sendiri. artinya modernitas hanya terbatas pada materi, kenikamatan hidup, sementara bagian dalam manusia tidak tersentuh sehingga manusia mengalami kekosongan rohani. akibatnya, hidup manusia selalu identik dengan kegelisahan, kekacauan, dan rasa ketidakbermaknaan hidup. mungkin saja karena modernitas hanya bergulat dengan sisi luarnya saja. artinya yang fisikal semata. sedangkan inti dalamnya terabaikan. akibatnya, Agama adalah pelabuhan terakhir hidup manusia. sebab sisi dalam hidup manusia, hanya agama yang bisa memasukinya. sayang, kebangkitan agama-agama bagai pisau bermata dua. di satu sisi, agama dapat mengkonstruksi kembali hidup manusia yang sudah hancur karena kegelisahan. di sisi lain, agama justru menjadi sebab terjadinya krisis sosial akhir-akhir ini. triumfalisme atau rasa benar sendiri agama-agama tertentu mengakibatkan munculnya fundamentalime yang berujung pada kekerasan, penganiayaan, kefanatikkan, rasa saling curiga dan saling tidak percaya antar komunitas sosial. dan ujungnya juga adalah kekerasan terhadap kemanusiaan. lalu setelah modernitas dan agama ternyata sama-sama penyebab krisis dalam hidup manusia, kemanakah nantinya manusia berlabuh. adakah paham selain itu, apakah ateis.
  • Nias bangkit, Nias berjuang, Nias sejahtera, Nias sejahtera!

    Bukanlah slogan kosong untuk masyarakat nias. Tapi slogan nias bangkit, berjuang, bertindak, sejahtera adalah slogan yang punya makna. makna apa? makna kebangkitan masyarakat nias dari ketertinggalan dan keterpurukannya terutama dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan segala bidang lainnya. Caranya adalah melalui modernisasi pendidikan. Pendidikan adalah salah satu cara terbaik untuk membawa nias ke arah kemajuan. Bila masyarakat punya pola pikir maju dan punya visi dan misi ke depan bukan tidak mungkin masyarakat kita nias dalam 10 tahun ke depan akan sejajar dengan daerah-daerah lain yang telah mencicipi kemajuan.
  • Asking Pardon and Forgiving Offenses:

    You should either avoid quarrels altogether or else put an end to them as quickly as possible; otherwise, anger may grow into hatred, making a plant out of a splinter, and turn the soul into a murderer. For so you read: “ Everyone who hates his brother is a murderer “ (I Yoh 3:15) Whoever has injured another by open insult, or by abusive or oven incriminating language, must remember to repair the injury as quickly as possible by an apology, and he who suffered the injury must also forgive, without further wrangling. But if they have offended one another, they must forgive one another`s trespasses for the sake of your prayers which should be recited with greater sincerity each time you repeat them. Although a brother is often tempted to anger, yet prompt to ask pardon from one he admits to having offended, such a one is better than another who, though less given to anger, finds it too hard to ask forgiveness. But a brother who is never willing to ask pardon, or does not do so from his heart, has no reason to be in the community, even if he is not expelled. You must then avoid being too harsh in your words, and should they escape your lips, let those same lips not be ashamed to heal the wounds they have caused. Thank You!
  • Tulisan Teratas

  • Meta

RI Harus Mengubah Sikap Lembeknya *Putuskan Saja Hubungan dengan Malaysia

Posted by niasbaru on October 10, 2007

Jakarta, (SIB)

Desakan agar pemerintah memutuskan hubungan diplomatik dengan Malaysia terus bergulir. Apalagi, jika RI tidak mengubah sikap lembeknya.
Sebab kasus RI-Malaysia bukan yang pertama kalinya, tapi sudah berulang kali.
“Ini berulang-ulang kasusnya, kalau pemerintah tetap saja tidak tegas terhadap Malaysia, putuskan saja hubungan diplomatik,” tegas Ketua FPKS Mahfudz Sidik sebelum sidang paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/10).


