Salam dari saya, Marinus Waruwu. Weblog "Nias Baru: Ya`ahowu Tano Niha" ini kita jadikan wahana bertukar pikir serta mengerti lebih dalam "berita aktualita Nias". Partisipasi masyarakat Nias sangat diharapkan. Ya'ahowu. Nias berjuang, Nias Nias bertindak, Nias Sejahtera, Nias maju. Semoga!
Abad-21 identik dengan bangkitnya agama-agama. Kebangkitan Agama-agama bukan dikarenakan modernitas tidak mampu lagi menjawab segala tuntutan hidup manusia. tapi karena modernitas tidak menyentuh inner/hati manusia yang bersifat rohani yang merupakan inti dari kemanusiaan itu sendiri. artinya modernitas hanya terbatas pada materi, kenikamatan hidup, sementara bagian dalam manusia tidak tersentuh sehingga manusia mengalami kekosongan rohani. akibatnya, hidup manusia selalu identik dengan kegelisahan, kekacauan, dan rasa ketidakbermaknaan hidup. mungkin saja karena modernitas hanya bergulat dengan sisi luarnya saja. artinya yang fisikal semata. sedangkan inti dalamnya terabaikan. akibatnya, Agama adalah pelabuhan terakhir hidup manusia. sebab sisi dalam hidup manusia, hanya agama yang bisa memasukinya. sayang, kebangkitan agama-agama bagai pisau bermata dua. di satu sisi, agama dapat mengkonstruksi kembali hidup manusia yang sudah hancur karena kegelisahan. di sisi lain, agama justru menjadi sebab terjadinya krisis sosial akhir-akhir ini. triumfalisme atau rasa benar sendiri agama-agama tertentu mengakibatkan munculnya fundamentalime yang berujung pada kekerasan, penganiayaan, kefanatikkan, rasa saling curiga dan saling tidak percaya antar komunitas sosial. dan ujungnya juga adalah kekerasan terhadap kemanusiaan. lalu setelah modernitas dan agama ternyata sama-sama penyebab krisis dalam hidup manusia, kemanakah nantinya manusia berlabuh. adakah paham selain itu, apakah ateis.
Bukanlah slogan kosong untuk masyarakat nias. Tapi slogan nias bangkit, berjuang, bertindak, sejahtera adalah slogan yang punya makna. makna apa? makna kebangkitan masyarakat nias dari ketertinggalan dan keterpurukannya terutama dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan segala bidang lainnya. Caranya adalah melalui modernisasi pendidikan. Pendidikan adalah salah satu cara terbaik untuk membawa nias ke arah kemajuan. Bila masyarakat punya pola pikir maju dan punya visi dan misi ke depan bukan tidak mungkin masyarakat kita nias dalam 10 tahun ke depan akan sejajar dengan daerah-daerah lain yang telah mencicipi kemajuan.
You should either avoid quarrels altogether or else put an end to them as quickly as possible; otherwise, anger may grow into hatred, making a plant out of a splinter, and turn the soul into a murderer. For so you read: “ Everyone who hates his brother is a murderer “ (I Yoh 3:15)
Whoever has injured another by open insult, or by abusive or oven incriminating language, must remember to repair the injury as quickly as possible by an apology, and he who suffered the injury must also forgive, without further wrangling. But if they have offended one another, they must forgive one another`s trespasses for the sake of your prayers which should be recited with greater sincerity each time you repeat them. Although a brother is often tempted to anger, yet prompt to ask pardon from one he admits to having offended, such a one is better than another who, though less given to anger, finds it too hard to ask forgiveness. But a brother who is never willing to ask pardon, or does not do so from his heart, has no reason to be in the community, even if he is not expelled. You must then avoid being too harsh in your words, and should they escape your lips, let those same lips not be ashamed to heal the wounds they have caused. Thank You!
Marthin L. said
Semoga Nias maju terus. Pantang mundur ya!
ersa liuZ zendrato said
bangunlah setiap pribadi manusia di pulau nias
bukan miski-bukan bodoh, tpi orang nias malas mementingkan diri sendiri.
lo faomasi nawo, nano isonda maifu talifusonia ba iusahako enao lumana.
notobaki wangra-ngera. 150 tahun kristen masuk di Nias dan 100 % kristen.
Pertanyaan: mengapa sampai berubah sekarang ini apa yang terjadi?
gempa merupakan tanda2 bagi warga nias, injil tidak diberitakan di daerah lain, injil hanya khusus untuk pulau nias.
Tuhan marah dan pulau nias harus digancangkan………..
hai orang nias bangkitlah dari keterpurukan paradigma lama………lihatlah orang sekitarmu kenapa maju!!!!!!!!!!!!
bertobat hai kamu orang nias yang sombong dan angkuhhhhhh
FOIMAN ZEGA said
Kalau kita pikir2 pulau nias sangat kaya melalui dalam bidang perekonomian, tapi warga nias kita yang tidak berusaha untuk mmengelola warisan yang telah di sediakan.kalau kita lihat banyak warga nias
merantau ntuk mencari nafkah.
sebagai pertanya’an saya : apakah di nias ,kita takbisa mencari nafkah?
