NIAS BARU

Nias Bangkit, Nias Berjuang, Nias Bertindak, Nias Sejahtera!

  •  

    November 2009
    M T W T F S S
    « Sep    
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    30  
  • Ya’ahowu Banuada

    Salam dari saya, Marinus Waruwu. Weblog "Nias Baru: Ya`ahowu Tano Niha" ini kita jadikan wahana bertukar pikir serta mengerti lebih dalam "berita aktualita Nias". Partisipasi masyarakat Nias sangat diharapkan. Ya'ahowu. Nias berjuang, Nias Nias bertindak, Nias Sejahtera, Nias maju. Semoga!
  • Pages

  • Marinus W. : Abad-21, Kematian Modernitas dan Kebangkitan Agama-agama

    Abad-21 identik dengan bangkitnya agama-agama. Kebangkitan Agama-agama bukan dikarenakan modernitas tidak mampu lagi menjawab segala tuntutan hidup manusia. tapi karena modernitas tidak menyentuh inner/hati manusia yang bersifat rohani yang merupakan inti dari kemanusiaan itu sendiri. artinya modernitas hanya terbatas pada materi, kenikamatan hidup, sementara bagian dalam manusia tidak tersentuh sehingga manusia mengalami kekosongan rohani. akibatnya, hidup manusia selalu identik dengan kegelisahan, kekacauan, dan rasa ketidakbermaknaan hidup. mungkin saja karena modernitas hanya bergulat dengan sisi luarnya saja. artinya yang fisikal semata. sedangkan inti dalamnya terabaikan. akibatnya, Agama adalah pelabuhan terakhir hidup manusia. sebab sisi dalam hidup manusia, hanya agama yang bisa memasukinya. sayang, kebangkitan agama-agama bagai pisau bermata dua. di satu sisi, agama dapat mengkonstruksi kembali hidup manusia yang sudah hancur karena kegelisahan. di sisi lain, agama justru menjadi sebab terjadinya krisis sosial akhir-akhir ini. triumfalisme atau rasa benar sendiri agama-agama tertentu mengakibatkan munculnya fundamentalime yang berujung pada kekerasan, penganiayaan, kefanatikkan, rasa saling curiga dan saling tidak percaya antar komunitas sosial. dan ujungnya juga adalah kekerasan terhadap kemanusiaan. lalu setelah modernitas dan agama ternyata sama-sama penyebab krisis dalam hidup manusia, kemanakah nantinya manusia berlabuh. adakah paham selain itu, apakah ateis.
  • Nias bangkit, Nias berjuang, Nias sejahtera, Nias sejahtera!

    Bukanlah slogan kosong untuk masyarakat nias. Tapi slogan nias bangkit, berjuang, bertindak, sejahtera adalah slogan yang punya makna. makna apa? makna kebangkitan masyarakat nias dari ketertinggalan dan keterpurukannya terutama dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan segala bidang lainnya. Caranya adalah melalui modernisasi pendidikan. Pendidikan adalah salah satu cara terbaik untuk membawa nias ke arah kemajuan. Bila masyarakat punya pola pikir maju dan punya visi dan misi ke depan bukan tidak mungkin masyarakat kita nias dalam 10 tahun ke depan akan sejajar dengan daerah-daerah lain yang telah mencicipi kemajuan.
  • Asking Pardon and Forgiving Offenses:

    You should either avoid quarrels altogether or else put an end to them as quickly as possible; otherwise, anger may grow into hatred, making a plant out of a splinter, and turn the soul into a murderer. For so you read: “ Everyone who hates his brother is a murderer “ (I Yoh 3:15) Whoever has injured another by open insult, or by abusive or oven incriminating language, must remember to repair the injury as quickly as possible by an apology, and he who suffered the injury must also forgive, without further wrangling. But if they have offended one another, they must forgive one another`s trespasses for the sake of your prayers which should be recited with greater sincerity each time you repeat them. Although a brother is often tempted to anger, yet prompt to ask pardon from one he admits to having offended, such a one is better than another who, though less given to anger, finds it too hard to ask forgiveness. But a brother who is never willing to ask pardon, or does not do so from his heart, has no reason to be in the community, even if he is not expelled. You must then avoid being too harsh in your words, and should they escape your lips, let those same lips not be ashamed to heal the wounds they have caused. Thank You!
  • Tulisan Teratas

  • Meta

  • Watch videos at Vodpod and other videos from this collection.