Dengan putusnya hubungan diplomatik, maka tidak ada lagi beban politik dan hukum.
“Kecuali kalau masih ingin membangun hubungan diplomatik, ya pemerintah harus tegas. Jangan menjual harga diri dan martabat bangsa,” tegasnya.
Kekerasan pasukan sukarela perazia imigran gelap (Rela) pada WNI di Malaysia membuat publik dalam negeri marah. KBRI telah melayangkan surat protes.
RI DIAM, MALAYSIA MAKIN SOMBONG DAN AROGAN
Sikap Rela Malaysia yang sewenang-wenang terhadap WNI merupakan bukti nyata negeri jiran itu sudah tidak bersahabat. Tidak pada tempatnya jika Indonesia diam saja.
Jika Indonesia semakin diam, Ketua FPAN Zulkifli Hasan, yakin Malaysia akan semakin sombong dan arogan.
“Bayangkan istri atase pendidikan diperlakukan seperti itu, ini sudah biadab. Pemerintah jangan diam, tarik Dubes RI di sana,” kata Zul dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/10).
Menurut Sekjen DPP PAN itu, pemerintah harus mengeluarkan travel warning terhadap warga RI yang akan berkunjung ke Malaysia. Karena negeri itu tidak aman lagi bagi WNI.
“Duta-duta kita yang belajar di sana pun diperlakukan bukan seperti manusia. Pintunya digedor, dirusak tetapi tidak ada satu pun ucapan maaf. Ini sudah kurang ajar,” cetusnya.
Menurut Zul, republik ini tidak boleh lagi mendiamkan aksi keterlaluan dari Malaysia. Sebagai kepala negara, Presiden SBY harus menunjukkan sikap tegas, tidak hanya dengan pernyataan tapi tindakan nyata.
“Harga diri kita sudah tidak ada lagi, kalau sampai pemerintah masih diam menyikapi ini, apa perlu rakyat yang harus bergerak!” tegas dia.
Daftar Kekerasan Rela Malaysia terhadap WNI
Milisi sipil Malaysia, Rela (Ikatan Relawan Rakyat) dibentuk pemerintah Malaysia untuk menangkap buruh migran yang tidak berdokumen. Sejumlah buruh, mahasiswa, dan istri diplomat RI menjadi korban aksi kekerasan Rela.
Berikut data kekerasan Rela yang dialami para WNI, seperti disampaikan Migrant Care, dalam siaran persnya yang diterima detikcom, Selasa (9/10). Berikut nama-nama WNI yang menjadi korban Rela:
1. Muhammad Yunus Lubis, mahasiswa dan Ketua PPI Universiti Kebangsaan Malaysia. Apartemennya di kawasan Kajang diobrak-abrik beberapa hari lalu
2. Muslianah, istri Atase Pendidikan KBRI Malaysia. Dia ditangkap oleh Rela saat berbelanja di Chow Kit 3. RS, diperkosa anggota Rela
4. EW, diperkosa anggota Rela
5. SN, diperkosa anggota Rela
6. Sabirin, tinggal di Repuk Asem, Bungtiang, Johor. Dia dipukul sebanyak tiga kali, uangnya sebanyak RM. 300 diambil, demikian juga pakaian layak pakai. Kejadian ini terjadi pada April 2006
7. Imran, dipukuli dua kali, semua barang dapur dan uang RM 500 diambil. Kejadian terjadi pada 1996 di Keluang, Johor
8. Basri, dianiaya dan semua barangnya diambil, pada tahun 1999 di Johor
9. Hasan, dianiaya dan diintimidasi pada tahun 1999, Kota Tinggi, Johor
10. Ruslan Sahapuddin, dianiaya dan semua barang peralatan dapur diambil pada tahun 2000 di Felda Keledang
11. Saafi’i, uang dan pakaiannya diambil, Johor
12. Sardi, dia dipukuli hingga babak belur dan semua barangnya dirampas, Petaling Jaya, Selangor
13. Mahnan, HP diambil, fotokopi paspor disobek, dipukul sampai pingsan, tahun 2003, Taman Bukit Jelutung, Selangor
14. Amaq Hil, dipungut uang keamanan RM 50 tiap bulan. Jika tidak bayar, dia dipukul, diasingkan, dan tidak diizinkan bekerja, tahun 1999, Kuching
15. Sabaruddin, ditangkap, semua uang dan barang-barangnya diambil, tahun 1997 Gelang Patah, Johor
16. Heri, dipukul sampai pingsan karena tidak mau berbaris ketika sedang penangkapan di tahun 1997, Selangor
