“Amaedola” (pepatah) sangat disukai oleh orang Nias
Posted by niasbaru on March 1, 2009
“Amaedola” (pepatah) sangat disukai oleh orang Nias.
Misalnya:
Ono nidegu-degu mõi bõrõ wa’aurigu,
ono nidehe-dehe mõi bõrõ wa’amate.
Nah, saya mau minta pendapat/komentar Saudara-saudari orang Nias berkaitan dengan “amaedola’ ini.
Apa sih peran dan fungsinya dalam hidup harian orang Nias? Komentarnya bisa ilmiah atau sekedar opini.
Terima kasih banyak sebelumnya.
Ote Daeli – Manila Philippines
ferin zebua said
artinya gak jauh beda dari yang ini.. bener gak seh?”degu-degu zatua boi olifu , tano ia badodo .. boi no irugi dano wangarato ba olifu ia hadia goroisa ndra ama… no yai i cat mbu nia ifake mbu si pirang baiwao olifudo wo nai hezonamagu-hezoninagu.”tenga amagu dao” hhmmm, parah banget!tx..salam kenal ya.
haris said
Kisah cinta tidak ada akhir yang membahagiakan, sebab cepat atau lambat
cinta itu tetap abadi hingga salah satu pihak akan berpulang lebih
dulu, meninggalkan orang lainnya dalam kepedihan dan dukacita.Kemaafan mungkin amat berat untuk diberikan kepada orang yang pernah
melukai hati kita. Tetapi hanya dengan memberi kemaafan sajalah kita
akan dapat mengobati hati yang telah terlukaPermulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanyalah mencintai pantulan dari diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.
wassalm..