RIWAYAT HIDUP
Ya`ahowu Fefu Ono Niha!
Hidup adalah Misteri. Bagaimana mungkin anak seorang petani miskin dapat mencicipi dunia pendidikan modern hingga kota besar seperti Bandung, Jabar. Tapi itulah hidup yang serba misteri, kata orang bijak. Di zaman modern ini, siapa saja dapat mencicipi dunia pendidikan yang bagus. Entah ia anak seorang petani miskin. Atau anak seorang kaya yang berkelimpahan. Kita di zaman ini, yang menentukan keberhasilan kita, bukanlah karena kita anak seorang kaya, anak orang mampu, atau anak kaum bangsawan. Tapi, lebih pada usaha, keterampilan, dan kerja keras kita. Bila kita punya usaha, kemauan keras untuk mencapai kesuksesan hidup, maka dengan sendirinya kita akan mencapainya. Percayalah padaku teman!
Saya Marinus Waruwu, dilahirkan oleh orang tuaku di Hilisangawola City, Mandrehe pada tanggal 14 November 1986 lalu. Jadi umur saya sekarang mendekati 21 tahun. Sejak kecil, saya hidup dalam suasana yang serba kekurangan dan alam yang keras. Namun, karena kemauanku untuk ingin berhasil, saya dapat mencicipi dunia pendidikan di Universitas Parahyangan saat ini. Saya SD di Hilisangawola City. SLTP di Negeri 4 Lawelu, Mandrehe. Tahun 2002, saya melanjutkan Sekolah Menengah Atas di SMU Negeri 1 Sirombu. Tahun ajaran 2003/2004, saya pindah sekolah di Kota Bandung. Tepatnya di SMU St. Maria 1 Bandung (Sekolah Unggulan SMU di Kota Bandung) di Jl. Bengawan No.06, Bandung. Tahun 2005, setelah tamat SMU, saya melanjutkan pendidikan di Universitas Parahyangan (UNPAR), Bandung di Fakultas Filsafat (Philosophy). Jadi, saat ini, saya sedang mendalami Ilmu Filsafat, dan juga sedikit-sedikit mencoba mencicipi Ilmu Politik.
Silahkan memperkenalkan diri Anda Bapak/Ibu dan Ira Talifusogu Moroi ba Dano Niha. God Bless Us.
ANG said
Ya’ahowu!
Inisial nama saya: ANG
Selamat & Sukses untuk Bpk. Marinus Waruwu dengan melaunching web niasbaru.com.
Shalom,
A.NisoGulõ
0815 1424 8880
Marinus Waruwu said
Terimah Kasih banyak Pak ANG. God bless us.
Agustinus Gea said
Ya’ahowu.
selamat dan sukses kepada Bapak Marinus Waruwu atas weblog niasbaru.com. Semoga weblog. ini dapat bermanfaat bagi masyarakt nias, sesuai dengan komitmen bapak dan kita semua masyarakt nias agar masyakat nias menjadi Nias ynag bangkit, Nias yang berjuang, Nias yang sejahtera!
Tuhan Memberkati !
Dari :
Agustinus Gea.
Mayman Mendrofa said
Selamat dan sukses buat Bpk Marinus Waruwu
Dengan dibuatnya website baru tentang Nias, saya berharap bahkan kita semua putera/i Nias semakin banyak mendapat informasi baru khususnya tentang perkembangan dan kemajuan Pulau Nias kita tercinta.
BTW…ma’af ya Pak “Sudah lama di Bandung?” “Aktif di gereja mana?”
“Saya tinggal di Kompleks Flat Sarijadi Blok K Lantai IV No.13 – 081322879328″. “Mungkin kita bisa bertukar pikiran sewaktu-waktu”.
“Ma’af kalau ada kata-kata yang salah”. “Tuhan Yesus memberkati Pulau Nias”.
Trims.
Ya’ahowu.
GBU
niasbaru said
Salam Untuk Mayman Mendrofa!
M. Mendrofa, saya tinggal di Jl. Sultan Agung No.2 dekat BIP. Atau tepatnya di belakang Universitas Padjajaran yang bersebelahan dengan Bank BTPN (KOMPLEK SMU St.Aloysius). Kalau loe pingin jalan2 ke tempat saya begitu senanglah hatiku. Karena di tempat saya tinggal, ada banyak Ono Niha juga yang sama2 kuliah di Unpar. OK
Salam dari saya Marinus Waruwu
Mayasari Dachi said
Proficiat…!!!!
Bangga sekali dengan anda yang punya rasa cinta n peduli dengan tano niha…Salam kenal..!!! Saya tidak tahu apa kita sudah kenal karena saya juga berdomisili di Bandung. Anda Frater OSC, bukan??? Beberapa kali saya main ke GEMA!!! Moga ada masa untuk bersua… Salam buat teman-teman frater yang lain. Tetap semangat jalani panggilan-Nya!!!
niasbaru said
Terima Kasih Untuk Kakak Maya…terutama pujiannya, sepertinya saya tidak pantas menerima pujiannya, tapi karena pujian ini dari kakak Maya, saya terima dengan senang hati.
eh…kakak Maya masih libur di Nias or udah pulang ya…?
God Bless Us.
Salam dari saya dan Juga teman-teman lainnya.
Selatieli Nduru said
Yaahowu!
Pak Moderator salam kenal ya…kita dulu pernah sama-sama di SMP dan SMU…masih kenal inggak ama kita-kita
Medan
Gustav Gabriel Harefa said
Selamat hari natal 2007 dan tahun baru 2008 buat pengunjung situs ini terlebih buat saudaraku dalam Tuhan, Marinus Waruwu pembuat situs ini. Semoga situs ini dapat menjadi berkat bukan hanya kepada masyarakat Mandrehe, tetapi juga buat masyarakat Nias keseluruhan dan kepada seluruh pemerhati Nias.
Meskipun saya hanya sekali ke Mandrehe, tetapi saya punya kenangan terindah karena papa saya dulu pernah melayani menjadi Pendeta BNKP di Lawelu tahun 1970-1972 merangkap Doli-Doli dan Lahomi.
Tuhan memberkati.
Gustav Gabriel Harefa
Ecumenical Institute
Bossey-Switzerland
Marinus Waruwu said
Salam Kasih, Salam Kenal untuk Bapak Gustav Gabriel Harefa di Bossey- Switzerland.
Saya sangat senang dan bahagia sekali karena kita sesama Ono Niha dapat saling kenal melalui situs Nias Baru Kita ini. Situs Nias Baru berdasarkan Visi dan Misinya bukan hanya di peruntukan untuk orang Mandrehe saja(kebetulan pemilik situs ini putera Mandrehe juga). Tapi diperuntukan untuk kita semua ono niha sebagai sarana dan prasarana dalam memabngaun Nias kita melalui ide-ide, gagasan yang berguna untuk Nias. Kita berharap cinta Tuhan selalu beserta kita semua!
Amin
Bandung
Marinus Waruwu said
Selain itu, kometar dari bapak Gustav G. Harefa sangat positif dan berguna sekali untuk kami kaum muda Nias terutama Moderator situs Nias Baru. Saya kira ini merupakan wujud dukungan dari Bapak terhadap kami yang masih muda dalam meraih kesuksesan di masa mendatang, dan terlebih dalam usaha kita membangun manusia Nias yang berkualitas dan berguna di tengah-tengah masyarakat.
Pak Gustav, ada sebagian teman-teman Pendeta, Pastor dari Nias Kita tercinta juga sedang studi di Switzerland dan saya tidak tahu apakah satu tempat dengan Bapak or tidak ya?
Bandung, Mahasiswa Fakultas Filsafat Universitas Parahyangan
Tuhan Memberkati
Gustav Gabriel Harefa said
Dear Marinu W, makasih ya atas tanggapannya. Saya senang saudara Marinu peduli dengan kemajuan Nias meskipun dari hal-hal yang kecil seperti situs ini. Jangan mundur meski banyak tantangan. Firman Tuhan berkata “setia dalam perkara kecil akan setia juga dalam perkara besar”.
Kita sama-sama muda kok. Bagi saya tidak ada istilah senior dan junior. Yang penting adalah saling menghargai satu dengan yang lain. Jadi sekarang adalah bagaimana kita bergandengan tangan dalam memajukan Nias ke depan.
Oh ya tentang rekan mahasiswa orang Nias di Swiss, saya belum tahu pasti. Tapi ada beberapa orang Indonesia yang kuliah di Universitas Geneva, tempat sekolah kami.
