Peradaban dan menemukan peradaban selalu kata-kata filosofi yang terlontar dari kaum seniman, pengamat sosial dan penulis religius, namun dimanakah kita dapat menemukan peradaban. Ada yang mengatakan kalau sudah dapat membaca dan menulis merupakan awal dari sebuah peradaban.
Namun di bumi Indonesia ternyata masih ada sebuah pulau yang masih jauh dari sebuah peradaban. Awalnya saya menginjakkan kaki di pulau Nias atau disebut Tano Niha pada tanggal 12 Februari 2005, dimana pulau ini merupakan bagian dari Sumatera Utara. Bersama dengan tim relawan dari sebuah Non Government Organization (NGO) untuk membantu masyarakat nias yang terkena dampak tsunami. Diawal perjalanan saya masih merasakan indahnya pantai di Gunung Sitoli, birunya laut memberikan kesejukkan senyum masih menghias di wajahku, walau rasa ingin tahu masih menghiasi wajahku. Kami menempuh 4 jam perjalanan dari Gunung Sitoli ke Sirombu pada hal jarak yang ditempuh hanya 70 Km, jalanan yang rusak parah dan berlobang membuat badanku terasa sakit. Hariku kuawali dengan duduk menatap senja yang kemerahan, maklum aku sangat menyukai senja dan ternyata senja itu ada disini. Bersama 4 orang teman saya yang selalu saya ingat dan menjadi teman saya mengawali perjuangan. Read the rest of this entry »