17. Sahdan, motor dan barang-barangnya diambil pada tahun 2001, Bentong Pahang
18. Saepuddin, HP dan peralatan dapur diambil, tahun 2002, di Kampung Wa, Bukit Besi, Dungun, Terengganu
19. Mahsun, dianiaya dan barang-barang diambil tahun 2001, Jengke I, Pahang
20. Badrun, HP diambil dan uang RM. 250, tahun 2003, Tebrau, Johor
21. Hamid, dianiaya (dipukul), tahun 1999, Kemaman
22. Amaq Senah, uang dan semua pakaian diambil tahun 2000, Keluang, Johor
23. Kelet, uang RM. 300 dan dapur gas dan semua barang dapur diambil, tahun 1996, Ulu Tiram, Johor
24. Mahrip, dipukul waktu penangkapan, tahun 1998, Tiram, Johor.
Kronologi Pemerkosaan Anggota Rela Malaysia terhadap WNI
Tidak hanya penangkapan yang dilakukan anggota Rela, milisi sipil yang dibentuk pemerintah Malaysia. Namun, ada juga buruh yang diperkosa. Ini terjadi seorang buruh migran dari Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), berinisial Sur. Data ini disampaikan Migrant Care dalam rilisnya yang diterima detikcom, Selasa (9/10). Sur bekerja sebagai PRT di Johor Bagru selama dua tahun. Selama bekerja, dia belum pernah menerima gajinya. Karena itu, Sur selalu meminta gaji, namun majikannya hanya memberi janji. Sur pun akhirnya melarikan diri.
Saat melarikan diri dari rumah majikan, Sur bertemu dengan seorang perempuan yang belum pernah dikenalnya. Perempuan tersebut berjanji akan menolong Sur. Dari perempuan tersebut, Sur dikenalkan lagi dengan saudara ipar dari perempuan yang kemudian orang tersebut mengenalkan Sur dengan Rela, yang bernama Shareen Isa (nama ini yang diingat Sur). Anggota Rela tersebut membawa Sur pada malam hari ke satu rumah kosong. Sur kemudian didudukkan di kursi, tangan dan kakinya diborgol serta mulutnya disumpal dengan kain, sehingga Sur tidak bisa bergerak dan tidak bisa berteriak. Sur disekap selama 1 bulan dan diperkosa dalam keadaan kaki dan tangan diborgol.
Dalam sehari, Sur hanya diberi makan satu kali, dan makan dalam keadaan tangan tetap di borgol, sehingga Sur terpaksa makan seperti hewan. Sur juga tidak diizinkan ke kamar mandi, sehingga dia terpaksa menahan buang air besar dan kecil selama 1 bulan. Karena kondisi tersebut, perut Sur membesar dan kembung. Dan Sur tidak pernah ganti pakaian selama 1 bulan. Pada suatu hari, ada seorang laki-laki, yang juga anggota Rela, datang dan masuk rumah dengan merusak pintu. Anggota Rela tersebut memberi uang RM 20 kepada Sur dan menyuruh Sur untuk melarikan diri dengan naik taksi. Sur diberi alamat untuk datang ke rumah orang Pakistan yang beristrikan orang Jawa. Sur kemudian tinggal di rumah orang Pakistan selama 2 bulan.
Anggota Rela yang mengantar Sur ke rumah orang Pakistan itu datang lagi dan mengajak Sur untuk tinggal di rumahnya. Di rumah Rela itu, Sur muntah-muntah, kemudian dibawa ke dokter dan Sur ternyata hamil. Di rumah Rela tersebut, Sur tinggal selama 1 bulan. Anggota Rela itu kemudian membawa Sur ke polisi Kajang untuk membuat laporan bahwa Sur diperkosa oleh anggota Rela dan hamil. Pihak Kepolisian Kajang justru membawa Sur ke penjara Semenyih karena Sur tidak memiliki dokumen.Sur ditahan di penjara Semenyih selama 5 hari. Kemudian pihak KBRI Kualalumpur menjemput Sur dan dibawa ke KBRI.
Hingga saat ini, Sur masih masih berada di penampungan KBRI Kulalaumpur dan kehamilannya sudah berusia 6 bulan. Ironisnya, Kepolisian Malaysia justru mengirim surat kepada KBRI Kualalumpur agar Sur segera dipulangkan ke Indonesia.
TNI AL Gelar Kekuatan Perkuat Diplomasi Melawan Malaysia
TNI AL akan meningkatkan pengamanan di Selat Malaka, Ambalat dan Natuna. Peningkatan operasi ini guna mendukung diplomasi luar negeri pemerintah dengan pihak Malaysia.