SHARING ROHANI

Hopeful prayer

 

Allah, Bapa di surga, kasih setia-Mu kekal abadi. Eengakulah tumpuan hidup dan harapanku. Tanamkanlah dalam hatiku pengharapan yang teguh akan kasih dan kebaikan-Mu; pengharapan yang menjiwai seluruh hidup Putera-Mu Yesus Kristus. Berilah aku pengharapan yang kuat karena yakin bahwa Engkau selalu besertaku. Semoga aku selalu menyandarkan diri kepada-mu dalam suka dan duka. Aku mohon pengharapan yang teguh supaya aku tidak mudah putus asa dalam penderitaan dan kekecewaan.

 

Bapa, semoga pengharapan yang kuat selalu menjiwai seluruh hidupku. Dalam pengaharapan itu aku akan membangun hidup dan masa depanku. Dalam pengaharapan itu pula aku percaya akan memperoleh hidup abadi bersama Engkau. Ya Allah, teguhkanlah pengharapanku.

 

 

One Response to “SHARING ROHANI”

  1. sibayada said

    Karena tertarik dengan kehidpan orang-orang yang bekerja sebagai cleaning service, beberapa waktu lalu saya ngobrol & berbicara dengan mereka. Saya mengajukan beberapa pertanyaan, dan salah satunya adalah sebagai berikut:

    1 Mengapa saudara memilih pekerja Cleaning Service?
    Pak saya memilih pekerjaan ini karena terpaksa. Tidak ada yang lain selain ini. Hanya di sini saya diterima.
    2. Pengalaman apa yang paling menarik atau yang paling membahagiakan saudara selama bekerja di sini?
    Tidak ada pengalaman yang yang paling menarik Pak. Paling pengalaman yang menarik hanya ketika saya dapat gaji. Selain itu, saya juga mendapat pahala dari ALLAH SWT.
    3. Pengalaman apa yang paling menyakitkan hati saudara selama menjalani pekerjaan ini atau bekerja di sini?
    Pengalaman yang menyakitkan ya itu…ketika ada sedikit kekurangan, saya langsung diomelin sama leader. Marah-marah terus sih Pak.
    4. Bagaimana perasaan saudara atau tanggapan saudara terhadap orang yang tidak menghargai kerja keras saudara dalam melakukan pekerjaan?
    Kalau saya Pak tidak marah. Memang itu sudah tugas dan kewajiban saya. Walaupun saya sakit hati, tetapi percuma saya marah.
    5.Sejauh mana saudara mengalami dan merasakan keramahan dari sesama anggota karyawan dan orang-orang yang berkunjung di sini?
    Kayak saudara sendiri Pak. Mereka menganggap saya sebagai saudara. Begitu juga saya, saya menganggap mereka sebagai saudara sendiri.
    6. Apakah saudara merasa diperhatikan dan diperlakukan dengan baik oleh pimpinan saudara di tempat kerja? Dalam bentuk apa?
    Tergantung Pak. Kalau pada saat kerja, pimpinan pasti tegas, dan berani marah. Tetapi kalau diluar kerja pimpinan ramah.
    7. Apa yang saudara harapkan berkaitan dengan pekerjaan saudara?
    Saya pingin peningkatan jabatan…