Satu hal usul yang mau saya sampaikan, mudahan dapat ditanggapi positif. Sehubungan dengan saudara Marinu mulai membangun situs ini dari keadaan Mandrehe dan sekitarnya, alangkah baiknya juga jika dimasukkan berita-berita terbaru dari mandrehe dan sekitarnya. Sehingga pengunjung situs ini apalagi orang mandrehe yang jauh dari Nias dapat mengetahui apa yang terjadi di daerah tempat kelahirannya. Misalanya masalah pembangunan, sosial, ekonomi dsb. Saya yakin akan dapat membantu pemberintah mandrehe dan sekitarnya untuk memperkenalkan program dan kegiatan disana.
Terimakasih, Tuhan memberkati.
Pdt. Gustav Gabriel Harefa
Ecumenical Institute
Bossey-Switzerland
Marinus W. said
Salam Kasih
Luar biasa!
Saya sangat tergugah, tertarik dengan komentar Pak Pendeta diatas. Saya kira ini suatu penyegaran dan inspirasi baru untuk saya, dan mungkin juga untuk setiap orang yang berkunjung di Situs Nias Baru. Hal itu bukan karena kata dan kalimatnya yang bagus. Tetapi karena isi kitab sucinya, yang langsung berisi dan menusuk.
“Barang siapa setia dalam perkara-perkara yang kecil, ia juga setia dalam perkara-perkara yang besar”. Ketika saya merefleksikan kutipan Kitab Suci diatas Pak Pendeta, saya sempat terdiam dan saya ingak bisa ngomong apa-apa. Kenapa? karena dalam kenyataannya, saya mengamati bahwa dalam dunia kita yang semakin modern dan canggih, yang terjadi justru sebaliknya. Malah jauh dari kutipan kitab suci diatas. Banyak orang atau masyarakat zaman kita sekarang ini semakin miskin dan meralat. Dan pemerintahannya sering menganggap ini bukan msalah serius. Tapi masalah biasa. Di Nias kita, ketika saya pulang beberapa waktu lalu, saya melihat juga situasi dan keadaannya sama saja dengan yang dulu or 5 tahun lalu ketika saya meninggalkan Nias. Masyarakatnya masih saja seperti biasa dan bergulat terus dengan kemiskinan. Sebenarnya apa gerangan dibalik itu semua?
Saya kira isi kitab suci dari Bapak sangat relevan sekali dengan situsi di Nias kita saat. Ketidakpedulian dan ketidaksetiaan pemerintahan dalam membangun masyarakat menuju kesejahteraan tidak ada. Sebaliknya hanya mementingkan diri mereka sendiri. Juga Penyebab banyaknya korupsi di Negara kita, salah satunya juga disebabkan oleh ketidaksetiaan terhadap kesejahteraan rakyat umum dan para pemimpinya hanya mementikan diri sendiri. Kapankah Nias Maju kalau begini terus para pemimpinnya?
Pak saya penasaran nih, bisa sharing inggak kepada kita: kenapa bapak dulu bisa kuliah di sana? apa dikirim oleh STT atau Biaya siswa dari pemerintahan Swiss. Karena sebetulnya saya punya komitmen untuk itu. Tapi mohon doa ya….
apakah kenal dengan Pak Pendeta Beni Gulo S, TH Pak Pendeta. Kebetulan beliau satu kampung dengan saya dan punya juga hubungan famili….
Salam
Bandung
Gustav Harefa said
Salam kasih juga,
Terimakasih atas tanggapannya. Jujur saya menyampaikan Firman Tuhan itu berdasar dari hati nurani saya ketika membalas tanggapan kamu dan secara khusus buat kamu. Karena saya tahu, bahwa apa yang kamu lakukan adalah sudah menjadi bagian dari membangun Nias. Jujur saya saja tidak bisa melakukan itu karena memang saya tidak memiliki kemampuan dalam bidang tekhnologi. Dakan arti bahwa saya mesti mengakui kemampuan kamu dalam bidang itu. Maju terus dan berkarya, moga jadi berkat.
Ya saya senang juga bisa sharing dengan kamu. Tapi apakah tidak melenceng nanti dari topik diatas dengan judul “riwayat hidup”??. Tapi baiklah saya akan memberikan satu tanggapan tentang apa yang kamu tanyakan berhubungan dengan kemiskinan di Nias. Ini pandangan pribadiku.
Tentang kemiskinan di Nias secara khusus, saya hanya menanggapi dari sisi masyarakatnya. Tentang oknum pejabat pemerintah yang korupsi dan tidak peduli kepada masyarakat, saya tidak mau menanggapi karena itu adalah tanggujawab mereka kepada Tuhan. Saya yakin ketika mereka yang melakukan itu diangkat untuk menerima satu tugas, pasti mereka telah berjanji kepada Tuhan. Jadi biarlah mereka yang mempertanggujawabkan kepada Tuhan. Tugas kita sekarang bagaimana membangun Nias dari masyarakatnya.
Bagi saya secara pribadi kemiskinan di Nias itu kembali kepada pribadi orang Nias sendiri. Pertama, bagi saya ada (tidak semua) orang Nias yang memiliki sikap “tidak malu mengatakan dirinya miskin”. Pengalaman saya setelah gempa, banyak orang “mengaku dirinya miskin” padahal mereka tidak miskin. Demi mendapatkan bantuan misalnya rumah BRR, mereka rela mendaftarkan dirinya miskin bahkan ada yang merusak rumahnya sendiri meskipun tidak rusak dengan dalih akan mendapatkan bantuan. Juga ketika ada bantuan BBM yang 100 ribu perbulan, saya menyaksikan langsung orang Nias mengaku juga miskin dengan mengatakan “tidak memiliki tv/parabola, kendaraan, dll” sesuai dengan persyaratan yang dimiliki (padahal ada dengan disimpan sementara dirumah tetangga). Ini kan aneh, akhirnya pantas saja terus mengeluh dan selalu kekurangan karena Tuhan menjawab doa mereka yang “mengaku miskin”. Kedua, menjunjung tinggi harga diri. ada (tidak semua) orang Nias selalu mengedepankan harga diri, gengsi dalam pekerjaan. Dalam konteks ini mereka mau mendapatkan pekerjaan senang tanpa melalui tahapan dan kesusahan. Bahkan memilih pekerjaan. KIta kembali tadi “tidak setia kepada perkara kecil”. Ketiga “kemalasan”, ada (tidak semua) orang Nias, malas bekerja. Dalam konteks ini lebih banyak membuang waktu untuk yang tidak berguna, mis. terus ngobrol dengan tetangga, atau menyibukkan diri dengan hiburan yang mungkin tidak bermanfaat (terus menonton tv) atau pemuda senang di kedai tuak, minum atau di tempat pesta nikah karena ada keyboard. Keempat “faktor pendidikan” dan ini yang membuat kita makin miskin karena pendidikan kita sangat rendah. Kelima “tidak siap menerima hal baru” dalam arti “tidak menjadi diri sendiri”, ya sekarang di Nias pasca gempa kita diperhadapkan dengan banyaknya benturan budaya dari berbagai negara atau daerah yang datang di Nias melalui orang-orang yang kerja di NGO yang ingin membangun Nias. Di satu pihak ada hal positif dan ini mesti kita tiru misalnya berapa orang Nias yang punya jabatan penting di BRR atau NGO?? Kenapa orang Nias tidak dipanggil?? Kita bisa menjawab karena skill dan pendidikan. Tapi mereka juga membawa budaya mereka sendiri yang mungkin asing bagi kita. Dalam hal ini kita juga mesti selektif dan bertahan kepada prinsip kita. Tetapi kenyataan kita dipengaruhi dengan budaya mereka. Coba lihat sekarang anak-anak sudah bisa merokok, bahkan tahu banyak play station. Main internet, bukan melihat situs pendidikan tetapi situs ‘yang kurang mendidik’.
Saya ambil pengalaman saya di sini. Di swiss, mungkin mereka termasuk negara “aneh di dunia” (menurut saya). Presiden mereka setiap tahun diganti. Bahkan banyak penduduk swiss (ini hasil penelitian di swiss) tidak tahu siapa presidennya. Tetapi semua roda pemerintahan berjalan, karena programnya diatur berdasarkan kesepakatan bersama masyarakat. Dan masyarakat tetap mengontrol semuanya roda pemerintahan. Dan mereka tidak terpengaruh dengan situasi politik. Mereka bertahan kepada prinsip mereka. Tidak dapat dipengaruhi dengan uang atau sogokan. Sistim pemilihan benar-benar demokratis. Orang berkumpul di satu tempat dan langsung tunjuk tangan.
Juga anak-anak disini tahu namanya internet. Tetapi sebagian besar anak-anak disini mempergunakan internet untuk mencari informasi yang berguna untuk pendidikan mereka. Tv dan hiburan lainnya hanya bagian dari kehidupan untuk menyegarkan otak yang telah capek belajar.