“Lautan kita yang lebih luas dari daratan, tanpa AL yang kuat, tentunya negara kita akan selalu dilecehkan Malaysia,” kata KSAL Laksamana TNI Slamet Soebijanto usai upacara Hari Kesehatan AL di Markas Brigade Infanteri II Korps Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (9/10).
“Kehadiran kita tentunya agar tidak dianggap enteng dan sekaligus memberikan dukungan kepada pelaksanaan politik luar negeri,” imbuh Slamet.
Hal ini disampaikan oleh Slamet terkait meningkatnya tensi hubungan Indonesia dengan Malaysia, terutama soal razia TKI, terungkapnya alat sadap, dan lagu rebutan Rasa Sayange.
“Peristiwa Ambalat dan pelanggaran yang dilakukan Malaysia menyadarkan bahwa kita harus kuat. Kalau kita tidak kuat, kita akan dipandang rendah dan dilecehkan,” tegas Slamet lagi.
Menurut Slamet, gelar kekuatan AL dilakukan untuk mendukung diplomasi pemerintah melawan Malaysia. Gelar kekuatan ini diwujudkan dengan menghadirkan sejumlah kapal perang di sejumlah titik rawan, seperti Selat Malaka, Ambalat dan Natuna.
“Lalu kita juga akan melakukan latihan puncak TNI AL Armada Jaya yang menjadi salah satu tolok ukur kekuatan dan kemampuan personel, bagaimana dia membuat rancangan suatu operasi yang besar,” jelas KSAL.
Namun Slamet mengaku, sebenarnya TNI AL masih membutuhkan dukungan untuk membangun kekuatan ideal yang mampu menangkal, melanjutkan, sekaligus memberi dukungan pada pemerintah dalam melaksanakan politik luar negeri.
“Misalnya penambahan personel, itu adalah satu tuntutan. Jumlah pulau kita itu 17 ribu, jika tidak dijaga, ya bagaimana nantinya. Kekuatan yang kita butuhkan tidak hanya kapal perang, namun juga personel,” ujar KSAL. Ketika ditanya berapa besar estimasi kekuatan yang dibutuhkan TNI AL agar mampu menyokong diplomasi serta politik luar negeri pemerintah. Slamet menjawab, AL setidaknya butuh kapal perang hingga 376 unit dari berbagai jenis.
Selain itu, lanjut Slamet, pihaknya membutuhkan pembangunan armada di tiga kawasan yakni barat, tengah, dan timur. “Sedangkan untuk personel, idealnya 300 ribu. Sekarang personel kita hanya 67 ribu orang. Ini tentu akan secara bertahap kita kembangkan sesuai anggaran kita,” demikian KSAL.
Insiden ‘Rela’ Sering Terjadi, SBY & Badawi Harus Bertemu
Tindakan pasukan Rela Malaysia yang berlaku kasar dalam merazia WNI harus disikapi tegas oleh pemerintah Indonesia. Presiden SBY dan Perdana Menteri Malaysia Ahmad Badawi harus bertemu.
“2 Kepala negara harus bertemu untuk berbicara yang sebaiknya dilakukan,” ujar anggota Komisi I DPR, Yusron Ihza Mahendra, saat dihubungi detikcom, Selasa (9/10).
Menurut Yusron, Dubes Malaysia Zainal Abidin Mohammad Zin pun harus meminta maaf secepatnya kepada pemerintah Indonesia.
Yusron menilai, tindakan Malaysia kepada Indonesia sudah keterlaluan. Malaysia dalam waktu dekat sudah menimbulkan reaksi keras masyarakat Indonesia atas kejadian-kejadian yang berulang-ulang. Seperti masalah wasit karate, alat sadap, TKI yang berulang-ulang, dan lagu Rasa Sayange.
Untuk itu, Yusron meminta pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah sigap yang menunjukkan Indonesia marah atas perlakuan Malaysia.
“Seperti menghentikan pengiriman TKI untuk pembantu rumah tangga dan mengeluarkan travel warning,” kata adik mantan Mensesneg Yusril Ihza Mahendra ini.
Presiden SBY pun, imbuh Yusron, harus proaktif dengan mengeluarkan statement ke publik.
“Jangan masalah penculikan anak saja yang diurus. Masalah harkat dan martabat di mata internasional yang diinjak negara lain, SBY hanya diam,” tandas Yusron.