Dari : foiman zega
MEDAN
Arlin Hulu ( GOMO ) said
NIas tak maju karena sudah bagian untuk tidak maju.mungkin kalau seperti pulau lain atau daerah lain cepat maju tentu kita yang sudah merasa maju tidak berpikir tentang hal ityu.Dan justru karena daerah kita susah di jangkau dan susah untuk maju walau hanya kata dan pikiran kita,bagi kita yang muda dan yang memikirkan tentang kemajuan daerah kita mari kita berusaha dan memberi dorongan demi kebaikan daerah kita.jadi kalau kita hanya diam,Diam,dan diam saja, menunggu,menunggu,dan menungugu kapan Daerah kita Maju Bakalan Bisa.Dan kita yang masih muda ini mari kita mendukung serta memberi comment kita,jangan mengatakan kalau kita tidak bisa dan tidak mau,tetapi harus kenapa kerena ini semua demi kebaikan Nasib kita dan keturunan kita serta kemajuan daerah kita.Kita lahir ubntuk kita k,kita berpikir untuk kita dan kita berusaha untuk kita,serta kita bisa untuk kita dan kita maju untuk kita,semua untuk kita,dan Kita Maju Pantang mundur demi Menjunjung dan Melestarikan Pulau kita Nias.Yang kita Cinta.KIta Cinta Tanah Kita Cinta Pulau Kita dan KIta Cinta Usaha Kita dan Kita cinta Kemajuan Kita.Dan Buat pemerntah kami kemarin aku sudah menulis di comntq Walau Nias Susah di jangkau dan Pulau Nias seakan Asing dari Negara Indonesia di sebabkan karena kesusahanya untuk di jangkau.Dan Justru karena susah di Jangkau Kami memohon Putra-Putri Nias Perhatikanlah Pulau kami Sebab Pulau kami Nias adalah bagian dari Negara Indonesia.dan Bagi Orang Tua kami dukung kami marilah kita bersatu hati dan satu Pikiran serta satu Tujuan demi Memajukan pulau kita Nias Yang Kita Cintai.sekali lagi aq sangat berterimakasih kepada abng Marinus Yang telah Menduluankan kami atau telah jadi contoh pada kami untuk mengutarakan uraian kata demi kata untuk melstarikan Daerah Kita.dan Bagi para Bapak Pendeta dan para Bapak gembala,dimana pun kita berada KAmi memohon Di Doakan mohon campur tangan Tuhan atas rencana kami yang Muda2 ini. dan Tidak di Khusskan kita Wajib Melakukan ini dan kita banyak BerDoa supaya semua bisa tercapai itulah yang terutama.Bila rencana kita baik Maka Hasilnya baik.Cepat atau lama Tuhan Telah Menyediakan Semua itu bagi kita.Tuhan Memberkati kita semua.
arisman ziliwu said
Sampai sekarang kenapa nias ga maju-maju tentu semuanya bertanya kenapa bisa begitu? satu alasan yang penting adalah karena setiap kita anak-anak Nias banyak keegoisan dalam diri kita. Kita tahu bahwa setiap orang punya keegoisan benar ndak. Menurut saya Nias bisa maju dengan adanya kerjasama antara yang satu dengan lainnya. Jangan saling (Modonitou ahe nawonia). Kalau kita mempunyai prinsip kayak gitu Nias tidak akan maju. Sekarang apa yang kita lakukan sebagai anak-anak Nias. Mari kita saling melengkapi satu dengan yang lain atau saling kerja sama. Kalau kita lihat dari segi perekomian bukannya kurang malah kita tidak bisa mengolahnya. Malah kita meninggalkan kampung halaman sendiri pergi untuk merantau sementara di kampung kita masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan. Untuk itu kita harus bangkitkan Nias kembali baik yang ada di perantauan maupun yang masih sekolah. Kita juga yang masih sekolah ketika selesai mari kita mendukung satu dengan yang lain. Jangan karena kita sudah sekolah kita tidak menghiraukan yang belum sekolah.
ZILIWU said
BANGKITLAH NIAS KEMBALI MARI KITA SALING BERGANDENGAN TANGAN. SEBAGAI ANAK-ANAK NIAS KITA HARUS BEKERJA KERAS UNTUK MEMBANGUN NIAS. SAYA YAKIN DAN PERCAYA DENGAN ADANYA KERJA SAMA YANG BAIK PASTI NIAS AKAN MAJU. JANGAN ADA YANG INGIN MENANG SENDIRI JANGAN ADA YANG KORUPSI. KITA HARUS MEMPUNYAI MOTTO “BERSATU KITA TEGUH BERCERAI KITA RUNTUH” KITA HARUS SAMA-SAMA MERASAKAN APA YANG DIRASAKAN OLEH ORANG LAIN. DEMI UNTUK KEMAJUAN NIAS. TUHAN YESUS MEMBERKATI KITA SEMUA.