Di Jerman, yang melegalkan prostitusi, kita mudah melihat majalah atau surat kabar dengan gambar senonoh (hampir semua telanjang) dan dipasarkan bebas. Apa semua dapat membeli?? Tidak, yang membeli hanya yang umurnya dianggap dewasa. Dan kita mesti menunjukkan tanda diri. Jadi anak-anak tidak bisa membeli. Lalu rokok dipasarkan bebas. Tetapi yang membeli hanya yang dianggap membutuhkan. Tidak sembarangan.
Kemudian mereka mempergunakan waktu dengan baik dan untuk hal-hal yang baik.
Nah, sekarang bagaimana dengan kita?? Saya mengatakan kembali kepada diri kita sendiri. marilah kita mulai dari diri kita untuk membangun diri kita meninggalkan yang kurang baik dan tentu menjadi berkat bagi orang lain.
Saya teringat dengan satu kisah dari Anthony de Mello dalam bukunya Burung Berkicau (sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia). Dia seorang Pastor Katolik. Dia memberikan satu perenungan tentang seorang anak yang baru mulai berbicara berdoa kepada Tuhan, “Tuhan, kuatkan aku untuk dapat mengubah dunia ini”. Ketika dia mulai dewasa, dia tidak dapat mengubah dunia ini. Lalu dia merubah doanya dan mengatakan “Tuhan, aku tidak dapat mengubah dunia ini, kuatkan aku mengubah lingkunganku”. Lalu ketika dia nikah, dia tidak dapat mengubah lingkungannya. Kemudian dia ganti doa dan mengatakan, “Tuhan, aku tidak mampu untuk mengubah dunia dan lingkungan, sekarang biarlah Tuhan memberikan kekuatan kepadaku untuk mengubah keluargaku”. Tetapi sampai dia mau tua, susah mengbah keluarga karena memang istri dan anaknya punya karakter yang berbeda. Akhirnya dimasa tua dia berkata, “Tuhan, aku tidak sanggup mengubah dunia, lingkungan dan keluargaku. Sekarang sebelum terlambat, beri aku kekuatan untuk mengubah diriku. Siapa tahu aku jadi berkat bagi mereka semua”.
Ya saya rasa kamu mengerti apa yang saya maksudkan di atas, Ketika saya juga tamat dari STT saya mengebu-gebu melayani dan mau membaharui gereja BNKP secra khusus dan Nias secara umum. Tetapi saya tidak sanggup, karena saya juga punya keterbatasan. Akhirnya saya sadar dan berkata lebih baik saya mulai dari hal kecil dengan menunjukkan pelayanan yang baik dan menjadi berkat bagi orang yang saya layani. Kita masih ada kesempatan, sebelum terlambat, mari kita mulai dari diri kita sendiri. Amsal 23:18 berkata “Karena masa depan sungguh ada dan harapanmu tidak akan hilang”. Kita masih punya harapan jika kita mau berbuat.
Saya mohon maaf, jika sya panjang lebar bercerita dan mungkin ada yang kurang berkenan.
Ya, saya kenal Pdt. Beni Gulo. Saya juga Pendeta BNKP dan diutus oleh Gereja BNKP.
Tuhan memberkati.
Pdt. Gustav G. Harefa
Martin Laia said
Ya`ahowu Pak Pendeta
Diskusi anda dengan Anak kita Marinus W. makin berisi saja. Salam kenal…saya bekerja di Papua, tepatnya di Asmat dan juga saya melayani orang-orang di sana yang memang masih tertinggal dalam segala hal. Kita orang Nias masih dapat bersykur karena ternyata masih banyak daerah lain yang memang jauh tertinggal dibandingkan dengan Nias.
Puji Tuhan
Asmat
niasbaru said
Salam Kasih
Salam hangat untuk Pak Martin Laia di Asmat, Papua. Terima Kasih atas komentarnya.
Sebelumnya saya minta maaf kepada Pak Pendeta karena tanggapan dari saya terlambat karena baru saya buka internet sekarang….
Salam Kasih dan salam hangat untuk Pak Pendeta. Saohagolo komentar luar biasanya. Terima kasih pula sharing pengalamanya selama di Eropa. Jujur saja, ketika saya membaca komentar Bapak Pendeta di atas, saya kagum-kagum. Ternyata banyak juga orang Nias yang punya talenta sebagai pembicara ulung. Bagi saya, Bapak adalah seorang motivator, yang dapat memberikan nilai-nilai positif kepada orang lain. Karena itu, saya makin termotivasi dengan komentar bapak diatas. Termotivasi dalam arti untuk memberikan yang terbaik dalam hidup ini (meraih keberhasilan, dan kesuksesan). Namun, yang terpenting dari semua itu adalah komitmen. Komitmenlah yang dapat mengantar orang menuju puncak kesuksesan, dan keberhasilan. Ada banyak orang yang telah berhasil, dan telah merasakan bagaimana nikmatnya berada di puncak karier, dan keberhasilan, selalu mengakui dan mengatakan bahwa “komitmenlah” membuat hidup mereka berubah.
Kenapa negara-negara Eropa seperti SWISS, dan negara maju lainnya sedang mesra-mesranya dengan istilah “kemajuan” dalam segala bidang kehidupan. Dan kenapa Indonesia, dan khususnya Nias kita tercinta justru sedang bermesra-mesraaan dengan penderitaan, kemiskinan, dan kemeralatan. Apa beda Indonesia or Nias dengan Negara-negara maju seperti SWISS.
Saya kira, uraian dari pengalaman Bapak Pendeta diatas selama menjelajahi tanah Eropa, sudah cukup menjawab pertanyaan ini. Bahwa kemajuan negara-negara Eropa tersebut bukan karena rahmat yang turun langsung dari Tuhan. Atau karena Tuhan pilih kasih. Namun, karena mereka memang dapat menentukan prioritas untuk membangun manusia, dan masyarakat seutuhnya. Seperti yang diungkapkan Bapak, bahwa di sana, menonton TV itu bukan sebagai prioritas, hal utama. Tapi hanya sebagai hiburan belaka. Itupun kalau ada waktu, karena yang menjadi prioritas adalah menciptakan manusia yang berkualitas, dan kompeten.
Di indonesia, dan khususnya Nias kita tercinta terbalik. Hal-hal yang seharusnya bukan prioritas menjadi hal utama, penting. Dan yang seharusnya menjadi prioritas justru diabaikan, atau ditunda terlebih dahulu. Akibatnya hanya menciptakan manusia-manusia bodoh, tidak bertanggung jawab, mementingkan diri sendiri yang berujung pada keserakahan. Coba kita lihat para pejabat kita di Nias atau di luar Nias kerjanya hanya korupsi dan korupsi terus…padahal masyarakat sedang sakit, karena itu, yang dibutuhkan adalah obat, pertolongan dari para pemimpinnya. Namun, semuanya sia-sia. Memang inilah watak kita orang timur…..yang serba instan……..tanpa bersusah-susah…
Namun, saya juga tidak terlalu menyalahkan pemerintahan. Tapi untuk mewujudkan perubahan itu sendiri harus di mulai dari masyarakat itu sendiri. Jadi bukan hanya pemerintahan. Hanya masyarakatlah yang dapat mengubah nasib malangnya. Misalnya, ketika memilih seorang pemimpin, masyarakat harus hati-hati, jeli dan tidak terperosok dan terpengaruh dengan janji-janji kosong.
Dalam Bukunya “IDEAL POLITIC”, BERTRAND RUSSELL, seorang Filsuf Modernisme mengatakan bahwa kemiskinan, kemeralatan, dan penderitaan terjadi terus-menerus dalam kehidupan masyarakat karena cita-cita politik yang salah dari para pemimpin politik atau para pejabatnya. Dan menurut beliau, ada dua dorongan yang mempengaruhi maju-berubahnya-mundurnya suatu negara. Pertama dorongan possesip yang artinya bertahan dan tidak melakukan perubahan. Kedua dorongan kreatif yaitu dorongan yang membawa masyarakat pada proses perubahan dan kemajuan. dan pada pada bagian akhir bukunya ia berpersan bahwa hendaklah tiap pemerintahan mengutamakan dorongan kreatif karena tujuannya baik. Sedangkan dorongan possesip harus dihindari karena hanya menciptakan manusia2 bodoh dan serakah yang korupsi. Dorongan kratif dalam hal ini dapat dicapai melalui pendidikan, karena hanya melalui pendidikanlah dapat tercipta mansuia2 yang berkualitas, dan punya visi kehidupan. Pendapat ini saya setuju, bahkan saya juga mendukungnya. Karena memang faktanya seperti itu, namun kita juga jangan lupa bahwa masyarakat juga punya pengaruh besar dalam proses perubahan itu. jadi tidak serta merta hanya pemerintahan saja. Tapi masyarakat juga harus ambil bagian dalam proses perubahan yang dingini, entah melalui pendidikan atau partisipasi dalam membangun kehidupan bersama
Terima Kasih Pak Pendeta
Marinus W.