RI Harus Desak Pemerintah Malaysia Bubarkan ‘Rela’
Tindak kekerasan dan perlakuan di luar batas kembali dipertunjukkan oleh Rela (Ikatan Relawan Rakyat), sebuah milisi sipil yang dibentuk pemerintah Malaysia. Selain menangkapi para buruh migran, Rela juga menangkap istri diplomat RI dan mahasiswa Indonesia. Pemerintah Malaysia diminta membubarkan milisi ini.
Menurut Migrant Care, organisasi yang ditugaskan untuk menangkapi buruh migran tak berdokumen ini tidak ubahnya seperti geng kriminal terorganisir untuk menciptakan ketakutan dan teror pada buruh migran yang bekerja di Malaysia. “Migrant Care mendesak kepada Pemerintah Indonesia untuk proaktif dalam menuntut Pemerintah Malaysia membubarkan Rela,” pinta Migrant Care .
Dalam hari-hari terakhir ini, menurut catatan Migrant Care, Rela telah bertindak melampaui batas. Istri seorang diplomat Indonesia ditangkap dan Rela juga mengobrak-abrik asrama mahasiswa Indonesia. Dalam minggu kemarin, terungkap 2 kasus perkosaan yang dilakukan oleh anggota polisi Malaysia dan anggota rela terhadap buruh migran perempuan asal Indonesia yang sedang hamil.
Buruh migran tersebut diidentifikasi berasal dari Lampung. Kasus perkosaan oleh Rela ini bukan hanya dilakukan kali ini saja. Dalam tahun ini Migrant Care juga mengadvokasi kasus serupa yang dialami buruh migran perempuan asal Nusa Tenggara Barat.
Namun demikian hingga saat ini kasus-kasus kekerasan dan perkosaan yang dilakukan Rela tidak pernah difollow-up oleh Pemerintah Malaysia bahkan cenderung untuk mengabaikannya. Pemerintah Indonesia juga sangat lamban untuk menuntut Pemerintah Malaysia memproses tindakan kriminal yang dilakukan oleh Rela dan juga aparat Malaysia lainnya.
Untuk itu, Migrant Care mendesak kepada Pemerintah Indonesia untuk pro-aktif dalam menuntut Pemerintah Malaysia membubarkan Rela. Migrant Care juga akan mengadukan Pemerintah Malaysia yang dengan sistematik membentuk milisi sipil pelanggar HAM buruh migran kepada UN Human Rights Council dan UN Special Rapporteur on the Human Rights of Migrants.
Menlu: RI Sudah Kirim Nota Protes ke Malaysia
Terkait aksi anggota pasukan Rela Malaysia yang menangkap istri diplomat Indonesia, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda menyatakan, Indonesia sudah mengirimkan nota protes.
“Sudah,” ucap Hassan singkat ketika ditanya wartawan sebelum mengikuti rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Selasa (9/10).
Apa sudah ada penjelasan resmi pemerintah Malaysia atas kasus ini Pak? “Belum,” ujar Hassan sambil menggelengkan kepala.
Bagaimana dengan usulan travel warning atau langkah tegas lainnya Pak? cecar wartawan. Namun Hassan yang biasanya panjang lebar menjelaskan kembali hanya menggelengkan kepala sambil berlalu masuk kantor Presiden.
Rela Berulah, Tarik Saja Perwakilan RI di Malaysia
Tindakan pasukan Rela terhadap WNI dinilai sebagai salah satu skenario Malaysia untuk menjatuhkan citra RI. Pemerintah diminta menarik perwakilan Indonesia di Malaysia.
“Pemerintah harus mengambil sikap politik yang menyeluruh tidak kasus per kasus, contohnya tidak kirim TKI, tidak kirim mahasiswa dan menarik perwakilan kedutaan besar di Malaysia,” kata Ketua FKB DPR Effendy Choirie di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/10).
Menurut dia, Malaysia dalam berbagai aspek melecehkan Indonesia dan membangun persepsi yang buruk terhadap Indonesia, mulai dari pemerintahnya, rakyat, kampus dan pedagangnya, sudah terbangun citra yang buruk terhadap Indonesia.