Firdaus Gulo said
Bravo Nias dan khusus Nias Barat tolong di link disini berita aktual Nias Barat yang ada di http:/www.gemaniasbarat.wordpress.com
Terima kasis
GBU
Firdaus Gulo said
Shalom
Masyarakat Nias Barat yang berada di pulau jawa dan sekitarnya akan mengadakan syukuran sekaligus Natal atas disahkannya UU OTDA KABUPATEN NIAS BARAT yang diadakan pada :
Hari Tanggal : SABTU / 20 Desember 2008
Mulai : pukul 17.00 Wib s/d selesai
Tempat : Auditorium Gedung Balai Pustaka Jln. Gunung Sahari Raya no.4 Jakarta
Pusat (Seberang Terminal Pasar SENEN Jakarta pusat)
Acara : – Kebaktian
- Hiburan lagu rohani oleh artis Nias dan artis Ibukota
- Tarian Maena Rohani
Mohon komunitas masyarakat Nias Barat yang mau membawakan koor/vokal group mendaftarkan kepada Panitia cq Sie Acara Bpk Ama Kristian (0813-86-388388) selambat-lambatnya satu hari sebelum acara.
Yaahowu
Beritanya lihat di http://gemaniasbarat.wordpress.com
Yapeti Waruwu said
Ya’ahowu,
Nias Maju…..itu bukanlah merupakan sesuatu hal yang tidak mungkin, namun apa yang bisa memungkinkan itu terjadi?
Menurut saya, adal beberapa yang harus kita perhatikan:-
1. Pendidikan yang lebih baik
2. kebersamaan dalam jiwa persaudaraan
3. Hilangkan iri hati kepada sesama
Apakah ke-3 hal diatas sulit untuk dilakukan????????
Kalau memang tidak sulit, marilah kita mulai mempraktekkannya dalam kehidupan kita sehari-hari, kita mulai dari kita yang tergabung dalam Webblog ini.
Semoga Tuhan Memeberkati kita Semua….Amin
Drs Firman Harefa said
Belajar dari Kreativitas Bupati ”Pengemis”
Oleh: Drs. Firman Harefa, S.Pd
Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan Kantor Administrator Pelabuhan Kelas I Dumai – Riau
Termasuklah saya, walau sebagai orang Nias di perantauan, saya tetap selalu memantau perkembangan dan kemajuan apa yang sedang dan telah terjadi di Tano Niha yang kita cintai. Mimpi saya tak muluk, barangkali ini juga mimpi banuada fefu semua. Apalagi kini setelah ada lima daerah otonom yang akan membangun Nias ke depan. Ibaratnya, dengan lima mesin sekaligus, kapal yang bernama Nias ini akan lebih cepat sampai di tujuan. Bukankah demikian logikanya?
Tapi tentu lima mesin saja bukan jaminan utama untuk segera tiba meraih harapan itu. Di depan, akan banyak ombak dan angin kencang bakal menerpa haluan dan seisi kapal. Dalam situasi demikian, penumpang pastinya ingin selamat. Dan, mau tak mau harapan keselamatan itu ditumpu pada sang nakhoda.
Nakhoda punya kuasa penuh, apakah membiarkan kapal itu karam atau dengan berbagai upaya menyelamatkan kapal berikut penumpangnya? Untuk menjawab ini, terpulanglah pada sang nakhoda. Apakah dia akan jadi pahlawan? Kita semua berharap demikian.
Ilustrasi diatas saya paparkan bukan untuk mengajak pembaca berimajinasi. Lebih dari itu, barangkali bisa membuat tulisan ini jadi lebih menarik dan mudah-mudahan bisa menjadi bahan perenungan kita bersama, Ono Niha dimanapun berada. Saya punya harapan, Anda punya harapan, anak cucu kita pun demikian. Kita semua punya harapan.
Dalam tulisan ini, saya memfokuskan pembahasan tentang mengelola potensi yang ada di Nias. Tujuannnya, kelak, potensi yang saat ini terbiar bisa menjadi primadona Nias, bahkan primadona Indonesia. Bagaimana caranya?
Saya mulai dengan kutipan kalimat; ”Jika Anda tidak tahu kemana Anda akan pergi, maka Anda bisa berhenti dimana saja (Yogi Berra)”. Kalimat yang sederhana, namun memberi inspirasi besar bagi saya. Inspirasi saya, tentu juga saya harap bisa menjadi inspirasi bagi Nias, tanah kelahiran saya.
Kira-kira, makna yang saya tangkap dari kalimat itu begini; dalam hidup, apapun yang hendak kita gapai, tentunya kita harus punya patokan, ukuran ataupun sasaran. Sehingga walaupun jalan yang dihadapi berliku, kita bisa berhenti pada tempat yang pas untuk memulai jalan berikutnya.