Mahasiswa Fakultas Filsafat, Universitas Parahyangan, Bandung, JABAR, INDONESIA
Gustav Harefa said
Salam saudaraku Marinu W,
Sebelum saya memberikan komentar, terlebih dahulu izinkanlah saya menyapa saudara saya Martin La’ia di Papua. Saya mengucapkan terimakasih atas pengalaman bapak disana yang sekaligus memeberikan tambahan bagi pendapat saya bahwa orang Nias “kurang bersyukur”. Tanah yang luas dan subur, proyek pembangunan yang besar, tetapi masih merasa miskin dan ditinggalkan. Ya, saya memahami apa yang bapak rasakan disana,. Jujur, saya bangga dengan pak Martin L dapat melayani satu suku yang terasing dan terbelakang. Doa dan dukungan dari saya buat bapak.
Ya, meminjam kata pak Martin L diatas “kurang bersyukur” mungkin ini yang menjadi perenungan kita sekarang dalam merubah pola berpikir kita masyarakat Nias. Di eropa tanahnya penuh dengan pegunungan dan tidak subur. Apalagi mereka memiliki banyak musim yang sangat mempengaruhi pertumbuhan agraris. Tetapi mengapa mereka bisa maju?. Karena mereka membangun diri sendiri, menyukuri apa yang mereka miliki dan bekerja keras.
Kita di Nias dengan tanah yang luas dan subur, justru kita tingalkan dan siap menjadi “penambah kekayaan orang di daerah lain”. Kita lihat sekarang banyak orang Nias di Pekanbaru, di Torganda sebagai pekerja di perkebunan. Mereka rela membanting tulang bekerja disana dengan penghasilan pas-pasan demi kelanjutan hidup. Padahal bila melihat kenyataan yang ada, mereka memiliki tanah yang luas dikampung, tetapi mereka menjual demi keinginan ingin cepat kaya dan makmur. Akhirnya yang menikmati tanah nias adalah orang dari daerah lain yang mampu membeli tanah tersebut dengan harga mahal. Oh, sayang sekali.
Untuk itu dalam memulihkan tersebut selain daripada “komitment” yang dikatakan saudara Marinu W, marilah kita “bersyukur dalam segala hal”. Paulus dalam I Tes 5:18 mengatakan “bersukurlah dalam segala hal”. Dalam arti bahwa Tuhan telah memberikan kekuatan, kemampuan dan tanah yang indah di Nias, marilah kita mengolahnya sendiri dengan semangat kerja keras dan ketekunan.
Tentang korupsi, itu tidak akan hilang. Bahkan itu akan terus menerus berakar dalam kehidupan kita bermasyarakat di Indonesia. Kenapa itu bisa terjadi?? Karena masyarakat kita sudah membiasakan diri hidup dengan itu. Mis. menjadi PNS membayar puluhan juta. Tentu saja ketika dia menang, yang ada dibenaknya bagaimana mengembalikan uang. Sama halnya dengan wakil rakyat. Mereka mengatakan menyuarakan suara rakyat, tetapi kenyataan suara pribadi dulu. Kenapa, karena mereka telah mengorbankan banyak sebelum menjadi wakil rakyat. Dan rakyat tidak bisa menuntut, sebab mereka juga ikut menerima itu. Ketika ada pemilihan kepala daerah di satu tempat, mana yang dipilih orang?? Tentu yang banyak memberikan kepada mereka. Dalam arti kembali “orientasi uang”. Apa ini bukan bagian dari korupsi juga??. Kemarin ada warga datang dan mengeluhkan serta kecewa kepada wakil rakyat yang mereka pilih. Karena dia menjanjikan banyak hal. Lalu saya menjawab, jangan disesali, karena dulu sebelum kalian memilih, kalian menuntut dia dengan “pakaian, uang, makanan” untuk dibagikan. Logika saja dari mana dia mengambil uang itu?? Dipinjam dulu. Dan akhirnya ketika menang, dia berusaha mengembalikan dulu uang tersebut. Ketika menuntut dia, dengan mudah dia menjawab, “kan saya sudah memberikan banyak pakaian, uang, makanan kepada kalian sewaktu kampanye dulu?? apa kurang??. Jadi sekarang dia membalikkan keadaan itu kepada kalian semua. Jadi mari kita terima, karena memang kita sendiri yang menghendakinya.
Itulah sebabnya yang dulu saya mengatakan tidak mau menyinggung oknum pemerintah yang korupsi. Biarlah mereka melakukan itu. Karena “apa yang ditabur, itu yang akan dituai”.
Tugas kita sekarang bagaimana saya, anda bergandengan tangan memulihkan kondisi itu dengan memulai dari diri kita. Kemudian memberikan pencerahan kepada orang yang berada disekitar kita. Proses ini berat dan susah, tetapi bila kita awali sedikit demi sedikit, kita bisa menjadi berkat.
Terimakasih sdra marinus, dimana saya boleh sharing dengan kamu. Mudahan bisa menjadi berkat.
Salam kasih,
Pdt. Gustav G. Harefa
Zalukhu said
Wah pada ngumpul nih
@Gustav apa kabar ?
@Meyman Mendrofa : hehehehe blom apa2 dah nanya gereja mana….
@Marinus Kamu Di Bandung toh… wah anak Unpar nih.. sayang saya dah hijrah dari Bandung kembali Ke Nias hehehe
Yaahowu
AUGUSMAN ZALUKHU
Arlin Hulu ( GOMO ) said
hi Bang Rinus sungguh memang luar biasa Abg ats hidup ini,dimana rencana n perjalanan adalah suatu kemauan, n kerja keras, tp bila di balik itu semua tidak ada hasilna.
Ada Firman Tuhan berkata”Barang siapa menanam ia akan menuai” lebih2 dari kemuan kita maka hasilnya adalah bukan hanya kita sendiri tp org lain juga merasakan berkat itu.
tp apa bila abg hanya menanam n hanya sekedar saja maksydq tidak membukakan wawasan Pulau kita maka yg meresakan berkat itu cmn abg sendiri bersama keluarga. tp krn rencana/ Cita2 abg sangat bermanfaat maka semua itu tidak akan sia2 apa bila semuanya berjalan di dalam Tuhan. kita jangan pernah mengatakan aq bs, aq bisa, dan akubisa tp jika kita lupa akan segalanya yg terutama Tuhan maha pemberi maka semua akan sia2 , Mustahil.
tp dengan Pergumulan kita semua khususnya Pulau Nias maka Tuhan tidak pernah membiarkan org, kita berjalan sendiri.
seperti saat kita kelaparan n tidak ada makanan sesuap pun tidak ada, tetapi dengan kita berdoa, bukan dalam hal di turunkan dari atas langit, tetapi Tuhan memakai perantaraan yaitu malaikat Tuhan,
Bgt juga kita dengan kemauan kita itu, bukan dalam hal kita punya rencana langsung tercapai, tetapi memakai proses satu2nya banyak belajar dan Selalu bergumul.
dan kita juga yang tidak punya sekolah n yang tidak mencicipi dunia pendidikan jangan pernah kecewa dan sedih tetapi jadikan lah
itu semua sebagai suka citamu bwt Tuhan kita Mungkin di lain sisi Tuhan punya rencana yang indah dalam Hidp kita masing,
dan jangan pernah mengatakan aku tidak berguna, sebab tidak ada pendidkan. tidak, itu salah bila kita berbicara bgt.
kalau kita meresa tertekan dengan kata itu; marilah ambil bagian bila saudara, aku di beri jodoh, marilah kita beri pada keturunan kita, agr kita bisa memberi kan ank kita sekolah.
dan apa bila saudara tidak di beri jodoh;jangan pernah menangis,mengatakn aku benar2 tersingkir,n tidak berdaya lagi, manusia kelebihan yang tidak punya jodoh,tp tetaplah Besyukur, dan Banyak berdoa,maka di suatu saat nanti ada org yg memerhatikan saudara.
Kepada saudara jangan hanya buka Internet saja , membaca surat ini,dan membri komentar tidak turut bergumul, sama hal nya kita kaget dengar suatu cerita yg tidak bermakna. tp kita yg sudah membaca dan, memberi komentar marilah kita turun tangan serta bergumul,bergumul, dan bergumul agar rencana Kita bisa tercapai khusunya Bwt Abang Marinus yg telah membukakan wawsan kita.
dan kita juga berdoa agr di jauhkan namanyan kekorupsinan dalam negara kita ini,dimana para pemerintah kita, sangat gila2 harta, selalu berkekurangan apa yg telah di terimanya pada hal sudah berlebihan. Korupsilah masalah yg merajalela di setiap berita beredar, tidak pernah henti2, selalu korupsi yg no1 di negara kita ini.
mungkin hanya itu saja yg bisa aku uraikan sebnuah kalimat, kurang lbh arlin mohon maaf, sebenanya ga layak tuk beri masukan soalnya masih anak kecil tp, karena aku telah mebuka Situs Nias baru “Yaahowu”ini, merasa bersalah bila aq tidak memberi dukungan, n komentar yg layak kita lakukan khususnya Kita Pulau Nias.
sekali lagi aku mohon marilah kita bergumul,serta semangat, dalam hidup ini dan selalu bersyukur sebab hanya itu lah yg bisa kita lakukan di dunia Fana ini.