    Kesimpulan:
    Dari dialog kami dengan kelompok Cleaning Service, ada dua hal yang menjadi keslimpulan utama kami yaitu:
    •Bahwa mereka bekerja sebagai seorang cleaning service sebetulnya bukan karena memang itu pekerjaan yang diinginkan. Akan tetapi mereka terdeksa dengan kebutuhan ekonomi. Hal itu terjadi karena di luar tidak ada lagi kesempatan kerja dan hanya di situlah kesempatan yang ada untuk mereka. Pada awal bekerja sebagai cleaning service, ada pemberontakan dalam diri mereka karena bagi mereka pekerjaan ini sangat rendah manfaatnya, kegunaan bagi ekonomi keluarga bahkan dikatakan sebetulnya bekerja di sini hanya membuang-buang waktu saja. Tetapi apa boleh buat, mungkin hanya ini rejeki dari Allah SWT sehingga dijalani, dan diterima saja rejeki yang diberikan Allah SWT kepada manusia, kata salah seorang karyawati cleaning service. Menjadi seorang cleaning service bukan karena terpaksa, karena putus asa, tetapi hanya ini rejeki dari Allah SWT mas, lanjutnya.
    •Dari sini, kami dapat melihat hikmahnya bahwa walaupun hanya ini pekerjaan mereka, tetapi mereka tidak pernah putus asa, putus harapan. Bagi mereka hanya ini rejeki yang diberikan Allah kepada mereka. Rejeki yang lainnya pasti ada dari Allah SWT. Tetapi bukan sekarang, pasti ada waktunya mas, Allah sudah memikirkan semuanya, sambung salah seorang karyawati.
    •Pelajaran yang dapat dipetik dari mereka ini semua adalah “kesabaran”. Menjadi seorang yang sabar memang bukan perkara mudah, karena ada banyak orang di luar sana yang membunuh saudaranya, berbuat kriminal atau putus harapan untuk tidak bisa hidup lagi hanya karena kehilangan yang namanya kesabaran. Tetapi bagi mereka kesabaran itu mutlak ada dalam pekerjaan! Tanpa kesabaran mungkin sekarang ini mereka sudah kehilangan pekerjaan sebagai cleaning service. Kesabaran yang dimaksud adalah ketika para pengunjung di Rumah Sakit tempat mereka kerja menganggap rendah pekerjaan mereka, misalnya ketika melewati lantai yang sedang dibersihkan jarang para pengunjung minta permisi, atau paling tidak memberi senyum, menyapa yang dapat memberi kelegaan buat mereka, namun biasanya para pengunjung senangnya main serobot saja dengan cuek bebeknya sehingga lantai yang barusan dibersihkan kotor lagi. Memang saat itu, kebanyakan dari mereka pingin marah! Tetapi apa boleh buat. Mereka tidak mampu untuk mengungkapkannya. Mereka menyimpan saja dalam hatinya, tidak mampu menegur juga sebab takut dimarahi oleh leader.
    •Bagi kami, “kesabaran” dalam diri mereka patut diangkat ke atas. Walaupun mereka kurang mendapatkan hospitalitas yang baik dari para pengunjung Rumah Sakit, mereka sabar saja. Walaupun marah, tetapi tetap saja sabar…sabar…dan sabar….
    •Yang patut dipelajari dalam hidup mereka adalah keramahan atau hospitalitas sesama anggota karyawan itu penting. Bahkan ada motto mereka dalam bekerja yaitu, SENYUM, SAPA, SALAM, bagi mereka ketiga hal ini merupakan obat mujarab “kelelahan” dalam bekerja. Dengan senyum, sapa, salam, maka persatuan, keakraban sesama anggota karyawan dapat terjalin dengan baik. Dengan senyum, sapa, salam segala perbedaan yang sering muncul diantara para karyawan dapat diatasi, yang pada akhirnya mereka bisa saling memahami, saling mengerti, saling terbuka, saling menolong satu sama lain.

    Bagi saya menariklah!

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>