Dalam kaitan ini, saya coba tarik semangat sekaligus memotivasi Nias yang kini dibidani lima daerah otonom baru. Tentu, sebagai daerah yang baru, banyak hal yang harus dipelajari demi menjalankan amanat pemekaran, yakni mensejahterakan masyarakat Nias.
Belajar dari daerah yang lebih maju tentu akan memberikan dorongan bagi kita untuk memajukan daerah kita sendiri.
****
Setahun silam, ketika membaca Majalah HORAS Edisi No 90/05-31 Desember 2007, ada satu berita menarik perhatian. Judulnya seingat saya, ”Bupati Tobasa Kembali Menerima Penghargaan”.
Bukan soal penghargaan itu sisi menariknya. Tapi, sebab ia menerima penghargaan itulah magnet dari berita tersebut bagi saya. Monang Sitorus, demikian nama bupati Tobasa yang menerima penghargaan tersebut. Selama memimpin Tobasa, dia dinilai berhasil menggali potensi daerah hingga menjadi unggulan dan kebanggaan masyarakat.
Tahun 2008, masih di Majalah HORAS, tepatnya edisi 103, 11-31 Desember, kembali saya temui sosok beliau dalam salah satu rubrik. Kali ini judul beritanya ”PT Hutahean Group Tanam Jagung 100 Hektar di Tobasa”. Lalu, pada Majalah HORAS Edisi 104/10-25 Januari 2009, di cover majalah dwimingguan ini, poto Monang Sitorus terpampang sedang bersalaman dengan Presiden SBY. Judulnya, ”Tobasa Memang Hebat”. Kabupaten Tobasa berhasil mencapai target produktivitas beras nasional diatas 5 persen.
Membaca berita ini mendorong saya untuk mencari makna dibalik pemberitaan tersebut sehingga saya tak sekedar membaca. Yang pasti, sebagai pemimpin, upaya Monang Sitorus mensejahterakan masyarakatnya pantas dicontoh.
Dia mulai dari hal sederhana, yakni menggalakkan masyarakatnya menanam pada lahan-lahan yang terbiar. Memang awalnya sulit, namun karena komitmennya sangat kuat untuk melakukan swasembada pangan dan benar-benar berniat mensejahterakan rakyatnya, Monang bahkan menjadi ”pengemis”. Dia antusias mengajak dan melibatkan masyarakat serta para stakeholders pertanian agar memberikan bantuan.
Dan kini, upaya itu berbuah manis. Produksi jagung Tobasa mencapai 14-15 ton per hektar dan melampaui produksi rata-rata jagung nasional, 8 ton per hektar. Demikian juga produksi beras, Tobasa malah melewati produktivitas beras nasional. ”Memang hebat dia,” ujar seorang teman diskusi saya.
Sepertinya gampang, namun proses waktu yang dijalani tak semudah itu. Pertama-tama Pemkab Tobasa bekerjasama dengan ilmuwan melakukan kajian untuk mengetahui tanaman apa yang cocok dikembangkan dan sesuai dengan kondisi Tobasa.
Misalnya ketika tanaman jagung yang direkomendasikan, Pemkab Tobasa lalu membuat kebijakan serta mempersiapkan program-program penunjang. Salah satunya, APBD Tobasa disisihkan untuk mengantisipasi fluktuasi pasar. Jadi, dengan demikian, masyarakat yang menanam jagung semakin termotivasi dan berlomba-lomba karena walaupun harga jagung anjlok, petani jagung Tobasa tak terkena imbas. Pemkab akan membeli jagung sesuai harga standar.
Makanya dengan komitmen seperti itu, tak heran jika kini jagung merupakan salah satu komoditi unggulan Kabupaten Tobasa. Dan, melihat fakta yang ada, investor seolah berlomba menanamkan investasinya. Terakhir saya ketahui, Singapura dan China mulai menjajaki peluang bisnis lainnya di Tobasa.
Karena keberhasilannya ini, Monang Sitorus dijuluki Bupati Jagung. Tak hanya itu, tahun 2008, kabupaten yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang No 12. Tahun 1998 ini menempati posisi teratas (PDRB/Kapita tertinggi di Sumatera Utara). Sebuah prestasi luar biasa untuk daerah yang berusia relatif muda.
****
Pemberitaan diatas jika kita selami maknanya, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa bupati Tobasa, Monang Sitorus sangat berhasil membangun daerahnya melalui tanaman jagung, lalu beras. Dan, keputusannya menyediakan dana penyanggah dalam APBD, sungguh satu kebijakan yang benar-benar pro rakyat.
Hal lain yang membuat saya salut dengan Monang, dia memiliki inovasi dan kreativitas serta sensitifitas memunculkan potensi unggulan daerahnya demi kesejahteraan masyarakat Tobasa. Saya tak sungkan memujinya, bahwa tipe pemimpin seperti inilah yang diharapkan oleh otonomi daerah.
Maaf, bukan maksud saya membandingkan atau berpikir negatif. Saat ini fakta yang tersaji masih banyak pemimpin daerah yang hanya mampu mengelola apa yang sudah ada sambil mengharapkan bantuan dari pusat sehingga daerah yang dipimpinnya stagnan dalam berbagai hal.