Semangat ya Bang Rinus jangan prnah menyerah dan mundur semua itu akan berjalan sebab Tuhan selalu beserta kita.
walau memakai waktu panjang semua tidak masalah semua akan berjalan lancar sebab di dalam tuhan.
sekian dan terimaksaih
“Yaahowu” Nono NIha
Arlin Hulu GOMO
ogamota halawa said
hallo Arlin…saya senang berkenaln dengan kamu, saya juga berasal dari gomo-Helaowo sideleia, kamu tinggal dimana sekarang kalau saya tinggal di surabaya
Otenieli Daeli said
Sdr. Marinus, bagus.
Lanjutkan, asal tidak lupa tugas utama! Ini kesempatan dan wahana untuk mengungkapkan apa yang baik, perlu dan berguna bagi banyak orang, secara khusus saudara/i Nias, entah di Nias atau di perantauan.
Numpang, lewat:
Salam temu lagi buat Sdri. Maya. Gimana kabar? Kalau sempat, kontak lewat emai, ya. Alamat emailku boleh tanya sama Sdr. Marinus di Sultan Agung atau mereka yang Anda kenal di situ.
Ya’ahowu!
Marinus W. said
Yaahowu Pst
Saohagolo saran dan Masukan segar-nya Ama. Teman-teman di Bandung juga kirim salam kepada Ama di Philipina.
Sungguh benar apa yang telah Ama utarakan. Dan bagi saya pesan dari Pastor sungguh menyentuh hati yang terdalam ini. Sebab baru kali inilah saya merasakan kata2 yang begitu indah untuk di dalami dan direfleksikan. Terima kasih Romo. Harapan dan anjuran Romo akan saya lakukan tentu tidak melupakan tugas utama saya seperti yang Romo katakan.
Salam Romo akan saya sampaikan kepada Tante Maya
Salam dari kami di BANDUNG untuk Romo di Phlipina
Robert Hia said
Marinus, kamu bagus. tapi harus ditingkatkan perjuangannya biar jadi semakin baik terutama dalam hal berorganisasi.ok!
aperius waruwu said
yaahowu akhigu Marinus.
salam damai sejahtera dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus.
saya sangat senang dengan kemajuan yang kamu alami selama ini, bahkan kamu sekarang telah banyak tahu tentang perkembangan daerah kita Nias. dan terlebih lagi kamu sekarang sedang mendalami ilmu filsafat, dan itu artinya kamu akan menjadi seorang filsuf di masa mendatang. harapan saya, kamu dapat menguasainya dengan baik sehingga ke depan kamu salah satu dari keluarga kita yang akan mengembangkan pulau Nias tercinta.
akan tetapi, saya mau mengingatkan satu hal buat kamu dalam cita-citamu mendalami filsafat ini, kamu jangan sampai mengabaikan akan kebenaran Firman Tuhan sehingga kamu lari dari jalan kebenaran. ukrulah segala sesuatu dengan Firman Tuhan, bukan dengan rasiomu sendiri.
sampai di sini dulu yang dapat menjadi pesan pertama saya buat adek marinus, maju terus dalam studimu sampai suatu saat nanti kamu dapat mengangkat nama baik keluarga besar kita.
yaahowu.-
abaqngmu,
aperius waruwu
institut theologi abdiel indonesia (ithasia) pacet- mojokerto
jawa timur.
aperius waruwu said
yaahowu akhigu Marinus.
salam damai sejahtera dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus.
saya sangat senang dengan kemajuan yang kamu alami selama ini, bahkan kamu sekarang telah banyak tahu tentang perkembangan daerah kita Nias. dan terlebih lagi kamu sekarang sedang mendalami ilmu filsafat, dan itu artinya kamu akan menjadi seorang filsuf di masa mendatang. harapan saya, kamu dapat menguasainya dengan baik sehingga ke depan kamu salah satu dari keluarga kita yang akan mengembangkan pulau Nias tercinta.
akan tetapi, saya mau mengingatkan satu hal buat kamu dalam cita-citamu mendalami filsafat ini, kamu jangan sampai mengabaikan akan kebenaran Firman Tuhan sehingga kamu lari dari jalan kebenaran. ukrulah segala sesuatu dengan Firman Tuhan, bukan dengan rasiomu sendiri.
sampai di sini dulu yang dapat menjadi pesan pertama saya buat adek marinus, maju terus dalam studimu sampai suatu saat nanti kamu dapat mengangkat nama baik keluarga besar kita.
yaahowu.-
abangmu,
aperius waruwu
institut theologi abdiel indonesia (ithasia) pacet- mojokerto
jawa timur.
Mawarsari Gulo said
Waduh-waduh!
gw kget bnget dgn komentar no.14 dr saudara aperius waruwu. awalnya memuji abang moderator dan mengaku-ngaku sbg saudara, dah pada akhirnya menghajarnya sendiri. bagaimana ini? aaaaaa
abang moderator pasti udah thu mana yang pantas dilakuin dan mana yang tak pantas. lagian beliau adalah orang terdidik, jadi ga mungkinlah dia ngelakui apa yg dituduhkan oelh bang aperius diatas. asal abang aperius tahu juga, rasio itu penting, jangan diabaikan. justru klo kita smua menggunakanan rasio kita tuk memahmi firman tuhan akan lebih dasyat tuh…
Institut Pertanian Bogor, Jabar
aperius waruwu said
salam kenal buat sdri mawarsari gulo.
terima kasih kritikan sdri mawar terhadap nasehat saya kepada adek saya marinus. akan tetapi, yang aneh buat saya sebagai sdrnya marinus, koq sdri mawar yang jadi mengkritik, seharusnya adek saya marinus yang sepantasnya mengkritik, atau sdri mawar lebih tau hubungan keluarga kami ya?
saya berhak bilang gitu karena saya sdrnya marinus dan itu sebagai peringatan kepada adek saya, karena pada zaman sekarang ini ada banyak orang ketika lebih mementingkan rasio daripada kuasa TUHAN, maka ia cenderung tidak lagi peduli apa yang dia ciptakan lewat rasionya itu berkenan di hati TUHAN atau tida. jadi, bukannya saya bermaksud bahwa rasio tidak penting tapi jangan sampai lari daripada kebenaran Firman Tuhan.
kalo sdri mawar tidak keberatan,saya jadi penasaran pingin ketemu dengan sdri mumpung sekarang ini saya masih di bogor. kalo ga keberatan sdri bisa menghubungi no hp saya 081332483084. mungkin saya juga bisa menjelaskan kepada sdri bagaimana hubungan kami Marinus war.
terima kasih banyak, sampai ketemu. GBU.
Felix d' arca said
Tanggapan kepada Aperius Waruwu, di no. 24
Terima kasih atas tanggapan Anda. Saya setuju atas pendapat Anda. Tetapi perlu juga diingat bahwa rasionalitas itu begitu sangat penting untuk menginterpretasikan firman-firman itu dan mengaktualkan firman itu pada jaman sekarang. Oleh karena itu, tanpa rasio atau tanpa berpikir secara rasional-menjurus pada altruis, kita tidak akan sampai pada kebenaran yang sesungguhnya. Firman Allah itu memang benar akan tetapi perlu kita olah dengan akal sehat kita, dengan pengalaman-pengalaman dan dengan hati. Filsafat bukan untuk menjauh dari kebenaran tetapi justru membongkar dan mendalami serta memaknai akan sesuatu. Ada slogan yang berbunyi Philosophiae ancilla Theologiae artinya filsafat adalah hamba dari teologi.
Sekali lagi terimakasih atas pesan Anda semoga Anda juga dapat menjaga kebenaran firman Allah dengan menggunakan akal yang sehat (rasio).
Thx
penikmat filsafat
bdg
Mawarsari Gulo said
Yaahowu Abang Aperius Waruwu!
ge slut banget dengan alasan beserta argumentasi yg u ktakan kpd gw. tpi gw snksi bnget deh ama semuanya tuh….coba u bca baik2 apa yg dikatakan sdr flix tuh…
pingin ketemu? sorry ya…
gw gak mau ketemu klo pandangan2 atau persepsi2 kita berbeda…
Yaahowu!
IPB, Bogor
Marinus W. said
Salam Kasih!
Sebelumnya Moderator mengucapkan selamat datang, selamat bergabung kepada Abang Aperius Waruwu, Sdr.Mawarsari, dan Felix Halawa di website kita http://www.niasbaru.wordpress.com. Saya berharap agar apa yang kita perbincangkan (huo-huo lafo wa`atua-tua) di gubuk sederhana ini dapat memberi manfaat dalam hidup kita sehari-hari.
Dalam suatu seminar, seorang motivator berkata bahwa percuma saya berbicara tentang “kiat-kiat menuju puncak kesuksesan” kepada semua orang yang hadir di sini kalau apa yang telah saya sampaikan hanya sebatas slogan kosong, tidak direalisasikan dalam hidup sehari-hari. Kekhawatiran motivator tersebut memang benar. Ratusan ribu manusia di seantero Indonesia yang telah mengikuti seminar-seminar yang bertemakan “kiat-kiat menuju sukses” yang dipimpinnya. Namun yang berhasil, menuju puncak sukses diantara mereka dapat dihitung dengan jari. Lalu pertanyaannya adalah siapa yang gagal? Apakah sang motivator atau manusia-manusia itu?
Kalian telah memulai. Perbincangan Anda semua menarik, menggelitik hati. Dalam hal ini, saya lebih memfokuskan diri tentang perbincangan Mang Aperius Waruwu, Neng Mawarsari Gulo, dan Mang Felix Halawa (kandindat master of philoshophy and theology, universitas parahyangan).
Kritik Mang Aperius W. Kepada Moderator agar saya tidak terlalu mengandalkan akal/ rasio sah-sah saja. Lagi, kritik muncul karena faktor hubungan keluarga (the human of family) dan bukan karena ketidaksenangan. Actually, saya malas membicarakan masalah-masalah yang berkaitan dengan ini. Orang-orang yang sealiran dengan Mang Aperius W. juga mengatakan hal sama kepada saya sebelumnya. Mereka berpendapat agar saya tidak mengandalkan akal. Sebaliknya kembali ke jalan Tuhan. Bagi saya pernyataan2 seperti sungguh membingungkan. Emamngnya dlm hidup mereka tidak pernah menggunakan akal/rasio.
Ok deh karena yang diperdebatkan berkaitan dengan rasio, saya akan memberi sedikit komentr berkaitan dengan itu. Memang bukan hanya mang aperius w. yang selalu kahwatir akan peran rasio terutama dalam hubungannya dengan agama. Berjuta2 manusia di bumi ini juga mengakhawatirkan hal yang sama. Musuh mereka adalah filsafat yang di dalamnya terselubung yang namanya rasio/ akal sehat. Kekhawatiran tersebut telah membuat mereka tidak pernah belajar hal2 yag berbau filsafat. Pengetahuan spekulatif. Belajar filsafat berarti siap menjadi ateis. Bagi saya pandangan ini salah. Terlalu mengada-ngada. Pandangan itu sebetulnya hanya berlaku untuk orang2 tertentu. Sebaliknya, justru kalau kita mau belajar filsafat, mau menyatu dengannya justru hal itu dapat membantu kita untuk mengerti bahwa betapa besar kebijaksanaan Allah yang selama ini kita tidak pernah ketahui dan pahami.
Menanggapi Mang Aperius W. Memang benar yang mang katakan. Bahwa di satu sisi rasio tidak selalu bisa menjawab segala sesuatu. Sebab ada juga kebenaran-kebenaran yang nirlogis (tidak logis), tetapi benar. Akan tetapi kalau kita menyangkal nalar, rasio juga hal itu tidak benar, salah. Karna dalam banyak hal, kita perlu memahami sesuatu dengan akal sehat. Artinya tidak hanya sekedar percaya. Tapi kita butuh pemahaman yang mendalam pada apa yang kita percayai. Dan dalam hal itu rasio penting. Meskipun tidak harus mampu menjelaskan segala sesuatu. Sebab dalam hal-hal tertentu, rasio juga terbatas. Namun untuk memahami yang tidak terbatas itu rasio dibutuhkan.
Begitu pula dalam hal agama. Kita harus paham, mengerti pada apa yang kita percayai. Artinya bahwa agar apa yang kita imani, kita percayai dapat kita jelaskan secara logis agar kita tidak jatuh pada takhayul semata. Blaise Pascal, dalam ajarannya tentang logika hati. Ia berpendapat bahwa hati punya logika sendiri yang tidak selalu sama dengan rasio. Dan ia percaya bahwa logika hati yang dimaksud adalah semacam intuisi yang tiba-tiba muncul dalam diri kita. Dan itu tidak lain merupakan pemberian Allah sendiri. Intuisi semacam insight yang muncul tanpa diduga-duga.
“Tips: Jangan menolak rasio. Gunakanlah rasio yang Anda miliki untuk mengerti, mendalami betapa besar karya, kebijaksanaan Allah dalam hidup ini”. Pepatah orang nias jaman dulu: kalau kita melakukan sesuatu kita harus menggunakan otak. Otak-asal muasal rasio. Otak digunakan untuk berpikir. Dan bukan justru menolaknya.
Selamat berkarya!
Otenieli Daeli said
Secara khusus saya mau menyapa Bpk. Martin Laia di Asmat Papua. Apakah masih di Asmat? kalau masih, persisnya di mana? Saya juga pernah bertugas di Asmat selama 5 tahun, tepatnya di Atsj dan Yaosakor.
Salam kenal. Salam juga untuk saudara-saudari semua yang sempat bergabung di situs ini.
Ya,ahowu
Ote,
Manila-Philippines
aperius waruwu said
salam buat saudaraku yang terkasih,
terima kasih banyak sebelumnya kepada bang felix halawa atas tanggapannya, dan salam kenal ya bang…? juga terima kasih buat adek marinus sebagai moderator atas uraian penjelasannya.
saya juga sedikit mau menanggapi penjelasan abang felix, saya tau bahwa berfilsafat itu penting tetapi yang saya maksudkan dalam hal ini coba disimak di dalam tanggapan saya no.26 bahwa itu sangat penting, tetapi jangan sampai kita itu lari dari kebenaran Firman Allah. jadi, terima kasih banyak atas tanggapannya, terlebih pada poin terakhir tanggapan saudara, saya sebagai manusia ciptaan Tuhan akan selalu menjaga hal itu dengan akal yang sehat. kiranya abang felix juga bisa mengungkap dan membongkar semua kebenaran itu lewat filsafat yang telah abang miliki, Gbu.
buat saudara moderator,
terima kasih banyak penjelasan saudara tentang rasio, dan kiranya saudara tetap menyadari akan penyertaan Allah bagi saudara. namun sedikit saya meluruskan pernyataan saudara bahwa saya tidak memusuhi akan filsafat seperti yang anda katakan, justru saya juga sedikitnya sudah belajar filsafat dan saya senang. akan tetapi, yang saya maksudkan itu tolong simak baik2: seperti yang saudara sendiri katakan pada tanggapan no.29 bahwa rasio itu tidak selamanya bisa menjawab sesuatu dan rasio itu masih terbatas. nah, dikala saat2 seperti itu jika kita tidak mengandalkan kuasa Tuhan di dalam kebenaran-Nya, dan terlalu memaksa untuk harus bisa, disitulah peluang untuk iblis untuk membutakan kita dari kebenaran itu sendiri dan membawa kita kepada suatu penyimpangan, makanya kita perlu waspada ketika rasio kita terbatas. jadi, otak, akal atau rasio untuk berfilsafat itu sangat penting dalam hidup kita, karena Tuhan sendiri yang telah menciptakannya untuk kita pergunakan sebaik-baiknya. dan saya tidak pernah menolak semuanya itu, bahkan justru jika orang menolak itu berarti orang itu tidak menerima apa yang telah diciptakan oleh Tuhan dalam dirinya.
saya hanya berharap saudara moderator dapat memahami maksud saya, kiranya Tuhan Yesus terus menyertai setiap karya saudara dan tingkatkan terus, maju bersama dengan Tuhan…..!!? Gbu.
aperius waruwu said
Ya’ahowu juga buat saudari mawar,
saya hanya mau mengatakan bahwa serahkanlan seluruh kekuatiranmu kepada Tuhan, karena hanya Dialah yang bisa menjawab semuanya bagi saudari mawar dengan sempurna.
sebenarnya menurut saya, ga ada perbedaan2 pandangan atau persepsi tentang tanggapan buat saudara moderator, tetapi hanya karena kesalahpahaman aja koq itu. tetapi terserah saudari kalo mengatakan hal itu suatu perbedaan.
terima kasih untuk setiap tanggapan saudari, dan sekali lagi kiranya Tuhanlah yang menjawab semua kekuatiran saudari. selamat kuliah, kiranya Tuhan Yesus selalu menyertai saudari mawar.
