Pemekaran Nias: Untuk Kesejahteraan Masyarakat Nias atau Kepentingan Segelintir Orang
Posted by niasbaru on October 24, 2007
Tidak disangkal lagi bahwa istilah “Pemekaran Daerah” sudah akrab dengan Masyarakat Nias Yang tahun-tahun belakangan semakin gencar memperjuangkan pemekaran daerah Nias. Yang menjadi tokoh di balik ini semua pun bukan hanya para elit politik, pejabat pemerintahan baik tingkat propinsi, kabupaten, dan kecamatan. Namun para tokoh agama yang sebenarnya bukan ruang lingkup agama dan lagi bukan urusan lembaga agama juga ikut-ikutan ambil bagian. Mulai dari orang-orang yang mengaku pendeta, pengurus gereja, sampai anak kecil pun juga ikut-ikutan. Dan tidak sungkan-sungkan mengklaim diri sebagai pilar dan pejuang pemekaran Nias yang sesungguhnya.
Akibatnya, orang-orang ini saling berlomba, memperkenalkan diri, dan menarik simpati masyarakat Nias. Caranya bermacam-macam. Ada yang membuat situs di internet, aktif kegiatan sosial, hingga kunjungan ke panti-panti jompo. Tujuannya tidak lain adalah menarik simpati, mengubah opini masyarakat Nias bahwa merekalah yang pantas, yang sesungguhnya, yang berhak menjadi pejuang-pejuang Nias. Sayang dibalik usaha keras mengubah opini, sikap masyrakat. Ternyata, mereka lupa akan tujuan dan makna pemekaran daerah Nias.
Karena itu, sebagai kaum intelektual muda Nias dan juga masyarakat Nias umumnya patut mempertanyakan motif saudara-saudara kita yang mengaku-ngaku pilar dan pejuang pemekaran Nias yang sesungguhnya. Marilah kita berfilsafat kepada para pilar dan pejuang kita ini. Bersikap kritis. Tentu objektif. Dan tidak percaya begitu saja ucapan-ucapan mereka untuk mengubah opini publik. Karena itu, kita patut mengingatkan mereka bahwa Pemekaran daerah Nias bukan ajang untuk berlomba mengejar kekuasaan, tapi tujuan pemekaran Nias adalah mendongkrak kesejahteraan masyarakat Nias yang terkesan masih terbelakang. Dan tujuan lainnya adalah mempersempit pelayanan publik. Sehingga pelayaan terhadap masyarakat Nias nantinya bisa lebih efektif.