Ini bukan berarti mengharamkan untuk tidak mencari bantuan dari pusat. Tapi harusnya potensi daerah juga digali dan dikembangkan menjadi kekuatan daerah itu sendiri sehingga kelak bisa mandiri tanpa bergantung kepada siapapun.
Bercermin dari keberhasilan Bupati Jagung ini, barangkali tak ada salahnya pimpinan-pimpinan daerah lain juga berpikir hal yang sama di daerah yang dipimpinnya sesuai dengan kondisi dan potensi yang ada. Bahwa yang perlu dicatat, keberhasilan bukan datang begitu saja tanpa kerja keras dari semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat. Artinya, berbagai program yang dicanangkan jangan hanya diatas kertas atau hanya untuk dibahas dalam rapat-rapat. Ajak semua elemen masyarakat melakukan pengawasan dan berpartisipasi dalam pembangunan.
Sebagai putra Nias, saya, Anda, dan kita semua tentu punya harapan agar pimpinan daerah yang ada di Nias bisa melakukan hal serupa seperti yang dilakukan Bupati Jagung, Monang Sitorus. Saya yakin, apabila lima daerah otonom di Nias memiliki kreativitas dalam menggali potensi daerah, kembali saya katakan mustahil Nias tidak maju dan mampu bersaing dengan daerah-daerah lain di Republik ini.
Nias harus bangkit, harus sadar dan harus maju. Selanjutnya, berlari dengan beragam potensi yang belum tergarap maksimal. Oleh karena itu, kebersamaan dalam segala hal mutlak menjadi syaratnya. Sebab, dengan kebersamaan, segala yang dikerjakan akan lebih memuaskan.
Harus diingat, sebagai kapal yang baru berlayar, pemimpin-pemimpin di Nias sebagai nakhoda harus tau kemana arah yang dituju. Sebab, hanya dengan arah yang pasti, kita akan bisa berhenti ditempat yang pas, bukan dimana saja. Mudah-mudahan.
============
Drs. Firman Harefa said
Tuan Obama, Hentikan Perang Itu!
Oleh: Drs. Firman Harefa, S.Pd
Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan Kantor Administrator Pelabuhan Kelas I Dumai – Riau
Resolusi nomor 1860 tanggal 9 Januari 2009 yang dikeluarkan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB) seolah tak ada arti karena dentuman bom, rentetan senjata dan korban yang terus berjatuhan di Palestina terus saja terjadi. Damai belum juga wujud di Gaza, setidaknya hingga tulisan ini dipublikasikan. DK PBB itu mandul, tak menunjukkan keperkasaannya menciptakan perdamaian di dua wilayah Timur Tengah yang kini bertikai hebat itu.
Dunia mengutuk, masyarakat internasional pun mengecam agar perang dihentikan. Memang pantas rasa solidaritas kita gelorakan meski kita berada di belahan bumi yang lain. Kemanusiaan dan kedamaian haruslah dikedepankan demi kehidupan yang berkelanjutan.
Menjadi pertanyaan barangkali, apa yang bisa menghentikan perang itu? Atau siapa yang bisa menghentikan perang yang menyebabkan korban tak berdosa terus berguguran itu?
Berharap pada pemimpin di Timur Tengah (Arab) yang secara geografis menjadi saudara paling dekat dengan Palestina maupun Israel? Rasanya pembelaan yang tampak setengah hati. Kita pun mafhum, sedangkan berbagai konflik internal saja, mereka belum mampu mengatasinya. Inikan pula untuk menghentikan perang yang entah merebutkan apa antara Israel dan Palestina.
Selain konflik internal, kita juga tahu bahwa banyak negara Arab berada pada kendali Amerika Serikat (AS). Ini sudah jadi rahasia dunia. Tapi sudahlah, itu cerita lain. Yang diinginkan masyarakat internasional saat ini adalah perang segera berhenti dan masyarakat Palestina mendapatkan kembali hak-hak hidup layaknya manusia lain di muka bumi.
Setidaknya, hingga memasuki hari ke 20 perang Israel-Palestina, sudah lebih 1000 jiwa terkorban, yang umumnya masyarakat sipil dan didominasi anak-anak. Tidakkah besarnya jumlah korban itu menjadi syarat bahwa damai dan gencatan senjata harus dihentikan? Belum puaskah kedua belah pihak mempertontonkan penderitaan anak yang kehilangan ibu, istri yang kehilangan suami, orang-orang tercinta, harta benda, bahkan tempat berteduh sekalipun? Coba bayangkan, jika itu semua menimpa kita.
Perang telah merusak tatanan kemanusiaan dan peradaban. Air mata bercampur darah. Nyawa seolah tak ada arti. Hari-hari dan setiap tarikan nafas rakyat Palestina adalah momok yang menakutkan. Tubuh-tubuh yang tercabik bergelimpangan itu pun berharap, tolong perang dihentikan!
Tapi, kepada siapa harapan itu digantungkan ? Lembaga dunia sudah berupaya, namun serangan tetap tak berhenti. Masyarakat Internasional pun lantang berseru, mengutuk dan mengecam bahwa perang hanya menimbulkan kesengsaraan.
Sejuta pertanyaan, sejuta harapan. Tapi, secercah sinar itu memang masih ada. Dunia kini tertuju pada satu sosok baru pemimpin negara superpower, Amerika Serikat. Dialah Barrack Hussein Obama, presiden terpilih ke 44 negeri Abang Sam. Obama sesungguhnya memegang kunci yang menentukan apakah perang terus lanjut atau dihentikan.
Mengapa Obama? Dari berbagai fakta, Israel adalah anak emas AS di Timur Tengah. Karena dukungan AS-lah, Israel berani dan semakin menjadi-jadi menggempur Palestina. Pasalnya ketergantungan Israel kepada AS sangat luas. Misalnya saja subsidi ekonomi, pasokan senjata dan bantuan yang mengalir tiap tahun ke Israel. Dengan kata lain Israel lain adalah ”peliharaan” AS.
Kita pun melihat betapa kuatnya keberpihakan negara adidaya tersebut terhadap Israel. Misalnya, ketika DK PBB menyerukan gencatan senjata. Dari 15 negara anggota DK PBB, hanya AS yang abstain dalam voting yang menghasilkan resolusi nomor 1860. Dan, kita sadar, lembaga dunia yang terhormat itu ternyata tak berdaya tanpa AS. Makanya Israel mengabaikan resolusi PBB itu dan terus beringas menggempur Palestina.
Semula, sikap Obama acuh, seolah tak ada perhatian sama sekali terhadap agresi Israel ke Palestina. Kita pun geram, lalu menilai Obama ternyata tak ada bedanya dengan pemimpin AS terdahulu. Padahal, dalam kampanyenya ketika pemilihan presiden, ia lantang menyerukan penghapusan diskriminasi. Menurut saya, perang juga salah satu bentuk diskriminasi.
Rupanya presiden kulit hitam pertama di AS ini sadar dunia membutuhkan ketegasannya. Kemudian ia angkat bicara. Sebagaimana dilansir berbagai media, Obama berjanji akan menghentikan serangan itu di hari pertamanya menjabat Presiden AS. Sungguh luar biasa, janji Obama ini bagai peneduh ditengah terik matahari.
Dia resmi dilantik tanggal 20 Januari 2009 sebagai Presiden AS yang akan membawa perubahan lebih baik di muka bumi. Dia adalah orang yang punya perasaan kemanusiaan yang tinggi. Walau memimpin di negara adikuasa yang paling disegani dunia, dia tak bisa menipu hati nuraninya melihat kenyataan yang ada. Sikapnya yang berani mengeluarkan pernyataan penting sebelum dilantik, inilah yang membedakan Obama dengan pendahulunya yang kerap mengabaikan rasa kemanusiaan. Mungkin, Obama satu-satunya Presiden AS yang tegas menyatakan sikap seperti ini selama berlangsungnya perang Israel dan Palestina lebih kurang 60 tahun.
Jujur saja, kita berharap penuh atas janji Obama ini. Mudah-mudahan sebelum dan sesudah tanggal 20 Januari 2009 tak ada kuasa lain yang mampu mengubah keputusannya menghentikan perang Israel dan Palestina untuk selama-lamanya dari kehidupan di muka bumi.
Oleh karena itu, sambil harap-harap cemas menunggu realisasi janji tersebut, tidak ada salahnya kita doakan agar perjalanan Obama memimpin AS dapat berlangsung sukses dan lancar karena dia kita butuhkan untuk perdamaian dunia. Bravo Obama, jadilah pemimpin dunia yang lebih arif dan bijaksana. Dan, tolonglah hentikan peperangan itu.
Tulisan Ini sudah dimuat di Harian Riau Pos, Selasa 20 Januari 2009
dan Harian Padang Ekspress, Kamis 22 Januari 2009.
Moel said
Memaknai Imlek dalam Kehidupan Bernegara
Oleh: Drs. Firman Harefa, S.Pd
Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan Kantor Administrator Pelabuhan
Kelas I Dumai – Riau
Pada 26 Januari 2009, masyarakat Tionghoa menyambut sekaligus merayakan Tahun Baru Imlek
2560. Layaknya tahun baru, Imlek kini juga dirayakan seperti Natal dan Idul Fitri atau
hari-hari besar lainnya. Secara terbuka dan meriah tentunya.
Tahun Baru Imlek merupakan salah satu hari raya Tionghoa tradisional, yang dirayakan pada
hari pertama dalam bulan pertama kalender Tionghoa. Namun, jika ada bulan kabisat kesebelas
atau kedua belas menuju tahun baru, maka Imlek akan jatuh pada bulan ketiga setelah hari
terpendek. Ini pernah terjadi tahun 2005 dan baru akan terjadi lagi pada tahun 2033.