“Ini skenario mereka untuk membuat persepsi yang buruk dan jelek terhadap Indonesia di mata dunia internasional,” ujarnya.
Tujuannya, lanjut dia, supaya Indonesia tidak menjadi negara yang besar dan makmur.
“Yang mendapat keuntungan ini ya mereka. Ini tidak bermoral dan merupakan politik busuk Malaysia, seperti kasus terorisme itu semua orang Malaysia dan dikirim ke Indonesia. Saya dapat info ini dari intelijen, tujuannya supaya Indonesia jatuh, pariwisata terpuruk, dan wisatawan asing beralih ke Malaysia,” beber pria yang akrab disapa Gus Choi ini.
DPR Desak Pemerintah Berlakukan Travel Warning ke Malaysia
Kasus perlakuan kasar petugas Rela terhadap WNI di Malaysia terus menjadi sorotan DPR. Komisi I DPR mendesak pemerintah supaya memberlakukan travel warning kepada WNI yang hendak ke Malaysia.
“Kita tidak rela terhadap apa yang dilakukan oleh Rela. Indonesia harus mengambil tindakan tegas yang bisa mengubah sikap Malaysia. Salah satunya kita akan desak pemberlakuan travel warning,” kata Wakil Ketua Komisi I Yusron Ihza Mahendra di sela-sela sidang paripurna DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/10).
Yusron mengatakan, desakan travel warning tersebut akan dibahas dalam rapat internal Komisi I yang rencananya akan di gelar siang usai sidang paripurna. Dalam rapat tersebut tidak hanya kasus Rela yang dibahas, tapi juga semua kasus antara RI-Malaysia yang akhir-akhir ini sering terjadi.
Yusron beralasan kenapa travel warning yang didesak, “Karena Malysia saat ini sedang giat-giatnya melakukan promosi pariwisata.”
Dengan pemberlakuan travel warning tersebut, bisa menjadi satu pukulan bagi Malaysia agar tidak main-main dengan Indonesia.
“Sehingga kita yakin ini bisa menjadi efek jera bagi Malaysia yang saat ini membangun turisme. Supaya dunia tahu, kalau Indonesia, negara tetangganya menyatakan Malaysia dalam bahaya. Dan bisa berdampak buruk terhadap pariwisata mereka,” kata Yusron.
Namun, travel warning seperti apa yang akan diberlakukan, Yusron menyerahkan sepenuhnya kepada Deplu. Yusron juga mengatakan, selain memberlakukan travel warning, Komisi I juga mendesak Presiden SBY agar melakukan pertemuan dengan PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi untuk membuat kesepakatan-kesepakatan yang tidak merugikan salah satu atau kedua belah pihak.
“Saya kira kepala negara kita juga perlu bertemu Badawi untuk membahas masalah bilateral, tidak saja kasus Rela. Karena kedua negara ini tidak akan mendapat keuntungan apapun kalau hubungan keduanya buruk,” tandasnya.
RI Harus Berani Hadapi Malaysia Seperti Zaman Soekarno Dulu
Perlakuan kasar pasukan Rela Malaysia dalam merazia WNI juga disesali Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerjogoeritno. Mbah Tardjo mendesak pemerintah Indonesia berani menghadapi Malaysia.
“Kita ini harus berani seperti zaman Bung Karno dulu,” ujar Mbah Tardjo, panggilan akrab politisi gaek ini, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (9/10).
Mbah Tardjo juga memberi masukan agar angkatan bersenjata kita diperkuat.
Perlakuan kasar Rela Malaysia memakan korban istri diplomat RI dan mahasiswa S2 yang kuliah di Malaysia. (detikcom/c)

2 Responses to “RI Harus Mengubah Sikap Lembeknya *Putuskan Saja Hubungan dengan Malaysia”

  1. […] RI Harus Mengubah Sikap Lembeknya *Putuskan Saja… […]

    • yonie kamale said

      Siap perang melawan malingsia … kita tangkapin aja warga malingsia yg ada di indonesia pasti banyak yg ga punya dokumen … apa lagi yg ada di pasantren … balas … NYATAKAN PERANG.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: