Ahur Jampur, “ Satpam Pelayan Kampung”
Posted by niasbaru on August 10, 2009
Marinus W.
(Tulisan ini dibuat pada saat pelatihan jurnalistik oleh Koran KOMPAS di Karang Tumaritis)
Satpam yang satu ini biasa dipanggil Mang Ahur. Ia menjadi petugas satpam di Karang Tumaritis sejak delapan tahun silam. Perawakannya biasa-biasa saja, tidak ada tanda-tanda jika Ahur adalah seorang petugas keamanan di salah satu padepokan, di kota Lembang. Jika petugas satpam biasanya terlihat garang-garang, namun Ahur justru kelihatan santai, murah senyum, dan bisa diajak bicara. Karena itulah, banyak warga kampung sangat dekat dengan sosok satpam kelahiran 48 tahun silam ini. Menurut cerita tetangganya, sosok Ahur dipandang sangat perhatian akan kebutuhan warga. Apa pun keluhan warga pasti diusahakan oleh Ahur semampunya.
Sosok satpam yang mempunyai tiga orang anak ini memang unik. Ketika masih kecil tidak pernah terlintas dipikirannya menjadi seorang satpam. Sebaliknya, Ahur kecil mempunyai mimpi untuk sekolah setinggi-tingginya. Namun mimpi indah tersebut bukannya tanpa hambatan. Factor keuangan keluarga yang morat-marit membuatnya berhenti bersekolah. Dia pun mencari pekerjaan. Mula-mula diterima salah satu pabrik kebaya di kota bandung. Di sini, Ahur bekerja di bidang listrik. Belum genap enam tahun bekerja di tempat tersebut, Ahur berhenti dan melamar bekerja di PT yang lain. Ia pun diterima. Tetapi belum genap seumur jagung bekerja di tempat ini, Ahur keluar. Ia pun menjadi pengangguran. Namun karena kasih Gusti Allah kepadanya dan keluarganya, sekitar delapan tahun silam, ia diterima sebagai security di Karang Tumaritis. Pekerjaan ini pada awalnya dirasa tidak sesuai dengan cita-citanya, juga karena gaji yang tidak mencukupi untuk kebutuhan keluarga. Keadaan ekonomi yang tidak mengutungkanlah yang membuatnya tetap bertahan, bertahan, dan bertahan menjadi petugas security di Karang Tumaritis.
Sosok rendah hati
Umumnya petugas security identik dengan kegarangan, kesombongan, keras kepala, bahkan kekerasan terhadap orang lain. Contoh nyata misalnya, kejadian di gedung Bank Indonesia (BI) beberapa waktu lalu. Di gedung yang menjadi simbol keuangan Indonesia tersebut sempat terjadi insiden pemukulan wartawan oleh anggota satpam BI. Kejadian ini paling tidak semakin memperkuat citra bahwa pekerjaan satpam identik dengan kekerasan, kearoganan terhadap orang lain. Memang, tujuannya demi menjaga keamanan. Tetapi seringkali petugas satpam berlaku semaunya demi menegakkan aturan yang dianutnya.
Sosok Ahur sebaliknya justru memberikan gambaran kepada umum bahwa tidak semua satpam tinggi hati, keras, sombong. Ahur adalah sosok satpam yang rendah hati, melayani, dan mudah menjalin relasi dengan orang lain. Kerendahan hati satpam kampung ini tampak dalam sikapnya yang murah senyum, menyapa para tamu yang berkunjung di Karang Tumaritis. Sayangnya, karena kerendahan hatinya tersebut, seringkali membuat para tamu bertindak seenaknya, dengan tidak menyapa, cuek-cuek bebek. Menghadapi keadaan seperti ini, Ahur tidak putus harapan, sebaliknya membuatnya semakin matang dan sabar dalam menghadapi kehidupan yang keras ini.
Kerendahan hati Ahur, juga diakui oleh tetangga dekatnya. Menurut tetangganya, selain sosok yang rendah hati, Ahur juga seorang pelayan setia di kampungnya. Hal ini ditunjukkannya dalam membantu warga kampung yang membutuhkan pertolongan misalnya, meminta bantuan untuk meminjam kursi, atau peralatan lainnya di tempat Ahur bekerja.
Modal menjadi satpam
Biasanya, menjadi seorang security handal perlu pendidikan atau pelatihan khusus, sehingga pada saat bertugas, dia tinggal mempraktekkan pendidikan yang telah diterimanya tersebut untuk memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi saat bertugas.
