Posted by niasbaru on July 11, 2008
Marinus W.
Artikel ini terbit di Majalah REMAS (Remaja Masa Kini), 9/7/08, Bandung, Jawa Barat.
Menulis di Majalah se tenar majalah REMAS (Remaja Masa Kini) merupakan kesempatan berharga untuk mengasah kemampuan saya terus-menerus. Sebab itu, saya berterima kasih sekali kepada PEMRED (Pemimpin Redaksi) Majalah Remas yang telah meminta saya untuk menulis secuil artikel berkaitan dengan gaya hidup anak remaja dewasa ini.
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa gaya hidup anak remaja kini sangat berbeda dengan gaya hidup anak remaja dulu. Kalau dulu, anak remajanya tidak mengenal yang namanya narkoba, komputer, HP (Hand Phond), fashion, atau berbagai macam model pakaian. Kini justru sebaliknya. Anak remaja, atau istilah lainnya ABG (Anak Baru Gede) justru bergelut dengan hal-hal tersebut. Dan menjadi gaya hidup mereka tiap harinya. Maka apa yang pernah dikatakan oleh filsuf Baudrillard beberapa abad lalu memang ada kebenaranya. Menurutnya, gaya hidup manusia jaman kini dibentuk oleh pabrik-pabrik imajinasi seperti fashion, komputer, HP, dll. Bukan oleh nilai-nilai moral yang beberapa dekade lalu mendapat tempat istimewa dalam kehidupan manusia. Karena itu, apa yang telah diwanti-wanti oleh beliau memang tepat, dan benar. Yang mana hal tersebut dapat kita temukan dalam gaya hidup remaja masa kini. Read the rest of this entry »
Posted in Opini | 8 Comments »
Posted by niasbaru on July 8, 2008
Marinus W.
Abad-21 identik dengan bangkitnya agama-agama. Kebangkitan Agama-agama bukan dikarenakan modernitas tidak mampu lagi menjawab segala tuntutan hidup manusia. tapi karena modernitas tidak menyentuh inner/hati manusia yang bersifat rohani yang merupakan inti dari kemanusiaan itu sendiri. artinya modernitas hanya terbatas pada materi, kenikamatan hidup, sementara bagian dalam manusia tidak tersentuh sehingga manusia mengalami kekosongan rohani. akibatnya, hidup manusia selalu identik dengan kegelisahan, kekacauan, dan rasa ketidakbermaknaan hidup. mungkin saja karena modernitas hanya bergulat dengan sisi luarnya saja. artinya yang fisikal semata. sedangkan inti dalamnya terabaikan. akibatnya, Agama adalah pelabuhan terakhir hidup manusia. sebab sisi dalam hidup manusia, hanya agama yang bisa memasukinya. sayang, kebangkitan agama-agama bagai pisau bermata dua. di satu sisi, agama dapat mengkonstruksi kembali hidup manusia yang sudah hancur karena kegelisahan. di sisi lain, agama justru menjadi sebab terjadinya krisis sosial akhir-akhir ini. triumfalisme atau rasa benar sendiri agama-agama tertentu mengakibatkan munculnya fundamentalime yang berujung pada kekerasan, penganiayaan, kefanatikkan, rasa saling curiga dan saling tidak percaya antar komunitas sosial. dan ujungnya juga adalah kekerasan terhadap kemanusiaan. lalu setelah modernitas dan agama ternyata sama-sama penyebab krisis dalam hidup manusia, kemanakah nantinya manusia berlabuh. adakah paham selain itu, apakah ateis.
Posted in Filsafat | 3 Comments »
Posted by niasbaru on July 8, 2008
By: DS Ollyn Zb.
Jiwa kaum muda akan tetap bergejolak mengiringi gempuran hidup yang berdinamika multilevel. Berbagai aspek kehidupan menuntut vitalitas super sekaligus “merogoh” akar-akar makna hidup. Demonstrasi hidup ini bisa saja akan mencapai titik ironi dan level ideal yang mampu menciptakan “kepincangan” jiwa-jiwa manusia yang berkehendak masuk ruang ketenangan. Mungkinkah ruang ketenangan itu bagaikan ruang yang kedap suara? Segala sesuatu yang terjadi di luar tidak akan mengusik kehidupan ideal? Ataukah, ruangan itu tetap penuh dengan perbedaan? Read the rest of this entry »
Posted in Tidak terkategori | 2 Comments »