Posted by niasbaru on April 24, 2008
Marinus W.
Saya menyesal. Hanya obrolan basa-basi justru menjalar ke budaya, ke adat-istiadat-ku yang selama ini telah membentuk pola pikir, dan bahkan cara saya bertindak. Obrolan warung kopi, dosen saya berkebangsaan belanda beberapa waktu lalu dengan logat belanda (south ducth area) mengajukan beberapa pertanyaan yang menggelitik, menarik, dan juga sempat membuat saya sakit hati karenanya. Pertanyaan-pertanyaannya menarik, bukan karena ia seorang yang masih berpikiran tradisionil. Sebaliknya ingin sekali melakukan perubahan yang mendasar terhadap berbagai budaya yang masih primitif di negeri kita tercinta ini. Lalu saya sempat sakit hati oleh karena pertanyaannya yang menyinggung budaya, identitas saya, yang tidak lain adalah tempat saya dibentuk, dibesarkan. Pertanyaannya begini: kenapa kaum lelaki nias lebih percaya diri ketimbang kaum wanitanya? Ia memberi beberapa contoh, yang bagi saya sendiri masuk akal, dapat dipertanggungjawabkan. Misalnya: di pemerintahan. Banyak orang nias yang telah berhasil, menduduki tempat-tempat strategis, ada yang berkedudukan sebagai duta besar, guru besar, pemimpin perusahaan, manager, kepala daerah, hingga departemen dalam dan luar negeri. Namun wanita nias yang bekerja di bidang-bidang strategis tersebut dapat dihitung dengan jari. Atau dapat dilihat dengan presentase yaitu 80%:20%. Read the rest of this entry »
Posted in Tidak terkategori | 10 Comments »
Posted by niasbaru on April 18, 2008
Marinus W.
“Tulisan ini merupakan refleksi singkat dari saya akan film yang berjudul: Bulan Tertusuk Ilalang”
Kalau saya tidak salah, film yang berjudul di atas merupakan film yang dibuat ketika pemerintahan orde baru masih berkuasa di Indonesia. Film ini merupakan bentuk kegelisahan seorang Garin Nugoroho (Sang Sutradara) akan kondisi bangsa ketika itu. Bagaimana tidak, pemerintahan dibawah orde baru sungguh memilukkan, dan hak-hak rakyat merasa terancam akibat sistem pemerintahan yang bersifat otoritarianisme. Maka warga merasa tidak nyaman, bahkan merasa terasing di negerinya sendiri akibat sistem kekuasaan yang sangat mengekang rakyat. Maka film Garin Nugroho ini merupakan salah satu bentuk kritik atas itu semua. Dan singkat kata untuk menyadarkan pemerintahan yang saat itu kurang peka terhadap hidup warganya sehingga rakyat merasa ditindas, trauma akibat berbagai pelanggaran HAM yang korbannya adalah rakyat sendiri. Read the rest of this entry »
Posted in Tidak terkategori | Leave a Comment »
Posted by niasbaru on April 18, 2008
Marinus W.
Karena keprihatinan akan semakin menyusutnya calon-calon gembala atau imam, para konfrater Ordo Salib Suci mengadakan aksi panggilan di tiga Paroki sekaligus yaitu Paroki St. Monika BSD City, Paroki St. Helena, Karawaci keuskupan Agung Jakarta, dan Paroki St. Yosef, Cirebon pada hari Minggu panggilan 13 April 2008. Hadir sebagai pendamping dalam aksi panggilan tersebut adalah Pastor B. Rosaryanto OSC, M.A, Pastor Widyo OSC, Pastor Agung Rianto OSC, Pastor Eko Susanto OSC, Pastor Tedjo Bawono OSC dan juga diramaikan oleh perwakilan anak-anak muda SMU Katolik se-kota Bandung yang tergabung dalam kegiatan Recontre (RC). Read the rest of this entry »
Posted in Tidak terkategori | 4 Comments »
Posted by niasbaru on April 18, 2008
Marinus W.
“Cinta Kristiani sama dengan cinta Kristus. Kristus rela berkorban, dan mati di Kayu Salib demi umat yang dicintai, dikasihi-Nya. Karena itu, cinta itu sesuatu yang berharga, bernilai”
Demikian ungkapan Pastor Driyanto Pr, Lic.iur pada acara Café Rohani Jilid III yang bertemakan “Perkawinan Katolik” di Komunitas Biara Pratista Kumara Warabrata (PKW) Sultan Agung 2 Bandung, Sabtu 29/03. Café Rohani Jilid III yang diselenggarakan oleh Komunitas Biara Skolastikat ini dihadiri oleh Magister Skolastikat sekaligus psikolog Universitas Parahyangan Pastor B. Rosaryanto OSC, Pastor H. Tedjoworo OSC, Pastor FX Sukarno, Pastor Julius H. OSC, dan Pastor Budi Wibowo OSC dan juga dihadiri sekitar 70 orang umat katolik dari berbagai tempat di Kota Bandung. Read the rest of this entry »
Posted in Tidak terkategori | Tagged: Add new tag | Leave a Comment »
Posted by niasbaru on April 17, 2008
By : Deivine Signor
Do what you love, love what you do and deliver more than you promise. Kata-kata ini ditulis oleh Harvey Mackay dan begitu berpengaruh pada diri saya. Kerapkali, banyak orang yang melakukan suatu pekerjaan hanya karena pekerjaan itu telah menjadi sebagai suatu rutinitas tanpa ada greget-nya. Mungkin anda akan menyelesaikan suatu pekerjaan, tetapi mungkin anda hanya sekedar menyelesaikannya.
Dua hari sebelum saya menulis tulisan ini, saya bertemu kembali dengan seorang teman lama. Ia bercerita tentang frustrasi hidup yang dia alami selama tahun 2006. Ia harus berjuang dalam kariernya bahkan sempat bentrok dengan kepala bagiannya selain ia harus membiayai kuliahnya sendiri. Pada puncak frustrasi itu, ia bahkan mempertanyakan Allah. Ia mengatakan bahwa Tuhan sungguh tidak ada. Saya menghadapi sekian banyak konflik tetapi kenapa Tuhan tidak membantu saya. Pada saat itu, ia seakan alergi dengan kata Tuhan dan segala hal yang berhubungan dengan itu. Tetapi oleh karena satu moment yang membuatnya berubah akhirnya ia kembali menikmati hidupnya dan berdoa mohon ampun atas kelancangannya pada Tuhan. Read the rest of this entry »
Posted in Opini | Tagged: Add new tag | 2 Comments »