Ya’ahowu,
Institut Theologi Abdiel Indonesia
Mojokerto- Jawa Timur
soni said
Yahowu Mado…
Senang berkunjung di situs nich banyak pengalaman menarik perhatian.
Aq dari mandrehe juga…
http://www.soniwaruwu.tk
081270198009
pieter allan duha said
YAAHOWU
Yaahowu Marinus Waruwu,salam kenal dari saya yaodo moroi ba teluk dalam NISEL Saya senang sekali dengan munculnya situs situs tentang pulau nias termasuk situs yaahowu,jadinya ga ketinggalan berita2 perkembangan nias,kebetulan saya sekrg berdomisili di jawa barat tepatnya di kab subang yang terkenal dengan wisata permandian air panasnya,di subang juga udah ada sedikit teman2 dari nias kalau mau wisata ke ciater jangan lupa mampir subang.dengan adanya situs2 ttg nias mudahan2 putra putri nias semakin terbuka pola pikirnya u/ maju.succses trus ya buat marinus waruwu.GBU
yeuhendrik said
Ya’ahowu fefu
Met kenal buat semuanya. semoga wordpress ini dapat berjalan seperti yang kita harapkan semuanya.
yeuhendrik
081375025144
Rony Bensu said
Yaahowu ita banuada,
sejauh saya pahami Filsafat dan Teologi itu adalah cabang ilmu. masih ada ilmu lain yang yang juga penting.
Apakah bertentangan ilmu-ilmu itu? ga juga sih.
tapi yang penting ilmu-ilmu apapun harus diberi porsi dan didudukkan pada tempatnya aja. dengan kata lain, jangan dicampur adukkan,,, ada ranahnya masing-masing dalam lembaran hidup manusia. maka bisa semuanya penting. Hehehehe.
Memang benar juga, filsafat tanpa iman ya jadi ateis….atau apalah….karena agama (di dalamnya ada iman) membantu seseorang mengarahkan diri pada tujuan tertinggi dari hidup itu sendiri;
tapi teologi tanpa filsafat keropos dan buta… karena karena filsafat membantu seseorang memahami dan memberi makna pada imannya.
lau, mitohugo he………..
Otenieli Daeli said
Ya’ahowu!
Khususnya Bp. Rony Bensu,
Kata Saudara/i di wilayah timur sana: “Pater, mau rasakah…?”
Orang filsafat bilang, kata-kata tidak cukup, atau lebih lagi disebut “the end of …..(macam-macam).”
Lalu dibawa dalam arus teologi dengan mencoba membunuh Tuhan berkali-kali. Lantas, apakah Tuhan sudah mati?
Yah…, kembali lagi: “Pater, mau rasakah…?
Tohu-tohu huhuo si lo asio.
Markus Hia said
Bang Marinus, luar biasa riwayat hidup Anda. Unpar itu sebelah mana yah? Itu terkenal. Wah beruntung Anda kuliah d situ. Salam kenal dari saya. Saya anak orang miskin, tapi gimana bang saya tidak bisa kuliah seperti abang. Berapa biaya kuliahnya pertahun. Abang dibayar sama orangtua atau ada donatur, atau abang kerja sambil kuliah, atau kuliah sambil kerja? Ya’ahowu.
nitta said
sore buat semua sdr/ianak nias n’ spesial buat pak marinus…
slm knal za buat bapak n’moga website ini bermanfaat untuk kita semua khuususnya nak nias, agar bisa bertukar pikiran dan berbagi informasi ttg perkembangan to kmajuan nias kita ini ke depan.
nitta telaumbanua.
Harapan Harefa said
Salam kenal buat bang Marinus Waruwu
nama aq Harapan Jaya Harefa
aq masih pelajar di SMKS Pembda NIas.
aq benar2 salut ama abg. aq juga senang pd anak nias yg mo bangun nias itu.
Jadi, semoga abg ttp sukses.
Jesus Bless US.
ria said
Siang P’Waruwu & salam knl,,
saya ria dari siantar
ingin belajar bahasa nias
bole gk saya minta diajari bhs nias?
makasih ya pa’
smoga NIAS semakin jaya & Sukses slalu buat bapak..
Tuhan Memberkati
niasbaru said
To: Harapan Jaya Harefa terima kasih sekali atas dukungannya adik-ku. Bagi saya walaupun Jaya mengatakannya hanya dalam bentuk kata-kata, tetapi saya kira itu sesuatu yang sangat baik. Jaya, sekarang ini kan kamu masih SMU, Jadi kamu punya peluang emas untuk menjadi orang besar, menjadi harapan bagi pembangunan Nias ke depan.Mudah-mudahan!
To: Ria
Hiii Ria selama siang juga. Salam kenal dan terima kasih juga Ria telah berkenan berkunjung, memberi komentar di website ini. Saya sangat salut dengan anda karena punya sense of belonging terhadap nias yang diwujudnyatakan dengan ingin belajar bahasa nias. Terima kasih ya!
Kalau Ria pingin belajar bahasa nias gimana tuh? Saya kan jauh sekali di sini (Bandung), jadi ga bisa. Paling melalui email.
Bila ada kata-kata dalam bahasa Nias yang Ria pingin pelajari kirim saja ke email ini: mars_waruwu@yahoo.com atau di situs ini juga boleh…
Ok selamat berkarya!
balazi said
bung apakah bisa kita chating siang ini? balas
ogamota halawa said
hai…teman-temanku seperjuangan saya senang sekali membaca email kalian saya ingin bergabung dengan kalia jadi salam kenal ya
ogamota halawa said
syallom pak pdt.gustaf gimana kabarnya? pa masih ingat dengan saya, temanmu semasa sekolah minggu di sektor IIpasar gunung sitoli(seiman). dimana kak gustf pelayanan sekarang? saya sendiri pelayanan di GKKA_I surabaya. EV.ogamota halawa,S.Th
ogamota halawa said
yamo kamu lagi ngapai sekarang? bls
HASAN said
Yaahowu Marinus!dan semua Niha Nias yang sudah bergabung di websait ini Yaahowu Fefu, salam kenal ja.
Namaku: Hasan Halawa, asal Nias Mandehe Hilisangawola, alumni SMA Mandehe Dan SMA Lahewa 2004.
Om Hasan senang dengan semangat dan perjuanganmu Marinus. Slamat ya…Maaf kalau sudah lama kita tidak ketemu ya…masih ingat kisah2 perjalanan kita waktu sekolah di SMP 4 Lawelu?
Tolong kirim alamatmu, no Hp mu ya…saya tunggu.
Kalau ada waktumu tanggal 09 Juni 2009 ini, datang di kota Malang untuk menghadiri Wisudaku ya…
Saya ada di kota Malang
Email: hashal_86@yahoo.co.id
HP 081353908181
Jln. Malenggang 21 Malang City
Redaksi said
Salam Kasih Om Hassan. Selamat bergabung dengan sdr2i kita Ono Niha di gubuk sederhana ini. Semoga gubuk ini semakin membuka cakrawala berpikir kita dalam membangun nias yang maju, dapat bersaing dengan daerah lain.
Tentang pengalaman bersama saat masih SMP di lawelu, saya masih mengingatnya. Itu adalah pengalaman2 yang tidak pernah terlupakan dalam sejarah hidup ini. Ada banyak peristiwa biasa, tetapi mengandung sejuta makna, yang sampai saat ini telah ikut mematangkan diri ini menjadi diri yang pantang menyerah, tetap semangat dalam menjalani hidup ini. Terima kasih Om Hassan. Anda memang sungguh bermakna dalam hidup ini.
Selamat atas wisudanya. Saya sangat salut dengan anda. Di tengah garangnya arus modernitas, di mana nilai2 agama, dan spiritualitas hidup manusia makin terpinggirkan, anda justru mengambil jalan berlawanan dengan berkarya di ladang Tuhan. Dengan itu, hidup anda pun terasa bermakna bagi orang lain (sense of meaning), dan bukan untuk diri sendiri, yang memang ciri khas modernitas itu sendiri. Selamat dan sukses!
Alamat:
Jl Sultan Agung 2
Bandung, Jawa Barat
Indonesia
Marinus Waruwu
ogamota halawa said
hai..saudaraku marinus saya bangga dengan kesaksian kamu nama saya ogamota halawa saya juga berasal dari keluarga yang kurang mampu tapi karena anugrah Tuhan saya bisa menyelesaikan study saya hingga SAYA. marinus saudaraku….apakah saudara punya keinginan untuk kembali ke nias untuk membangun Nias tercinta? salam kenal dariku
Redaksi said
Dear Ogamota Halawa
Terima kasih saudara-ku atas komentar segar-mu di situs kita ini. Membangun Nias tidak harus pulang Nias. Tetapi pembangunan juga dapat dicapai melalui support of thinking terhadap pemerintah daerah nias!