Masalahnya, satpam yang satu ini tidak pernah mendapatkan pendidikan semacam itu. Modalnya menjadi satpam hanyalah keberanian. Menurutnya, keberanian akan menjadikan seseorang percaya diri. percaya diri dalam arti untuk memecahkan segala rintangan, persoalan yang dihadapi pada saat bekerja. Selain itu, keberanian yang paling utama , bukanlah keberanian memukul, menunjukkan body, atau intimidasi kepada orang lain. Keberanian yang baik adalah keberanian dalam hal kejujuran. Menurutnya, bahwa keberanian untuk jujur adalah mutlak dalam pekerjaan. Meskipun terkadang itu menyakitkan untuk diri sendiri, orang lain, namun orang harus berani untuk jujur, mengatakan yang sesungguhnya. Misalnya, ketika sedang bermasalah dengan istri, sesegera mungkin masalah tersebut harus diselesaikan. Caranya dengan mengatakan secara jujur apa yang tidak disenangi pada orang yang dicintai. Kendati menyakitkan, hal itu harus dilakukan demi keharmonisan dalam keluarga. Dalam hubungan dengan orang lain, juga harus berani untuk jujur, dan terbuka. Sikap inilah yang menjadikan Ahur disenangi oleh warga kampung.
Refleksi singkat
Beberapa point penting yang saya dapatkan dari sosok Mang Ahur, Sang Satpam Kampung itu adalah pertama, bahwa keluar masuknya Mang Ahur dari PT yang satu ke PT yang lain menunjukkan kelemahan dan kegelisahan seorang buruh pabrik dalam menghadapi dominasi pihak perusahaan. Para buruh tak jarang menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) oleh pihak perusahaan. Alasannya pun bermacam-macam, dan reasonable, seperti masalah skill, relasi, juga karena krisis ekonomi, sehingga modal perusahaan untuk memberi upah kepada para buruh tak mampu lagi. Kondisi seperti ini menunjukkan masih timpangnya pembagian hak-hak antara pihak perusahaan dan buruh, yang mana undang-undang tentang perburuhan masih banyak berpihak kepada perusahaan di negeri ini. Akibatnya, buruh bukan lagi sebagai kolega yang setara dalam pekerjaan, tetapi sebagai pekerja yang harus dieksploitasi. Kedua, kerendahan hati, dan kejujuran. Kedua hal ini bukanlah hanya sebatas retorika, tetapi perlu aksi untuk mewujudkannya. Mang Ahur, sang satpam kampung itu pun sudah mempraktekkannya. Ketiga, keberanian. Mang Ahur, sang guru kehidupan itu mengajarkan bahwa pendidikan itu penting, tetapi keberanian lebih penting. Pendidikan tanpa keberanian adalah nihil, sambungnya.
Arie said
LOWONGAN KERJA SATPAM / SECURITY BAGI LULUSAN SD, SMP, STM, SMA, SMU, SMK, SMEA, TERBARU 2009
GOLDEN MILENIUM SECURITY, Bergerak di bidang jasa Pengamanan, yang bekerja sama dengan Mall, Hotel, Apartement, Bank, Rumah Sakit dan gedung perkantoran yang ada di wilayah Jakarta, Bekasi, Depok dan Tanggerang.
KETENTUAN YANG BERLAKU :
01. Pengalaman kerja Security tidak di Utamakan.
02. Setelah dinyatakan lulus seleksi oleh Kami, maka calon anggota Security langsung mengikuti pelatihan selama 1(satu) minggu dan langsung penempatan kerja.
03. Selama pelatihan di sediakan Mess (tempat tinggal).
04. Gaji yang akan diperoleh per bulan setelah bekerja adalah UMR DKI + Lemburan.
05. Biaya administrasi sebesar Rp. 500.000 (dipotong dari gaji setelah bekerja).
06. Biaya baju seragam, atribut Security, pelatihan dan piagam sebesar Rp. 1.500.000 (dibayarkan di muka, uang akan di kembalikan saat itu juga apabila dalam ujian dinyatakan tidak lulus penerimaan).
PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI :
01. Jenis kelamin Pria / Wanita.
02. Membuat surat lamaran kerja beserta daftar riwayat hidup.
03. Melampirkan Ijasah foto Copy (setelah bekerja yang asli di lampirkan).
04. Pas Foto berwarna 4 X 6 sebanyak 4 lembar.
05. Foto Copy KTP sebanyak 4 lembar.
06. Foto Copy Surat Keterangan Kelakuan Baik dari kantor Polisi.
07. Surat Keterangan Sehat dari Dokter / Puskesmas yang asli.
08. Tinggi badan Pria 170 Cm, Wanita 160 Cm.
09. Umur Maksimal Pria 35 Th, Wanita 27 Th.
10. Meterai sebanyak 3 Buah.
APABILA SEMUA PERSYARATAN DAN KETENTUAN
TERPENUHI DI JAMIN LANGSUNG BEKERJA
Lamaran Dapat Di kirimkan
Melalui Pos ke :
GOLDEN MILENIUM SECURITY
Gedung Plasa Lippo Lt. 5
Jl. Jend. Sudirman Kav. 25
Jakarta – 12920
Atau Lamaran Dapat Di kirimkan
Melalui Email ke :
(arie_golden@yahoo.com)
Untuk Informasi
Hubungi Sdr. Arie
Telp : (021) 32228536
HP : 0855-1029572
0813-17926502
(Mohon Maaf Kami Tidak Melayani SMS / Missed Calls)