Sejarah mencatat, penanggalan Imlek dimulai sejak tahun 2637 SM, sewaktu Kaisar Huang Ti
(2698-2598 SM) mengeluarkan siklus pertama pada tahun ke-61 masa pemerintahannya. Ketika
ini, penetapan tahun baru berperan amat penting, karena menjadi pedoman mempersiapkan segala
pekerjaan untuk tahun yang berjalan.
Penanggalan Imlek dan penanggalan masehi berselisih 551 tahun. Dihitung berdasarkan
kelahiran Nabi Khongcu pada tahun 551 sebelum masehi. Makanya, tahun Imlek lazim disebut
sebagai Khongculek. Jadi, jika tahun masehi saat ini 2009, maka tahun Imleknya menjadi 2009
+ 551 = 2560.
Sejatinya, orang Cina menyebut tahun baru ini adalah Sin Cia Imlek. Im berarti bulan,
sedangkan lek bermakna penanggalan. Perayaan yang dimulai pada tanggal 30 bulan ke-12 dan
berakhir pada tanggal 15 bulan pertama ini bermula dari sebuah perayaan yang dilakukan oleh
para petani di Cina. Acaranya meliputi sembahyang Imlek, sembahyang kepada Sang Pencipta,
dan perayaan Cap Go Meh. Tujuan dari semuanya itu tak lain sebagai wujud syukur dan doa
harapan rezeki di tahun akan datang lebih banyak. Juga sebagai ajang silaturahmi.
Setiap acara sembahyang Imlek, minimal disajikan 12 macam masakan dan 12 macam kue yang
mewakili lambang-lambang shio yang berjumlah 12. Kue yang dihidangkan biasanya lebih manis.
Ini harapan agar kehidupan di tahun mendatang menjadi lebih manis. Ada pula kue lapis
sebagai lambang rezeki yang berlapis-lapis. Sedangkan kue mangkok berwarna merah dan kue
keranjang biasanya disusun ke atas. Ini simbol kehidupan manis yang kian menanjak dan mekar
seperti kue mangkok.
Di Indonesia, selama 1965-1998, tahun baru Imlek haram dirayakan di depan umum. Rezim Orde
Baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun
1967 tentang larangan segala hal yang berbau Tionghoa. Jadi, selama tiga generasi, etnis
yang mengenal 12 shio ini merasakan pahit dan sakitnya diskriminasi serta terpinggirkan dari
arena kehidupan berbangsa dan bernegara.
Untunglah reformasi bergulir dan angin segar itu berimbas juga pada etnis Tionghoa. Orde
Baru runtuh dan hampir seluruh peraturan yang mendiskriminasi, perlahan dieliminasi.
Perayaan tahun baru Imlek secara Nasional pertama kali dilaksanakan oleh Majelis Agama
Konghucu Indonesia (Matakin) tanggal 17 Februari 2000.
Ketika Abdurrahman Wahid menjadi Presiden RI, terbit Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2000
yang mencabut Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 tentang Agama, Kepercayaan, dan Adat
Istiadat Cina. Kemudian Presiden Megawati Soekarno Putri mengeluarkan Keputusan Presiden
Nomor 19 Tahun 2002 yang meresmikan Imlek sebagai hari libur nasional. Sejak itu, Imlek
bebas dirayakan secara terbuka dan hingga kini masa pemerintahan Presiden SBY, Imlek diakui
sebagai salah satu keragaman yang ada di Indonesia.
Kita hendaknya tidak atau jangan melihat lagi bahwa orang Tionghoa adalah ”orang lain”
dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Juga jangan ada lagi dikotomi kami,
yang ada adalah kita.
Tahun Kerbau
Apa yang membedakan Tahun Baru Imlek dengan tahun baru lainnya? Yang paling mudah ditandai
adalah perlambangan shio yang menyertainya. Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, shio
mengandung makna sekaligus peringatan bagaimana berbuat dan bersikap menjalankan kegiatan
selama berlangsungnya tahun tersebut. Sesuai tradisi, Tahun Baru 2560 termasuk Tahun Kerbau.
Sang kerbau digambarkan sedang dalam perjalanan.
Kerbau dikenal jenis hewan pekerja keras, rendah hati, sabar dan cinta damai. Ditarik sisi
positifnya, maka pada tahun 2009 ini kita dituntut tidak leha-leha atau diam berpangku
tangan. Kerja, kerja, kerja, tak kenal lelah seperti kerbau, itulah yang harus dilakukan
jika ingin mencapai keberhasilan. Logika memang, pesan ini cukup relevan dengan kehidupan
saat krisis global melanda dunia.
Kita tentu berharap bahwa tahun baru akan menjadi babak baru kesuksesan serta berbagai
harapan lain untuk kita semua lebih maju, lebih baik. Oleh karena itu, perlu
tindakan-tindakan nyata yang baru pula. Sebab, jika hanya mengharap dan mengharap, maka
semua harapan akan sia-sia belaka.
Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, hendaknya pesan Imlek ini dapat dijadikan
momentum perubahan agar setiap kebijakan pemerintah lebih berpihak pada rakyat. Apalagi
bangsa ini akan menghadapi hajatan besar yakni Pemilu 2009. Keterlibatan aktif masyarakat
Tionghoa untuk menggunakan hak pilihnya jangan di sia-siakan karena masa-masa diskriminasi
telah berakhir.
Kini saatnya kita berbenah, introspeksi diri, dan lebih peduli dengan sesama. Keyakinan
bahwa setiap tantangan sesungguhnya di balik itu ada peluang, harus diyakini. Hanya
orang-orang positif yang akan melihat peluang meskipun itu di antara himpitan, cobaan atau
hambatan sekalipun. Sedangkan orang yang berpikiran negatif selalu hanya melihat ancaman
meskipun peluang itu ada di depan mata. Tergantung bagaimana kita menyikapinya.
Sebagai warga negara yang sah dan mendapatkan kedudukan sama di Republik ini, masyarakat
Tionghoa juga wajib memiliki nilai-nilai yang bisa disumbangkan untuk kemajuan dan
kesejahteraan bangsa. Barangkali perlu juga diingat, ditengah kondisi krisis global saat
ini, perayaan Tahun Baru Imlek janganlah hanya mengedepankan pesta pora dan hura-hura.
Sebab, selain kurang etis, berpesta pora saat krisis juga bisa menambah berat beban
perekonomian karena secara tak langsung bisa memancing kenaikan harga. Semoga Tahun Baru
Imlek 2560 membawa harapan baru untuk perbaikan yang nyata dan lebih merekatkan kebersamaan
dalam masyarakat.
Gong Xi Fa Cai.
Mudah-mudahan tulisan ini memberi manfaat bagi saudara kita yang merayakan Imlek.
yusman dawolo said
membangun Nias itu sebenarnya sangatlah mudah, asal masyarakat mau berubah aja dan pemimpin yang berkuasa benar-benar berjuang untuk kepentingan rakyat.
perubahan masyarakat yang saya maksud adalah perubahan pola pikir, karena jika pola pikir telah berubah, maka tindakan (pola hidup) masyarakat kitapun akan ikut berubah.
cara merubah pola pikir inilah yang menjadi tugas kita bersama. Mungkin salah satunya adalah kita gerakkan bagaimana masyarakat Nias SENANG MEMBACA, TIADA HARI TANPA MEMBACA.ini kita jadikan sebagai nutrisi otak.
atau cara lain untuk merubah pola pikir ini adalah sesering mungkin kita mengadakan penyuluhan-penyuluhan dimasyarakat, seminar-seminar dan lebih-lebih jika yang kita adakan berupa training bagai mana cara merubah pola pikir dan pola hidup yang selama ini di jalani masyarakat kita.
selain itu, kita berikan motifasi dan mengajak mereka untuk membuat proposal hidupnya dengan jelas,baik dari segi tujuan yang jelas, target yang akan dicapai dan menentukan waktu kapan akan tercapai.
dengan moti fasi yang kita berikan dengan sistimatis, maka masyrakat kita akan beranni “BERMIMPI DAN MEUJUDKAN IMPIAN-IMPIANYA” tidak harus yang sudah tamat sekolah, yang belum tamat SDpun bisa SUKSES dalam hidup ini jika dia tau CARA UNTUK SUKSES KARENA SUKSES ITU ADA ILMUNYA dan perlu diingat bahwa kesuksesan adalah milik semua orang.
“kita tidak bisa merubah arah angin, tapi kita bisa merubah haluan kita untuk mencapai tujuan”
optimislah,,, keyakinan samadengan hasil. anda yakin SUKSES, maka anda akan SUKSES.
nah, jika keyakinan ini telah muncul pada diri kita masyarakat kita, maka akan terwujudlah apa yang kita harapkan. yaitu MASYARAKAT NIAS YANG MAKMUR DAN SEJAHTERA. dengan izin Allah… yaahowu
YAKSON KRISTIAN GEA (MATAULI) said
KAMI SISWA-SISWI SMAN 1 PLUS MATAULI PANDAN BERTEKAD UNTUK MEMBAWA NIAS KEDALAM PERUBAHAN..
KAMI BERUSAHA MASUK DAN BELAJAR DI MATAULI, DENGAN 1 TUJUAN,YAITU SUPAYA ANAK2 DARI NIAS DITEMPA UNTUK BISA MEMAJUKAN NIAS..
OLEH KARENA ITU,KAMI BERHARAP KEPADA SELURUH MASYARAKAT NIAS,UNTUK MAU MEMPERHATIKAN KAMI PUTRA-PUTRI DAERAH NIAS YANG BELAJAR DAN MENCARI ILMU DI LUAR PULAU NIAS..
KAMI BERJANJI UNTUK BERUSAHA MEMAJUKAN PULAU NIAS..
TERIMAKASIH..
YAAHOWU!
HIDUP NIAS!