Sdr. Daud W.
Bus Bandung-Sibolga, yaitu ALS (BIAS ANTRA LINTAS SUMATRA). Beberapa waktu lalu ada mahasiswa nias yang naik bus ini sampai ke sibolga. Harga tiket saat itu (Rp. 4.50.000). Tiket sdr. bisa cari di terminal Lui Panjang. Atau saudara juga bisa cari di internet…
Redaksi
niha sitosasa said
kak marinus thanks ya to informasinya….kak sekarang tinggal dimana y? boleh minta alamatnya serta no hpnya? tthaksya
Zalukhu Nias said
slm knal saja buat Pak Marinus W. dan saudara/i ku ono niha di mana pun anda berada. Saya sangat salut dngan usaha2 yang dilakukan ono niha dalam membangun nias. Salah satunya melalui olah pemikiran yang dikembangkan oleh bang atau bapak Marinus Waruwu di situs ini.
Ohio, USA
HASSAN said
Hallo Marinus…..jadi Kita liburan di Nias Bulan Juli?
Kapan mulai libur kuliahmu?
Salam dari Bapakmu Daro ya, Bang Ery. Jadi datang di Malang tanggal 09 Juni?
Salam kenal buat semua yang sudah bergabung.
Mari kita bangun Pulau Nias dengan bergandengan tangan, dan memberi motivasi-motivasi yang benar kepada para pemimpin-pemimpin Pulau Nias yang sedang mengabdi saat ini. Amin
niasbaru said
Hallo juga Sibaya! pie khbare di Malang, Jatim!!! Sae-sae mawon ???
Yang pasti bulan juli akan liburan ke nias. Kita akan basuo nanti di sana hahaha…
klo libur kuliah di Parahyangan Catholic University sih udah sejak tanggal 25 May 2009. Namun banyak sekali tugas2 nieh yang harus di selesaikan. Jadi kita berdoa saja semoga semua berjalan dengan baik. dan lancar2 saja!!!
Pertama2 saya minta maaf karena pas pada hari-H wisuda Om dan Paman2 di sana saya tidak bisa ikut! Saya ada RAKER (Rapat Kerja) Majelis Mahasiswa, Unpar, dn juga aktivitas lain. Jadi, maaf seribu maaf Sibaya!!! Nantilah na mangowalu Sibaya, saya usahakan untuk ikut dan menyaksikannya.
Take Care Your Self. Kirim salam juga untuk mereka semua yang berada di ranah Jawa
Bandung
snowwhite said
I’m not good at explaining, so just go to my poop [url=http://www.bawwgt.com]dofus power leveling[/url]
it supposed focus [url=http://www.bawwgt.com]dofus kamas[/url],high level with high equipment,^_^
don’t miss it
snowwhite said
I’m not good at explaining, so just go to my poop dofus power leveling
it supposed focusdofus kamas,high level with high equipment,^_^
don’t miss it
reinhard said
sukses truz,,, mantafff,,, tingkatkan mutu dan gaya bro…..
lorpfrielia said
ferreted out a new adult site ya’s could be interested in, not sure if its your tastes or not… but had to give it out anyway
fapfapfap
[url=http://5gdpjx6w.bidsex.net/black-and-white-lesbian-porn.html]black and white lesbian porn[/url]
yamoeli halawa said
syalom …??? orang yang selalu jujur dan tidak berbohong di hadapan orang -orang banyak pasti mendapat jawaban yang sebesar-besarnya.bagi siapa yang membuka imel saya ini,dan saya mohon kepada teman-teman saya yang ada di pulau nias.Tuhan memberkati kita semua.balas.
yamoeli halawa said
yaahowu tanoniha……?
yamoeli halawa said
syalom..??? teman-teman pada malam hari yang seoi ini jangan kemana-mana ya.
buat,teman saya yang ada di pulau nias tercinta ini.Amin Tuhan memberkati.
dari:yamoeli halawa
surabaya,jawa timur,bls,.
niha khoda... said
Hiii…
Syallom juga Yamo…slm kenal kawan…
ko di bilang malam sih…ga salah kali…ni pagi boy…..
maksudna ga ke mana-mana apa? u lg ke toilet nih maksudnya…???
slm sejahtera….kami dr pulau nias selalu mencintai kalian semua!
wilhelmus famati hia said
salam sejahtera untuk teman seperjuangan dan untuk kita semua suku nias…!
saya senang sekali membaca tulisan kalian tentang “nias Island”.
saya mengajukan diri untuk bergabung dengan saudara-saudari semuanya.
hai……teman-teman marilah kita membuat tulisan tentang daerah kita sendiri, kita tidak perlu menunggu orang lain.
yamoeli halawa said
hei………….?????????? niha khoda kirim salam buat teman teman yang ada di sana ……….ya? Tuhan memberkati Amin
yamoeli halawa said
Tuhan memberkati Amin
yamoeli halawa said
syalom selamat sore bapak Ibu saudara/I yang di kasihi dalam nama Tuhan kita Yesus kristus.Namun sebelumnya mohon Maaf, atas kebaikan teman teman saya. mungkin saya belum membalas kabar baik taman-teman kiranya Tuhan memberkati kita semua Amin.
yamoeli halawa said
Pacet,26-09-2009. Kpada Yth,
dari : Yamo. Halawa Bapak.Ev.Ogamotha Hal.
Di-
Tempat.
Salam sejahtera,
Selamat sore Pak apakabar…???? pak sudah jadi dijual hp saya, kalau sudah uang itu beli sepatu saya.
“bapak Inggak SakitYa?
Selamat melayani,
Tuhan Yesus Memberkati Amin?
niha sitosasa said
benjeng, yamo kamu baik-2 ya masalah hp-mu namti saya urus yang penting kamu baik-baik belajar ingat datang jauh-jauh dari Nias tinggalkan kelurga dan seluruhnya hanya satu tujuan yang itu untuk menuntuk ilmu…. maaf bapak ndak bisa datang soalnya sejak hari jum’at sampai hari ini saya sakit….obat yang kamu pesan nanti saya akan belikan ok…met belajar yang benar
niha khoda said
salam sejahter Yamo…
kami di sini baik2 saja…kamu keadaanmu gimana di sana…banyak orang kita di sini lho….calon pdt ya?
ferinus zai said
Ya’ahowu Fefu Banuada
salam Kenal yaaaa…
Special Thank buat bapak marinus yg telah menerbitkan website ini…
salam tano niha
Feris Zai
jakarta
niha sitosasa said
seorang yang saya jadikan teladan telah pergi selamanya…bapak adalah seorang sosok pkerja keras..tapi disaat ia sakit…ia hanya merintih dan kesakitan…banyak hal yang telah ia berikan bagiku hingga saat ini…ia adlah pahlawan yang telah engajarkan kepada saya bagaimana menjadi seorang pejuang yang sejati…ayah selamat jalan…aku ingin betertemu walupun hanya sesaat didalam mimpin
wilhelmus hia said
salam kasih buat teman-teman semuanya……
saya kira membahas suku kita nias tidak ada habis-habisnya.
karena dari hari-kehari mengalami perkembangan yang singnifikan meskipun dalam waktu yang lamban. kalau kita perkembangannya dulu kita kekeh pada adat yang membuat kita tidak maju contohnya saja dalam pernikahan antara kedua belah pihak yang jujurannya begitu besar, sekarang hal tersebut sudah mulai dikikis dengan kedatangan seorang belanda berama Mathias, dalam bahasa nias amada kafalo meskipun tidak semuanya
Janeria harefa said
selamat dan sukses atas website yang abang buat…
muda-mudahan dengan adanya website ini kita seluruh ono niha bisa bersatu untuk membangun Nias tercinta..
salam kenal ya…
saya janeria harefa, saya skrang kulia di UNPAD semesteR 1..
saya ingin sekali kenal dengan orang2 nias yang ada di bandung ini..
bisa berbagi cerita ga dengan saya?? kebetulan saya juga di bandung, saya ingin tau banyak hal tentang nias dan juga perjuangan abang hingga sampai ke kota bnadung ini.
Yaahowa… Tuhan Yesus Memberkati
niasbaru said
Terima kasih Janeria Harefa
slm kenal! Saya jg di Bandung. Tepatnya di Fakultas Filsafat, Unpar. Banyak jg teman2 saya dari Unpad.
Ok Jan…saya juga senang bercerita kepada siapa saja yang punya impain besar akan kehidupan ini…
Kalau Jan punya FB or email, ini alamat saya: mars_waruwu@yahoo.com
Marinus Waruwu